
pagi hari di hebohkan oleh dua orang sahabat,siapa lagi kalo bukan Riri dan febri, mereka beradu argument mengenai hal tidak ada faedahnya sama sekali.
"Ri menurut kamu para Tentara yang di dekat sekolah kita ada yang tampan nggak ya (kata febri sambil berfikir)".
"mana aku tahu feb, kan aku nggak lihat (jawab Riri)".
"ri btw ni yeh taruhan kemarin jadi nggak, (kata febri mengingat kan)".
"Teruhan apa sih feb, (jawab Riri lupa akan kesepakatan mereka)".
"Lah loh pura-pura lupa apa takut ni, (tanya febri mengintimidasi Riri)".
"srius deh gue lupa Bambang, (jawab Riri setengah kesal)".
"ni ye gue ingetin, kan besok katanya ada komandan kompi yang baru tuh, na gimana kita taruhan siapa yang berhasil mendapatkan hati komandan tersebut maka yang kalah akan membayar kosan yang menang gimana" tanya Febri bahagia.
"loh gila ya ogah gue rugi kosan mahal belum lagi gaji kecil" kata Riri tidak terima.
"ah bilang aja loh takut kan" Febri mencibir Riri.
"Dih siapa juga yang takut" jawab Riri tidak terima di remeh kan sahabat nya itu.
"jadi gimana" Febri memastikan kembali.
"oke deal gue setuju" dan mereka berjabat tangan tanda kesepakatan.
sementara di bataliyon 144 terdapat sekumpulan para prajurit yang sedang di hadapkan oleh komandan baru mereka siapa lagi kalo bukan Letda Fahri, Fahri di beri amanah untuk memimpin kompi ini sebagai pengganti komandan lama yang sekarang di mutasi kan ke Bandung Jawa barat.
"selamat bertugas dan mengemban amanah komandan fahri" kata komandan lama.
"siap terima kasih Ndan semoga Ndan sendiri juga begitu" jawab Fahri.
setelah berbincang bincang akhirnya acara perpisahan dan penyambutan selesai di laksanakan.
setelah acara selesai Fahri dan Angga mereka berkeliling sehingga sampai lah mereka di tempat sekolah mereka dahulu dimana Febri dan Riri mengajar di sana.
"Ri gimana kalo kita jalan ke sekolah kita dulu mau nggak" tanya angga.
"oke " jawab Fahri.
Dan akhirnya mereka berkeliling sekali kali mengingat masa sekolah mereka, sementara itu Febri dan Riri hari ini mereka jam kosong sehingga mereka berdua mengelilingi sekolah ini dengan sekali kali di bercanda.
" feb Nggak nyangka ya udah lama kita nggak pulang ni" kata Riri
"iya RI aku juga gitu , kapan ya bisa pulang ke kampung halaman rindu aku sama orang tua" jawab Febri menimpali.
__ADS_1
di lain tempat dua orang pemuda terus berbicara
" wah sekolah kita nambah bagus ya ri" kata Angga kagum.
"iya gue aja pangling" jawab Fahri.
namun tiba-tiba terdengar suara bugh
"Aduh" keluh Febri karena menabrak dada Fahri sehingga membuat jidat nya sakit.
"loh nggak apa-apa feb" timpal Riri khawatir.
" is ini siapa sih punya badan keras kayak batu gitu sakit tahu" kata febri kesal .
namun tiba-tiba deg. jantung Febri merasa bergemuruh melihat tatapan tajam Fahri dan sikap dingin nya itu.
tanpa kata maaf Fahri meninggal kan kedua perempuan itu begitu juga dengan Angga.
"lah kok pergi" kata Riri kesal
"Hem ya udah ayo RI" kata febri mengajak Riri kembali ke kantor.
" tapi tuh orang songong banget feb nggak minta maaf lagi , bikin gue kesel aja " kata Riri kesal
dan akhirnya mereka kembali ke kantor.
"ri loh kelewat banget nggak minta maaf sama cewe yang loh tabrak tadi" kata Angga tiba-tiba.
"emang kenapa gue harus minta maaf sama cewe kek gitu" sungut Fahri tidak terima.
" iya tapi kan nggak seharus nya kita tinggal mereka gitu" sungut Angga kesal.
"kalo loh mau minta maaf loh aja gue ogah" jawab Fahri cuek. tanpa peduli gerutu kan Angga .
selain itu setelah kejadian tadi Febri kebanyakan diam dan malas menanggapi ocehan sahabat nya , sesampainya mereka di kantor mereka langsung siap-siap untuk pulang karena jam pelajaran telah selesai.
sesampainya di kosan mereka berpisah di kamar masing-masing, dan mereka beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah pada tubuh mereka.
"hemm kenapa cowok yang gue tabrak tadi dingin gitu ya kek nya dia cowok cuek deh , Hem apa gue berusaha buat dapatin hatinya ya, hhee" kata febri terkekeh geli.
malam harinya Febri dan Riri mencari makan malam dan tanpa sengaja bertemu dengan Fahri dan Angga.
"eh kalian ada di sini" kata Angga basa-basi.
"iya bang" jawab Riri canggung.
__ADS_1
" Hem kalo gitu kita bareng aja gimana" usul Angga kepada Fahri.
"terserah" jawab Fahri cuek.
akhirnya setelah di paksakan kedua perempuan itu mau bergabung dengan mereka untuk makan malam bersama.
" kalian pesan apa" kata Angga
" samain aja bang" jawab Riri
sementara kedua insan ini lebih banyak diam Fahri sibuk dengan wajah datar dan tampang dingin nya , sedangkan Febri berusaha menahan diri supaya tidak tertarik sama Fahri.
merasa jenuh sambil menunggu pesanan tiba-tiba Angga beseru.
"Hem kita belum kenalan ya" kata Angga mengulur tangan kepada Riri.
"aku Angga , kalo kamu, dan ini sahabat aku fahri" kata Angga lagi sambil memperkenalkan Fahri kepada dua wanita tersebut.
"aku Riri ,dan ini Febri sahabat aku (kata Riri membalas uluran tangan Angga),
Angga hanya membalas dengan anggukan saja karena percuma banyak bicara karena sahabat nya seperti nya tidak mau menanggapi.
setalah perkenalan mereka makan dengan khidmat dan setelah selesai mereka kembali ke tempat masing-masing begitu pula dengan Fahri dan Angga.
setalah sampai di kosan Febri mengerutuk tidak jelas dan itu membuat Riri jengah.
"kok songong banget ya cowok yang nama nya RI ri itu" kata febri ketus.
"Fahri maksud loh" Riri menimpali.
"iya siapa lagi buat kesal"
" iya gue aja kesel Ama dia sok ganteng gitu" jawab Riri.
"iya ,eh tapi temen nya nggak ya " kata febri menimpali.
"kenapa loh naksir sama temen nya" kata Riri menggoda.
"ogah gue naksir sama Fahri , hahah" Febri tertawa seketika.
"srius loh" kata Riri kurang yakin.
"yakin Kok, nggak tahu kok tiba gue naksir dia ya " kata febri berfikir.
"semoga loh nggak kecewa kalo dia punya istri siap-siap patah hati loh haha" kata Riri meledek.
__ADS_1
"kita lihat aja nanti" kata febri .
Dan mereka tertawa bersama dengan menertawakan kekonyolan mereka sendiri. setelah mereka bercerita akhirnya mereka istirahat di kamar masing-masing karena besok akan melanjutkan aktivitas mereka kembali.