
sepeninggalan Riri, Fahri berdecak kesal dan ternyata Riri tidak mau menerima dia dan bahkan memiliki Angga , padahal ia berharap Riri bakal ninggalin Angga dan berlabuh ke padanya , dasar fahri jahat.
setalah bertemu Fahri Riri kembali ke kantor dan di sana sudah ada Febri , dan Febri pura-pura tidak tahu perihal yang terjadi pada Riri padahal sebelumnya Riri melihat ada bayangan Febri dan ternyata febri tidak menemui nya dan Fahri , dia sangat takut membantu sahabatnya sedih.
"eh dari mana lo ngilang kayak jelangkung" kata Febri ketus, untuk menutupi kesedihannya nya dengan candaan seperti biasa.
"kepo aja lu kemana gue pergi, napa kangen lu sama gue" ledek Riri.
"ogah kangen lu mending gue kangen sama tehyung haha" kata febri menampilkan gigi nya.
"serah lo dah gue males debat" kata Riri lagi .
"ciee ngambek calon ibu Persit hahahaha" dan mereka tertawa bersama.
sementara di kompi tepat hari ini tanggal 10 Oktober adalah pelaksanaan ucapan dan peringatan hari besar ulang tahun TNI Fahri dan Angga sama-sama sibuk karena banyak yang akan mereka laksanakan nantinya. tiba-tiba telpon Angga berbunyi dan itu telpon dari Riri.
(Assalamualaikum mas)
(waalaikumsalam napa sayang)
(kamu sibuk hari ini)
(lumayan karena tadi selesai upacara ada kegiatan napa, kamu mau ke sini)
(kalo boleh mas aku sama febri deh ke sana)
__ADS_1
(oke mas tunggu ya, hati-hati di jalan sayang)
Dan Sambungan telpon pun berhenti dan itu membuat Fahri bertanya.
"ada apa bro" tanya Fahri.
"Riri sama Febri mau ke sini" jawab Angga. dan Fahri hanya mengangguk saja sebagai respon.
Tidak lama kemudian Riri dan febri datang dan menghampiri mereka , Riri sebenarnya kesal melihat ada Fahri di sana tetapi dia menutupi dengan sikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa pada mereka supaya Angga tidak curiga, sedangkan Febri lebih banyak diam dia tidak tahu harus bersikap seperti apa kepada Fahri setelah mengetahui kenyataan pahit yang di dengar nya ,ya Kenyataan nya Fahri tidak menyukai nya dan hanya kasihan padanya, tentu hal itu membuat Febri kecewa dan kesal dia tidak butuh di kasihani sama orang lain. ya sekarang Febri menganggap Fahri orang lain.
melihat kedatangan sang kekasih Angga pun bergegas dan menghampiri dan mengajak mereka semua untuk duduk di cafe dekat lokasi kompi. ketika sampai di sana mereka memesan pesanan sesuai selera masing-masing.
"mbak saya pesan jus jeruk dan jus lemon 2 ayam penyet" kata Angga memesan kan pesanan punya sang kekasih. setelah angga memesan baru lah Fahri memesan pesanan dirinya juga dan Febri.
"saya jus alpukat sama jus mangga 2 porsi ayam penyet" kata fahri spontan tanpa beban. mendengar Fahri memesan kan punya dirinya Febri hanya bisa diam tanpa menanggapi, biasanya kalo Fahri memberikan perhatian dia bakal heboh dan bahagia tapi sekarang dia tidak mau terlalu berharap banyak kepada Fahri.
"mas kapan kalian pengajuan" kata Febri tiba-tiba dan itu sukses membuat Fahri kesal dan jengkel.
"mungkin sekitar 2 bulan lagi napa feb" kata angga heran begitu juga dengan Riri.
"nggak aku nanya aja soal nya aku mau lanjut S2 rencana dan pindah ke Jogja gitu sih" kata Febri dan sukses membuat Fahri dan Angga kaget kecuali Riri.
"kenapa harus di sana kan di sini bisa Lo nggak ada bedanya " kata Angga kurang setuju.
"huh" Febri hanya menghela nafas panjang.
__ADS_1
"gini mas Febri itu mau melupakan masa lalu nya di sini banyak kenangan buruk dan itu sulit dia lupakan, dengan perginya Febri ke Jogja mungkin dia akan menemukan kehidupan yang baik dan lembaran yang baru mungkin bisa jadi pasangan yang baik dan tulus" kata riri menjelaskan panjang lebar kepada Angga dan di setujui oleh Febri serta untuk menyindir Fahri sekaligus.
sementara Fahri hanya diam saja mendengar sindiran Riri secara tidak langsung hatinya ngilu dan ia menyesal telah berbuat jahat kepada Febri. mungkin kata maaf saja tidak cukup mewakili rasa sakit yang di rasakan Febri.
"lalu kapan rencana mau berangkat feb" kata angga lagi.
"Mungkin nggak lama lagi mas aku udah daftar tinggal tunggu panggilan aja , kalo nggak dapat di sana mungkin ada di tempat lain" jawab febri santai dan itu sukses membuat Fahri menoleh padanya dengan tatapan sendu.
"ya udah kalo itu keinginan kamu kita doakan semoga kamu lancar ya feb di sana nnati" kata Angga tulus dan di balas anggukan oleh Febri, setelah berbincang bincang ringan akhirnya mereka melanjutkan kembali kegiatan yang tertunda ,Febri dan Riri Kemabli ke sekolah , Angga dan Fahri kembali ke kompi.
selama perjalanan dan akhirnya berpisah Febri juga tidak membuka suara atau pun menyapa Fahri untuk sekedar pamit, dan hal itu sukses membuat Fahri heran akan tingkah laku Febri yang biasanya kecentilan dan heboh sendiri menjadi cuek dan diam seribu bahasa.
"napa sih sama Febri kok akhir-akhir ini dia Cuek dan berubah sama gue , jarang chat, biasa ya dia suka ngabari gue tentang hal-hal Random sekarang kok gini" pikir Fahri heran terhadap perubahan yang di alami Febri belakang ini.
karena tidak mau ambil pusing akhirnya Fahri sibuk kembali dengan kegiatan selanjutnya untuk membuang rasa lelah nya.
sementara Febri dan Riri sudah kembali ke kosan mereka karena jadwal pembelajaran telah selesai dan mereka istirahat menghilang lelah sambil bercerita dan tiba-tiba riri membahas masalah tadi dak itu sukses membuat Febri kesal berasa ingin nabok sang sahabat.
"gue tahu alasan Lo mau pindah dari sini Lo mau menghindari bang Fahri kan" tanya Riri to the point.
"apan sih RI nggak kok, ngapain gue ngehindar dia " kata Febri santai padahal hatinya cemas.
"Lo nggak usah bohong Lo ngikuti gue kan kemarin pas gue ketemu sama bang Fahri" kata Riri tegas .
"nggak kok mana ada sih ngapain gue ngikutin Lo kek nggak ada kerjaan aja" kata Febri berusaha ngelak.
__ADS_1
"udah Lo nggak usah bohong lagi gue lihat bayangan Lo pas di balik dinding dan napa lo Nggak langsung nyamperin gue napa lo pergi feb kenapa" akhirnya Riri meluap emosi nya menghadapi kepolosan teman nya yang pura-pura bego.
Akhirnya dengan apa yang di ucapkan Riri membuat Febri tidak kuat lagi menahan kesedihannya nya dan dia langsung mengeluarkan keluh kesah nya pada sang sahabat.