
Akhirnya Fahri sampai di mana lokasi Febri berada dan tanpa peduli situasi dia langsung merengkuh wanita itu dalam pelukan nya dan dia memberikan ciuman di pelipis sang pujaan hati.
"dek akhirnya kamu datang juga, Abang fikir kamu tidak akan datang buat nemuin abang" kata fahri memeluk Febri.
"hu, aku pastiin datang buat ngantarin Abang ,aku nggak mau kecewain Abang dan buat Abang sedih" kata febri sambil menghela nafas panjang karena terasa sesak.
"makasih ya dek , tapi kenapa tadi kamu telat datang Abang sampai putus asa loh dek" kata Fahri sambil membingkai wajah sang kekasih untuk menatap matanya, dan perlakuan Fahri ini sukses membuat Febri salting dan gugup, karena melihat keromantisan Fahri dan di saksikan oleh banyak orang.
"maaf bang tadi itu sebenarnya aku udah pagi-pagi udah berangkat tapi ketika di jalan terjadi nya kecelakaan dan macet akhirnya aku keluar dari taksi dan lari sampai ke sini" kata Febri menjelaskan kronologi kejadian.
mendengar penjelasan Febri ,Fahri terharu dia tidak menyangka bahwa orang yang selalu dia abaikan memberikan kebahagiaan sehingga dia menyesali perbuatan nya kepada perempuan ini.
"makasih sayang Abang bahagia udah memiliki kamu yankk, kamu tunggu Abang pulang ya yankk nggak lama kok cuman 6 bulan aja , setelah Abang pulang Abang mau kasih kejutan buat kamu" kata fahri yang sukses membuat Febri syok atas ucapannya, bukan hadiah yang membuat Febri syok tapi panggilan sayang dari Fahri untuk nya. Melihat Febri yang bengong akhirnya Fahri mengguncang bahu perempuan itu untuk menyadarkan nya .
"napa bang" kata febri kaget
"kamu kenapa dari tadi Abang ngomong kok melamun" kata fahri mengintimidasi Febri.
"nggak ada kok bang, ya udah Abang hati-hati ya di sana jaga kesehatan" kata Febri memberikan semangat kepada Fahri. .
"kamu jaga diri baik-baik ya dek tunggu Abang cup" tiba-tiba Fahri mencium kening nya dan itu membuat Febri tertegun karena kaget, dan febri hanya menjawab dengan anggukan kepala dan senyum.
setelah berpamitan dan melepaskan kepergian orang terkasih mereka semua akhirnya kembali ke tempat masing-masing, begitu pula dengan Febri dan Riri sebelum itu mereka duduk di cafe untuk makan bersama. Ternyata Riri masih mengingat bahwa hari ini Febri akan pergi untuk meninggal kan dirinya demi menghindari Fahri.
__ADS_1
"feb lo jadi berangkat hari ini" tanya Riri tiba-tiba.
"iya RI gue udah beli tiket dan sebentar lagi langsung ke bandara" kata Febri menunjukkan tiket yang telah di belinya.
"lo nggak mau mikirin lagi feb , kalo gue lihat bang Fahri kayak nya udah mulai cinta sama kamu" kata Riri mencoba untuk mencegah kepergian sang sahabat.
"gue tahu RI , tapi gue pengen lihat perjuangan dan reaksi bang Fahri kalo gue udah nggak ada di sini lagi, Mungkin itu prasaan Lo aja dia nayak gitu supaya gue berharap sama dia" kata febri sendu.
"Lo salah feb gue bisa lihat tatapan cinta bang Fahri buat Lo udah ada" kata Riri mencoba meyakinkan Febri supaya berubah pikiran.
"udah lah RI Lo nggak usah ngasih gue buat berharap ke dia , dan ini surat Lo tolong kasih kek bang Fahri setelah dia pulang, ya udah gue udah mulai berangkat bentar lagi pesawat take of" kata Febri menyudahi obrolan mereka, karena Febri tahu Riri berusaha buat menghalangi kepergian nya dengan alasan Fahri supaya dia berubah pikiran, dan febri tidak mau itu terjadi lagi cukup sudah ia mengharapkan sesuatu yang tidak pasti.
