
6bulan kemudian
sesuai surat perintah tugas akhir Fahri dan Angga pulang ke kota tempat mereka dinas, Fahri dan Angga sangat bahagia dan senang akhirnya bisa bertemu dengan wanita yang di cintanya.
"ri kayak nya Lo senang banget pulang kali ini" kata Angga menimpali.
"jelas dong ,lu aja seneng kan" kata fahri sinis.
"jelaslah gue udah kangen sama istri gue rencaan pengen honeymoon lah Lo kangen sama siapa coba" kata Angga meledek Fahri.
"is benar-benar deh Lo gue itu kangen sama calon istri gue paham Lo , lihat aja Lo pulang gue dari sini gue bakal pengajuan nikah gue nggak mau nunda-nunda ntar calon Persit gue di ambil orang" kata fahri menjelaskan kepada Angga, dan Angga hanya mengangguk saja sebagai respon kalo setuju atas pendapat sang sahabat.
"gue doakan semua lancar bro" doa tulus Angga untuk sahabat nya.
"thanks bro" jawab Fahri tulus.
mengetahui sang suami akan segera pulang Riri sangat bahagia dan sedih , bahagia bisa bertemu sang suami dalan keadaan sehat dan baik, sedih tidak tau akan menjawab apa ketika Fahri bertanya mengenai sang sahabat, yang dia sendiri tidak tahu keadaan sahabat nya apa masih hidup apa sudah meninggal karena sudah 6 bulan mereka tidak komunikasi.
"hiks....hiks... feb hari ini mereka pulang aku nggak tau mau jawab apa jika bang Fahri nanyai kamu? aku takut dia kecewa dan sedih , aku mohon feb kasih kabar ke aku apa yang harus aku lakukan saat ini aku bingung hiks...hiks..." kata Riri bersedih.
__ADS_1
sementara di kota lain Febri sedang ada di kontrakan dia tidak pergi kemanapun karena hari libur, tiba-tiba iya teringat akan Fahri yang akan pulang hari ini dari satgas.
"bang kamu pulang hari ini? maaf kalo aku nggak nyambut kepulangan kamu maaf kalo aku ingkar janji bang maaf kan aku hiks....hiks... mungkin kamu akan kecewa dan mungkin kamu tambah benci sama aku maafin aku bang hiks....hiks...hiks...aku nggak sanggup buat ketemu kamu, aku nggak sanggup kecewa lagi bang maafin aku bang aku harap kamu bahagia hiks..hiks. " tangis febri pecah mengingat semua yang terjadi pada dia dan Fahri.
Pada hari ini seluruh ibu-ibu Persit batalion 144 berkumpul mereka akan menyambut kepulangan sang prajurit begitu pula Riri yang sangat bahagia menyambut kepulangan sang suami dalam keadaan yang sehat tanpa kurang suatu apapun.
ketika mereka memasuki kawasan kompi mereka mencari keluarga masing-masing begitu pula Fahri dan Angga ketika melihat Riri, Fahri dan Angga menuju kesana , Riri yang melihat sang suami datang menghampiri nya dia langsung bergegas dan memeluk snag suami.
"hiks. hiks... akhirnya kamu pulang mas , aku kangen sama kamu"? kata Riri sambil Segugukkan.
"aku sudah pulang sayang udah kamu nggak usah sedih ya aku udah di sini kok sama kamu" jawab angga sambil mencium sang istri dan di balas dengan anggukan dari Riri.
"RI mana Febri kok dia nggak kelihatan" tanya Fahri. dan itu sukses membuat Riri bungkam bingung mau jawab apa , melihat sang istri dia saja Angga pun jadi penasaran karena tidak biasanya sang istri seperti ini.
"yank Febri kemana biasanya dia ada di sini" kata Angga bertanya sekali lagi dan itu sukses membuat Riri Manangis kejer.
"hiks....hiks.. hiks..." tangis Riri pecah. Melihat Riri nangis Angga dan Fahri menjadi was-was takut terjadi apa-apa diantara mereka.
"kamu kenapa yank coba jelasin nya pelan-pelan sama kita" kata Angga lembut. mendapati desakan dari sang suami dan sahabat akhirnya Riri menceritakan semua nya dan itu membuat Fahri lemas seketika.
__ADS_1
"mas hiks...hiks... sebenarnya Febri pergi dari sini hiks...hiks..." kata Riri sambil menangis.
"maksudnya apa ri" kata fahri shok.
"iya bang ,Febri pergi ke Jogja dan sudah 6 bulan kami tidak komunikasi, bahkan no ponsel nya tidak aktif lagi" kata Riri menjelaskan apa yang terjadi.
"kapan dia pergi ri" kata fahri seakan tidak percaya bahwa wanita yang dia cintai pergi meninggalkan nya , ia dia sudah menetapkan hatinya untuk mencintai Febri seorang, akan tetapi sekarang wanita itu ntah ada di mana dia sendiri bingung kenapa di saat dia Mulai mencintai wanita itu, wanita itu justru malah pergi meninggalkan dia sakit... itulah yang di rasakan Fahri, tapi ini juga kesalahan nya seharusnya dia mengungkapkan perasaan nya kepada wanita itu sebelum dia pergi sekarang hanya penyesalan yang ia rasakan dan ia berjanji akan segera menemukan belahan jiwanya sampai ke ujung dunia pun, itu lah tekad Fahri sekarang.
"Bang ini ada titipan dari Febri sebelum dia pergi, dia berharap abg selalu sehat dan abg segera menemukan cinta abg" kata riri menyampaikan pesan Febri.
setelah menerima surat dari sang kekasih Fahri pergi meninggalkan mereka dan itu membuat Riri semakin sedih.
"mas apakah bang Fahri marah sama aku" kata Riri kepada sang suami.
"nggak yank mas yakin kok, Fahri hanya kaget aja mengetahui kepergian Febri, padahal setelah ini dia ingin pengajuan nikah dan segera melamar febri, tapi sepertinya harapan Fahri pupus" Angga menjelaskan semua nya pada sang istri.
mendengar penjelasan sang suami Riri sangat sedih harusnya sang sahabat bisa berbahagia sama seperti dirinya. Akhirnya Riri dan Angga pulang ke rumah mereka untuk beristirahat.
sementara Fahri telah sampai di barak dan beristirahat dia menjatuhkan bobot badannya ke ranjang dan memperhatikan surat yang masih berada di dalam genggaman tangan nya.
__ADS_1
"dek kenapa kamu malah ninggalin abg kamu janji nggak akan ninggalin abg sekarang kamu malah pergi, apa kesalahannya abg terlalu besar sama kamu sehingga kamu menghukum Abang dengan cara seperti ini kenapa sayang, kenapa kamu nggak menghukum abg dengan cara lain , kenapa harus seperti ini, sudah 6 bulan kamu pergi tanpa kabar, bagaimana kamu di sana hiks....hiks....hiks... abg kangen sama kamu dek, abg pengen ketemu kamu, apakah kamu lupa janji kita sayang setelah abg Pulang kita akan pengajuan nikah , apa kamu nggak mau nikah sama abg dek hiks...hiks... abg janji abg akan segera cari kamu abg akan menemui kamu , abg akan buat kamu bahagia sayang dan menghapus semua kesedihan kamu abg janji" kata fahri kepada figuran yang ada di ranjang ya, iya itu figuran foto mereka berempat di mana di sana ada sang kekasih yang tengah tersenyum manis menutupi kesedihannya.