Mengejar Cinta Bu Guru

Mengejar Cinta Bu Guru
Berbaikan


__ADS_3

Setelah mendengar semua percakapan Fahri dan Melisa, Febri sangat sedih di sepanjang perjalanan dia hanya menangis saja, melihat itu sang sopir hanya diam dan tidak berani bertanya.


"Mbak ini mau kemana" tanya sopir taksi tersebut.


"asrama tentara pak" jawab febri kemudian. Akhirnya sang sopir mengantarkan wanita hamil itu ke asrama TNI dan sesampainya Febri langsung memberikan tanpa mengambil kembalinya.


"ini pak makasih ya" kata Febri tulus.


"sama-sama, mbk kembalian nya" teriak sang supir. Febri hanya diam saja dan pergi melewati penjagaan. Sementara sang sopir hanya diam dan langsung memutar kemudi nya.


" malam buk" sapa penjaga heran pasal nya Febri pergi tadi bersama Fahri dan sekarang wanita itu pulang sendiri.


"malam pak , permisi" balas Febri sopan dan akhirnya dia langsung pulang ke rumah nya.


Tiba di dalam rumah Febri semakin jadi menangis bahkan dada nya sampai sesak.


"hiks....hiks....hiks... bang kamu tega sama aku, salah aku apa ,aku pikir kamu emang cinta sama aku makanya kamu nikahi aku ternyata itu semua bohong kamu jahat bang hiks....hiks..." ucap Febri Segugukkan.


Sementara Fahri kelabakan tidak menemui sang istri dan itu membuat dia cemas bukan main , apalagi saat ini sang istri sedang mengandung, itu sangat menakutkan bagi nya .


"sayang kamu dimana ,maafkan aku sayang aku nggak ada maksud buat nyakitin kamu, aku memang masih ada rasa sama melisa tapi rasa itu terkikis dan sekarang hanya kamu yang aku cintai maafin aku ,kemana aku harus nyari kamu" gumam Fahri.


Setelah hampir setengah jam dia berkeliling mencari sang istri yang tak kunjung ketemu ia sangat frustasi.


"arggggg kamu dimana sayang jangan buat aku cemas hiks....hiks..." timpal Fahri menyesal. "apa kamu sudah pulang sayang, ia sebaiknya aku periksa rumah" gumam Fahri akhirnya menuju jalan pulang.


Sesampainya di gerbang penjaga Fahri menanyakan apakah sang istri sudah kembali apa belum.


"malam pak Fahri" kata penjaga ramah.


"malam juga ,Hem apa kalian lihat istri saya" tanya Fahri lagi.


"siap ijin ibu Febri sudah kembali dari satu jam yang lalu pak" papar penjaga.


"terima kasih kalo gitu saya permisi" balas Fahri dan diangguki oleh penjaga.


Sesampainya di rumah Fahri sangat lega dan ia masuk kedalam melihat rumah sudah gelap pertanda orang telah istirahat, akhirnya Fahri masuk ke kamar dan berganti pakaian setelah itu dia duduk di tepi ranjang melihat wajah sang istri yang masih ada bercak sisa air mata.

__ADS_1


"sayang maaf jika aku nyakitin kamu, maaf jika aku banyak kecewain kamu" kata fahri sambil tangannya mengelus pipi sang istri.


Sebelum kepulangan fahri, Febri masih Segugukkan di ruang tamu dia masih kecewa sama prilaku sang suami yang telah menyakiti nya.


"bang jika kamu mau kembali dengan mantan kamu aku ikhlas mungkin ini takdir hidup aku hiks...hiks...hiks... sayang kalo nanti papa kembali sama masa lalu nya kita nggak usah sedih ya, kita harus bahagia mama akan selalu ada untuk kamu nak" gumam febri sambil menangis dan mengelus perut nya , setelah lama menangis Febri kelelahan dan ia kembali ke kamar untuk segera ganti pakaian dan menuju alam mimpi.


Fahri masih mengelus pipi sang istri dan sekali kali mengucapkan kata maaf dia sangat menyesal menyakiti hati wanita ini. Sementara Febri merasa ada seseorang yang mengelus pipi dan kepalanya segera bangun dan betapa kagetnya dia melihat sang suami sudah kembali. Seharusnya dia senang kalo Fahri kembali dan dia ingin memeluk lelaki itu,tapi segera di urungkan ketika mengingat kejadian di mall tadi.


"sayang kamu udah bangun" tanya Fahri lembut dan tersenyum manis. Sebenarnya febri bahagia dan tersanjung melihat sikap manis Fahri, akan tetapi ia menepis semua itu bahwa ternyata Fahri tega menyakiti hatinya dan bahkan pura-pura mencintai nya.


sementara Fahri yang tidak mendapatkan respon sang istri sangat takut , karena ia melihat tatapan kekecewaan di mata sang istri jujur Fahri tidak mau kehilangan wanita ini ,karena bagaimanapun dia adalah belahan jiwa Fahri , Fahri sungguh tidak akan sanggup jika harus kehilangan guru cantik ini.


"sayang" ulang Fahri.


"aku mau istirahat" akhirnya Febri kembali tidur dan meninggalkan Fahri.


Pagi hari nya Febri sudah bangun dan ia melihat Fahri ada di hadapannya, segera ia beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah 15 menit ia langsung mengganti pakaian kerja nya dan menuju dapur, febri menyiapkan sarapan untuk dia dan sang suami , setelah semua selesai Febri kembali ke kamar dan menyiapkan pakaian sang suami setelah nya ia berangkat ke sekolah dengan hanya minum susu bumil tanpa membangun kan sang suami.


