Mengejar Cinta Bu Guru

Mengejar Cinta Bu Guru
Episode 16


__ADS_3

"hiks....hiks...hiks... maafin gue ri gue nggak tahu harus kek mana lagi gue capek kenapa takdir seolah mempermainkan gue ri, gue kehilangan bokap gue dan kehilangan Reno setelah gue nemuin bang Fahri dia ngecewain gue ternyata dia suka sama Lo dan bego nya gue nggak paham akan hal itu pantas aja kalo setiap gue nanya dia selalu di jawab cuek dan dingin tapi kalo sama Lo dia hangat hiks..hiks..." curahan hati Febri kepada sang sahabat. Dan akhirnya Riri memahami prasaan sahabat nya itu.


"trs Lo udah ini mau kemana" kata Riri lagi.


"gue akan pindah ke Jogja tapi gue mohon Lo jangan kasih tahu bang Fahri sama mas Angga ya gue nggak mau mereka nyari gue , cukup Lo yang tahu ya" kata Febri kembali.


mau tidak mau akhirnya Riri berjanji tidak akan memberitahu tenteram kepergian Febri karena baginya kebahagiaan sahabat lebih utama.


waktu terus berlalu dan tidak terasa kini Riri dan Angga melaksanakan pernikahan mereka, keduanya sangat bahagia dan tidak terasa air mata Febri keluar karena bahagia atas pernikahan sang sahabat.


Di sudut ruangan terlihat Fahri dalan keheningan dan mata nya tidak lepas dari sosok Febri yang telah mengusik hatinya , dan ternyata setelah pertemuan mereka itu waktu Fahri memesan kan makanan untuk Febri di sanalah Tumbu benih cinta Yang tanpa Fahri sadari.


masih memperhatikan sosok yang membuat hidup nya berantakan Fahri akhirnya mendekati febri dan berbicara padanya,


"Hem" Fahri berdehem untuk mengurangi rasa gugupnya.


"napa bang"kata febri Canggung.


"boleh aku duduk di sini" tanya Fahri lagi, Fahri tidak mau asal duduk saja dia takut jika Febri tidak nyaman dengan nya.


"Hem boleh bang" akhirnya Fahri duduk di sebelah Febri dan terus memperhatikan perempuan yang ada di samping nya ini.


Dari atas pelaminan Riri melihat sang sahabat di dekati oleh laki-laki membuat dia jatuh cinta sekaligus kecewa Riri berharap keduanya bisa bersatu kembali dan mengikat janji suci pernikahan yang halal seperti dia dan Angga.


"yank kamu kenapa kok mas perhatiin kamu ngeliati Febri Mulu" Kata Angga penasaran.


"nggak apa-apa mas aku senang lihat mereka bersama lagi" jawab Riri untuk meyakinkan Angga. Dan hanya di balas anggukan dari sang suami.


sementara itu Febri dan Fahri masih Beta dengan keheningan nya sehingga Fahri berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


"Hem dek" kata fahri lirih, Febri mendengar Fahri memanggil nya dengan panggilan seperti itu dan lembut hampir saja tersentu dan segera ia menguasi keadaan.


"iya kenapa bang" jawab febri.


"kamu udah makan"? Fahri berusaha memberikan perhatian kecil berharap Febri mau memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki hubungan mereka.


"nanti ,abang kalo mau makan nggak apa-apa bang aku nanti" kata Febri .


Fahri hanya diam dan menganguk kan kepala saja, dan tak lama Fahri pergi meninggalkan Febri sendiri.


sepeninggalan Fahri Febri kembali bersedih ternyata hatinya masih terbuka untuk Fahri, bahkan sangat sulit membuang Fahri dari hati nya.


" Hem bang semoga nanti setelah ini kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu aku senang bisa menjadi bagian hidup kamu walaupun sementara, aku harap setelah kepergian aku Abang tidak lagi risih dan kesal karena pengganggu Abang sudah pergi jauh" kata hati Febri sambil menatap punggung Fahri dan tidak terasa air mata nya jatuh.


melihat Fahri mendekat kembali padanya Febri pura-pura fokus ke depan sampai ada deheman seseorang yang mengagetkan nya, bukan kaget sih tapi dia pura-pura kaget supaya Fahri tidak curiga padanya.


