
sesampainya di rumah Fahri dan febri segera masuk bersama dan melepaskan rindu yang sudah hampir 1 tahun tidak bertemu.
"bang mau minum apa ntr aku buatin" tawar Febri kepada sang suami.
"teh hangat aja yank kayak nya enak"jawab Fahri menimpali.
"oke" segera Febri berlalu.
Selepas kepergian sang istri Fahri segera membuka baju dan terasa gerah saat ini dia telanjang dada untuk menghilangkan gerah nya, sesekali Fahri memperhatikan arah di mana sang istri pergi, tetapi lama menunggu akhirnya ia menyusul sang istri, dilihat nya wanita itu sedang memanaskan air dan menyiapkan makanan di meja , melihat itu semua Fahri sangat bahagia dan ia menuju sang istri dengan memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
sementara Febri setelah menawarkan sang suami minum segera bergegas ke dapur tapi sebelum itu ia berganti pakaian karena kegerahan memang semenjak hamil dia menggunakan pakaian yang sedikit terbuka itu hanya di dalam rumah saja. setelah sampai di dapur wanita itu segera membuat kan teh hangat beserta cemilan untuk sang suami tercinta, setelah semua siap Febri menaruh di atas meja, tetapi tiba-tiba ada sebuah tangan melingkar di perut nya dan ia tahu itu pasti suami nya.
"bang" panggil febri.
"Hem bentar yankk seperti ini dulu" jawab Fahri tidak lupa bibir nya menjelajahi leher sang istri dan itu membuat febri merasa geli.
"papa ayo dong katanya mau makan ini keburu dingin" kata Febri memerintah.
mendapat perintah ibu negara akhirnya Fahri bergegas dia tidak mau nanti ibu negara nya marah.
"siap ibu negara" kata fahri sambil hormat. Febri yang melihat itu hanya terkekeh.
Setelah makan siang bersama mereka bersantai di ruang tamu, Febri bermanja manja dengan sang suami , wanita itu duduk di pangkuan sang suami bukan di kursi.
"yankk kok duduk di sini" kata Fahri heran, bukan karena apa biasanya dia meminta wanita itu untuk duduk di pangkuan nya malah perempuan itu nolak dan bilang malu lah sekarang tanpa di minta malah duduk sendiri.
"Hem pengen kayak gini bang" timpal febri sambil meletakkan kepala di dada bidang Fahri yang telanjang dada.
"Hem tumben manja" kata fahri lagi.
"nggak tau" jawab febri singkat.
"Apa ini karena anak papa ya" tanya fahri sambil mengelus perut sang istri.
"mungkin" jawab febri.
Lama kelamaan mendapat elusan tangan Fahri Febri tertidur dan itu sangat nyaman untuk dirinya, Fahri yang tidak mendapat respon sang istri melihat wanita itu tertidur tidak tega dan akhirnya Fahri menggendong ala bridal style tubuh istrinya.
"istirahat ya istriku sayang ,maaf jika aku suka buat kamu kecewa, aku janji setelah ini aku akan bahagiain kamu, cup ,anak papa baik-baik ya jangan buat mama lelah" kata fahri sambil mencium bibir dan perut sang istri.
Akhirnya lama-lama Fahri juga ikut terlelap bersama istri tercinta dan mereka saling memeluk satu sama lain.
Tak terasa sudah 3 jam mereka tidur dan bangun merasa lapar akhirnya Fahri bangun dan bergegas membersihkan diri. setelah 15 menit membersihkan diri dia membangun kan sang istri karena akan mengajak istrinya jalan-jalan ke mall.
"sayang bangun yuk udah sore" kata fahri sambil mencium bibir sang istri.
"is abg apaan sih nyosor Mulu aku tuh belum mandi" jawab febri jutek.
"ya walaupun belum mandi kamu tetap cantik ko yank" kata fahri sedikit gombalan.
"AU ah sebal deh" jawab Febri cemberut.
__ADS_1
"udah nggak usah cemberut gitu, mandi gih udah ini kita mau jalan-jalan ke mall" kata Fahri sambil merapikan rambut sang istri.