30 menit berlalu Fahri bangun dan mandi dia tersenyum melihat pakaian nya telah siap , walaupun kondisi marah wanita itu tidak melupakan kewajiban nya sebagai seorang istri, selesai berpakaian Fahri segera ke dapur untuk sarapan pagi dan ia kecewa karena sang istri tidak ada di sana , wanita itu hanya meninggalkan memo saja.


^^^Abang sarapan dulu aku pergi jangan nggak sarapan nanti sakit^^^


"sayang sepi nggak ada kamu aku nggak nafsu makan kek gini plis jangan lama ngambek nya aku nggak sanggup" gumam Fahri sambil sarapan sedikit dan setelah nya dia langsung ke kantor.


Beberapa jam kemudian


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore , Fahri sudah kembali ke rumah dia melihat rumah masih kosong dan sang istri belum kembali, dan ini membuat lelaki itu menjadi cemas bukan main dia takut akan hal yang tidak diinginkan terjadi kepada sang istri.


"sayang kamu kok belum pulang apa aku telpon ya " gumam Fahri khawatir.


Baru saja dia mau menghubungi wanita itu, Febri sudah sampai di rumah dan Fahri sangat lega.


"Assalamualaikum" sapa febri dingin dan tidak lupa mencium tangan Fahri takzim.


"waalaikumsalam sayang kamu ko baru pulang,abg khawatir sama kamu" jawab Fahri menimpali.


Akan tetapi wanita hamil itu tidak menggubris Omong sang suami dia langsung masuk ke dalam kamar dan segera mandi, setelah itu dia langsung berganti pakaian,dan membuat susu hamil dan Vitamin karena tadi dia merasa kram atas perut nya yang telah masuk bulan ke 8.

__ADS_1


Fahri yang tidak mendapatkan respon sang istri sangat kecewa pertanyaan tidak di gubris dan di peduli kan , jujur Fahri Sangat khawatir melihat raut wajah sang istri yang pucat, apalagi sang istri tanpa kelelahan, akhirnya Fahri memutuskan untuk membersihkan diri, setelah itu dia bergabung dengan istrinya.


Febri yang melihat kedatangan Fahri Segera membuat kan kopi sementara laki-laki itu hanya memperhatikan saja. Setelah menyeduh kan kopi febri meletakkan di hadapan sang suami , dan segera beranjak meninggalkan Fahri, akan tetapi sebelum wanita itu meninggal dia sendiri Fahri langsung mencekal lengan sang istri dan berdiri menghadap wanita itu.


"sayang kamu mau kemana" tanya fahri dengan memegang tangan sang istri.


"aku mau istirahat" jawab Febri datar.


"sayang kamu belum makan apapun loh yankk, abg khawatir sama kamu" cegah Fahri lagi.


"aku capek kalo kamu mau makan silahkan kamu nggak usah peduli sama aku , aku nggak butuh belas kasih dari kamu" jawab febri kemudian.


"sayang pikirin anak kita dia butuh nutrisi" jelas Fahri bersabar.


"aku tahu apa yang terbaik untuk anak aku dan kamu nggak usah sok peduli" sarkas febri.


Mendapat respon sang istri Fahri kehabisan kesabaran dan tanpa sadar dia membentak sang istri.


"Febri" kata Fahri dengan suara tinggi dan itu membuat Febri kaget bukan main dan tanpa sadar air matanya menetes. Fahri yang melihat sang istri bersedih menjadi menyesal .


"sayang maafin aku, aku nggak bermaksud bentak kamu" sesal Fahri.


"hiks...hiks...hiks... salah aku apa sama kamu ,kalo kamu merasa aku beban kamu lebih baik kamu kembali kan aku sama orang tua aku" jawab febri Segugukkan.


"sayang nggak aku nggak maksud nyakitin kamu yankk, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu" jelas Fahri kembali.


"sudah lah kamu nggak usah buat aku harapan bang aku capek di permainkan kek gini hiks...hiks...aku mau cerai dari kamu" jawab febri dan itu membuat Fahri tersentak kaget.


"nggak sayang abg mohon sama kamu ,abg Nggak mau pisah sama kamu, abg mau kita sama-sama sampai maut memisahkan kita" terang Fahri.


"abg nggak cinta sama aku,abg hanya kasihan sama aku, abg nggak usah bohong lagi bang,aku ikhlas abg kembali sama dokter itu karena wanita itu adalah cinta pertama abg aku ikhlas abg sama dia asal abg bahagia" jelas Febri dengan berderai air mata.


"nggak sayang abg nggak mau ,abg awal nya memang masih ada rasa sama Melisa tapi karena ada kamu yang selalu ada untuk abg ,abg jadi luluh bahkan cinta abg sama kamu jadi kuat yankk" papar Fahri.


"abg nggak usah bohong aku nggak apa-apa bang aku akan besarkan anak kita dengan sendiri" jawab febri tidak yakin.


"sayang abg mohon abg cinta sama kamu abg bakal buktiin sama kamu yankk, nggak ada cewek lain di hati abg selain kamu jadi abg mohon" jelas Fahri dengan air mata yang menetes di wajahnya.

__ADS_1


Febri yang melihat ketulusan dari sang suami akhirnya luluh kembali dan mereka akhirnya bersatu kembali, Febri telah memberi maaf kepada Fahri sedangkan Fahri akhirnya lega kesalapahaman dia dan sang istri sudah selesai dan mereka akhirnya saling memaafkan satu sama lain.


__ADS_2