Akhirnya dengan berat hati Riri mengantarkan Febri ke bandara dia merasa putus asa menasehati sang sahabat yang sudah terlanjur kecewa, dia berharap setelah ini akan ada kebahagiaan yang menanti kebahagiaan sang sahabat dan semoga Febri dan Fahri segera bersatu nantinya ,itulah dia yang di ucapkan oleh Riri.
setelah sampai di bandara Riri dan febri berpelukan mereka menguatkan satu sama lain, mereka sedih karena akan berpisah, karena biasanya mereka selalu bersama bahkan saling olok dan mengejek sehingga menimbulkan pertengkaran kecil diantara mereka, akan tetapi semua itu akan menjadi kenangan dan masa lalu , karena mereka akan berpisah dan ntah berapa lama lagi mereka akan berjumpa.
"iya RI Lo juga jaga diri baik-baik selama suami Lo pergi, karena saat ini Lo adalah seorang istri dari prajurit yang akan menanti kepulangan sang prajurit" Kata Febri bijak.
setalah mengucapkan kata perpisahan dan nasehat akhirnya febri pergi meninggalkan Riri, dan Riri memperhatikan kepergian sang sahabat dengan wajah yang sendu.
"feb gue harap Lo baik -baik aja di sana hiks..hiks..gue selalu mendoakan yang terbaik buat Lo , karena bagaimanapun Lo adalah saudara gue, dan gue berharap bang Fahri segera nemuin Lo" doa tulus Riri untuk kebahagiaan sahabat nya.
setelah mengantar kan febri ke bandara Riri langsung kembali ke kompi tempat dia yang baru , ya semenjak Riri di persunting Angga dia dan suaminya pindah ke rumah dinas yabg saat ini mereka tempati, sebagai anggota Persit Riri mebgemban tugas dan pekerjaan nya bertambah karena setelah dia mengajar dia akan mengikuti kegiatan Persit dan harus tanggung jawab pada tugas.
__ADS_1
sementara Febri yang ada di dalan pesawat merenung kan semua kejadian yang menimpa hidup mulai dari kepergian ayah tercinta, penghianat sang kekasih, kekecewaan terhadap calon masa depan yang ternyata hanya memberikan harapan palsu, dan sekarang ia akan melupakan semua itu, dan untuk menghapus jejak kepergian nya dia mengganti no handphone nya agar Riri dan Fahri tidak bisa menghubungi nya, bukan karena dia egois tapi ini demi kebahagiaan bersama, jika nanti Riri maupun Fahri memarahi nya maka ia akan menghadapi amukan mereka, karena inti sekarang dia ingin menenangkan diri.
"ri maafin gue kalo untuk sementara gue harus putus komunikasi sama Lo ,karena gue nggak mau nambah beban Lo, maaf kalo gue egois ri" kata febri sendu.
setelah melakukan perjalanan yang melelahkan akhirnya Febri berhasil mendarat di sebuah kota Jogja dimana disana impian dia untuk melanjutkan pendidikan S2 nya dan karena belum ada teman tinggal dia mencari rumah yang tidak jauh dari area kampus.
sambil mencari rumah kontrakan dan makan siang Febri keliling dan akhirnya menemui warteg yang ada disana.
"buk saya pesan nasi ayam ya " kata Febri kepada penjual.
"he iya neng silahkan duduk, nanti ibu buatin" kata ibu pemilik warteg tersebut.
"ini neng silahkan dimakan" kata si ibu.
"makasih buk" jawab Febri sambil menerima pesanan nya dan langsung dia makan , melihat itu sang pemilik warteg bertanya mau kemana gadis ini pergi membawa koper .
"neng kalo boleh tahu mau kemana ya" tanya sih ibu hati-hati.
"saya mau cari Kontrakan yang dekat dengan kampus apa sekolah gitu buk" jawab Febri apa adanya.
"Hem emang neng dari mana" kata si ibu lagi.
"saya dari Lampung buk dan saya mau melanjutkan S2 di sini sekalian mau cari kerja di sekolah-sekolah kalo ada" kata febri kembali menjelaskan.
__ADS_1
setelah mengetahui maksud dan tujuan gadis di hadapannya sang ibu pemilik warung tersebut memberi tahu bahwa ada rumah yang mau di kontrakan dan dekat dengan sekolah dan kebetulan pemilik kontrakan adalah kepala sekolah di sana.
Dan setelah mendapat informasi dari sih ibu akhirnya Febri pergi menemui sang pemilik kontrakan dan akhirnya Febri diterima dan besok nya dia di minta untuk ke sekolah SMA Yang ada tidak jauh dari taman, dan setelah itu Febri akhirnya bisa bernafas lega karena sudah dapat tempat berteduh dan pekerjaan.