"bener abg nggak bohong" tanya febri memastikan.
"nggak dong yankk usah sana mandi apa mau abg mandiin" tawar Fahri dengan tersenyum mesum.
"is apaan sih abg mesum" jawab febri langsung ngibrit ke kamar mandi. Melihat kelakuan sang istri Fahri hanya terkekeh.
Setelah mereka membersihkan diri, mereka siap-siap akan berangkat dan makan malam di luar.
"yank kok kamu cantik banget sih nggak jadi lah kalo gitu" kata fahri mulai sewot.
"is abg apan sih nangis aku loh" kata febri mata berkaca-kaca.
"eh kok nangis ya udah jadi abg tuh nggak iklas kami di lihat sama orang lain loh yankk , kamu tuh cantik" kata Fahri lagi
"tau ah berangkat sekarang nggak usah protes" jawab febri menatap horor sang suami.
Mendapat tatapan horor istrinya Fahri akhirnya nurut saja, setelah menempuh perjalanan 30 menit mereka sampai di mal dan berkeliling.
"sayang kamu ada yang mau di beli" tanya Fahri.
"nggak deh mas aku mau nonton bioskop" kata febri manja.
"oke deh kalo gitu" jawab Fahri menyetujui. Akhirnya mereka menonton bioskop dengan film romantis, Setelah 1 jam nonton mereka keluar dan mencari makan malam karena perut sudah keroncongan. setelah mendapat kan lokasi yang di inginkan mereka memesan makanan akan tetapi tiba-tiba wanita hamil ini kebelet dan Segera ingin ke toilet.
"bang adek mau ke toilet ya" pamit febri pada sang suami.
"nggak usah deh adek sendiri aja" jawab febri segera berlalu ke toilet untuk menuntaskan hajatnya.
Selepas kepergian istrinya Fahri mengecek ponselnya dan tiba-tiba ada perempuan yang memanggil nya dan alangkah terkejutnya Fahri melihat sang mantan yang dulu di cintai nya ada di sini .
"Fahri kamu apa kabar" tanya Melisa tiba-tiba duduk di depan Fahri.
"kamu" jawab Fahri kaget.
"iya ini aku RI kamu apa kabar" ulang Melisa sekali lagi.
"aku baik" jawab Fahri ketus.
"Mendapat jawaban ketus Fahri Melisa tidak pantang menyerah untuk mendapatkan hati Fahri kembali.
"kamu makin tampan aja ri " kata melisa memuji.
"makasih" kata Fahri acuh.
" ri aku minta maaf ya udah nyakitin kamu jujur ri aku masih cinta sama kamu , aku sayang sama kamu ,aku mau balikan sama kamu, kita wujudkan harapan kita yang tertunda kan ri" tanya melisa sambil memegang tangan Fahri.
Sementara di toilet febri telah membuang hajat nya dan telah selesai "uh lega banget deh , sayang kamu nggak apa-apa kan kita jalan dulu sama papa ya" gumam febri sambil mengusap perut nya.
setelah balik dari toilet Febri kembali di mana sang suami ada di sana dan alangkah terkejutnya dia melihat mantan sang suami ada di sana dan lebih parahnya wanita itu mau balikan sama suaminya dan itu membuat febri murka.
__ADS_1
"gila tuh cewek mau balikan sama suami gue , nggak akan gue biarkan dia , gue kasih pelajaran ni orang" kata febri dengan mengepal tangan dan tersenyum sinis.
sementara Fahri yang mendengar wanita itu masih mencintainya mulai goyah dan memang kalo boleh jujur fahri masih memiliki sedikit rasa untuk wanita itu karena bagaimanapun wanita itu adalah cinta pertama nya yang sulit untuk di lupakan.
"maaf aku nggak bisa balikan sama kamu" kata Fahri menjawab pertanyaan Melisa.
"kenapa RI apa kamu udah nggak cinta sama aku jawab" kata Melisa mendesak Fahri.