"eh Abang kok di sini lagi" kata Febri refleks


"hehe" Febri hanya terkekeh merutuki kebodohan nya. Dan itu membuat Fahri gemes melihat tingkah laku calon istri nya.


eh kok calon istri, iya Fahri sudah mengklaim bahwa Febri akan menjadi calon istri nya, walaupun Fahri sendiri belum melamar febri Secara resmi, Fahri ingin memberikan kejutan untuk sang kekasih setelah ia pulang dari satgas , ya ternyata Fahri dan Angga dapat tugas satgas ke Sulawesi dan itu cukup memakan waktu 6 bulan lamanya, maka dari itu Angga mengikat Riri sebelum keberangkatan nya, sedangkan untuk Fahri dia akan pengajuan setelah pulang satgas dari Sulawesi nanti.


Dan ternyata tanpa Fahri dan Angga ketahui Febri sudah akan berangkat setelah kepergian mereka , Febri akan mengubah kehidupan nya dan berusah melupakan Fahri .


"Dek ini makan dulu Abang nggak mau kamu sakit ,nanti buat Abang nggak fokus tugas " kata fahri menyerahkan ****** berisi nasi lengkap dengan lauknya.


"heh iya makasih bang maaf merepotkan Abang , aku bisa kok ngambil sendiri" jawab Febri grogi , bagaimana tida gugup kalo tiba-tiba Fahri perhatian padanya.


ketika sedang makan Fahri terus memperhatikan Febri dia sendiri gemas terhadap perempuan itu yang makan nggak ada jaim-jaim nya apa lagi depan laki-laki , walupun begitu Fahri Sangat bahagia atas respon yang Febri karena perempuan itu masih bersikap biasa saja kepada nya padahal dia sendiri sudah banyak menyakiti hati perempuan malang itu.

__ADS_1


saat Febri makan dan tiba-tiba terbatuk buru-buru Fahri memberikan gelas berisi air kepadanya.


"uhuk...uhuk....uhuk.." Febri sambil memikul dada nya untuk menghilangkan rasa pedih.


"nih minum" Fahri menyodorkan air kepadanya.


"makanya makan itu pelan -pelan dek Abang nggak minta kok" ketus Fahri kesal , Fahri bukan kesal tingkah laku perempuan itu tapi ia khawatir jika terjadi apa-apa pada sang kekasih.


"maaf bang ,prasan udah pelan kok" sahut Febri tidak mau di salah kan .


melihat Febri tidak mau di Salah kan akhirnya Fahri diam saja tanpa membalas ucapan keras kepala Febri, melihat sudut bibir nya ada sisa air Fahri berinisiatif membersihkan sudut bibir Febri tanpa tisu , ia menggunakan kan ibu jari nya untuk mengelap bibir itu dan prilaku Fahri sukses membuat Febri menegang dengan jantung berdebar kencang.


melihat respon Febri yang gugup Fahri mencairkan suasana karena jujur dia sendiri pun gugup karena khilaf.


"maaf Abang nggak sengaja dek" kata fahri tersenyum tulus.


"iya nggak apa-apa bang makasih bang" jawab Febri tulus juga.


"Dek lusa Abang mau berangkat abang minta kamu hadir ya di sana temeni Abang untuk berangkat satgas" pinta Fahri memohon.


"iya bang aku janji akan ada besok dalam kehangatan Abang" Febri juga berkata demikian untuk melihat Fahri terakhir kali.


"makasih sayang" ucap Fahri sengaja menggoda Febri.


"Abang apaan sih nggak lucu tahu" kata Febri ketus dan itu untuk menutupi kegugupannya.


"jadi adek nggak sayang sama Abang" kata fahri sendu , ntah kenapa mendengar kata-kata yang keluar dari mulut wanita nya membuat ia sedikit melow dan sedih.


"ya ampun maaf bang aku bercanda, aku juga sayang kok sama Abang" balas Febri untuk menebus kesalahan nya.

__ADS_1


Mala semakin larut dan semua tamu undangan sudah pada pamit pulang begitu lun dengan Fahri dan febri, Fahri mangantar kan sang kekasih sampai di kosan dia tidak mau sang kekasih kenapa-kenapa nantinya.


__ADS_2