"bukan itu Mel jujur aku masih ada rasa buat kamu tapi itu nggak mungkin kita bersatu karena aku udah ada istri" timpal Fahri dan membuat Febri dan Melisa kaget, Febri kaget karena Fahri masih ada rasa untuk melisa sementara Melisa kaget karena Fahri sudah mempunyai istri.
"apa kamu udah nikah"teriak Melisa.
"iya Mel" jawab Fahri.
"tapi kamu bisa kan menceraikan dia dan kita bisa sama-sama bukannya kamu masih ada rasa sama aku RI dab itu berarti kamu nggak cinta kan sama istri kamu" timpal Melisa dengan percaya diri.
"iya aku memang nggak cinta sama dia ,aku hanya kasihan sama dia makanya aku nikahi dia karena dia sama patah hati seperti aku" jawab fahri, sementara febri yang mendengar jawaban sang suami sangat sedih bahkan hatinya hancur.
"bang tega kamu bohongi aku ya Allah sakit banget rasanya setelah aku mencintai dia ternyata dia bohong hiks...hiks..." kata febri lagi.
"lalu kenapa kamu bertahan ri" desak Melisa lagi. Fahri mau menjawab karena apa dia bertahan pada sang istri, febri sudah tidak kuat lagi akhirnya datang menghampiri mereka.
"karena aku.... bang" panggil febri dan percakapan Fahri terputus.
Fahri yang melihat sang istri berderai air mata Sangat kaget bukan main begitu juga dengan Melisa yang tidak menyangka jika istri Fahri adalah wanita yang di temuin nya waktu itu.
"sayang kamu kenapa" kata fahri syok.
"Fahri jadi ini istri kamu cewek kampung ini" kata Melisa setengah mengejek.
"diam kamu Mel" kata fahri emosi karena sang istri di hina.
"loh kenapa bukannya dia emang cewek kampung, liat dia aja di buang sama Reno demi aku" timpal Melisa sombong nya.
Febri yang mendengar hinaan dan cacian wanita gila itu tidak tahan lagi dia mengeluarkan air matanya, dia tidak menyangka kenapa takdir mempermainkan dirinya seperti ini.
sementara Fahri yang melihat sang istri menangis Sangat bersalah seharusnya dia tidak bertemu mantannya.
"sayang" panggil Fahri.
"maaf bang aku mau pulang" kata febri meninggal kan Fahri dan Melisa , ia menangis Segugukkan dan tidak menyangka Fahri tega menyakiti hatinya.
"hiks...hiks ... bang kenapa kamu tega lakukan ini ke aku salah aku apa" kata febri sedih dan ia memutuskan untuk pulang menggunakan taksi.
sementara Melisa melihat kepergian wanita itu sangat bahagia akhirnya dia bisa kembali bersama Fahri. sementara fahri dia sangat terpukul telah menyakiti hati sang istri, seharusnya dia tidak melakukan itu kepada febri bagaimana pun wanita itu adalah istrinya.
" ri kamu lihat kan dia pergi udah lah sekarang kita menata masa depan kita dan aku janji akan menjadi yang terbaik buat kamu dan aku tahu kamu lebih milih aku dari pada dia" kata Melisa percaya diri. Fahri yang mendengar wanita itu menghina istrinya dia langsung naik pitam dan emosi.
"iya awal nya aku kasihan sama dia dan nikahi dia tapi lambat laun aku cinta sama dia dan iya aku masih ada rasa cinta untuk kamu dan setelah kamu nyakitin aku aku akan hapus rasa itu ke kamu dan akan aku rubah menjadi rada benci. dan jujur sekarang aku lebih mencintai istri aku karena dia wanita yang baik dan dia tidak pengkhianat, dan ingat aku harap setelah ini kamu jangan ganggu aku lagi , dan kita sudah tidak ada hubungan apapun" tegas Fahri emosi dan segera berlalu mengejar sang istri.
sementara Melisa yang mendengar semua ucapan Fahri jadi emosi dan stres, "Fahri kamu nggak boleh kek gini kamu itu milik aku arggg" kata Melisa frustasi, dan segera meninggalkan resto tersebut.
__ADS_1