Menggapaimu Kimi Ni Todoke

Menggapaimu Kimi Ni Todoke
Bab 13


__ADS_3

Keesokan harinya Tazu pun menelepon kediaman rumah keluarga Fanya. Setelah beberapa kali dia mencoba menghubungi Fanya, akhirnya dia tidak berhasil juga, makanya dia memutuskan untuk menghubungi telepon rumah Fanya saja. Hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi, dia ingin sekali ketemu Fanya sebelum dia pergi ke rumah Omnya yang entah di mana itu, dia ingin menanyakan sesuatu hal yang penting, tapi saat dihubungi smartphone Fanya tidak aktif. Taklama setelah nada sambung telepon pun diangkat.


"Ha . . .Halo, apa ini Fanya."


"Bukan, saya bibinya, ini siapa ya?"


"Saya Tazu, teman sekelasnya Fanya."


"Oh Tuan Muda Tazu ya, ada yang bisa Bibi bantu?"


"Apa Fanya ada di rumah, Bi?"


"Non Fanya udah pergi ke bandara beberapa jam yang lalu."


"Mau kemana Fanya, Bi? Emang dia jadi mau ke rumah Omnya, Bi?"


"Katanya Non Fanya mau ke Jepang, saya kurang tahu juga kalau dia pergi ke rumah Omnya atau tidak, kayaknya dia pergi liburan bersama 2 teman cowok yang sering kesini, kalau tidak salah sih namanya tuan muda Ferel dan tuan muda Alan."


"Oh makasih Bi" kata Tazu yang langsung memutuskan teleponnya.


************************************************


Di tempat yang berbeda Fanya, Alan dan Ferel baru saja turun dari pesawat yang membawa mereka bertiga ke Jepang. Hari sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih sedikit. Mereka bertiga tadi sengaja mematikan smartphonenya karena disuruh pramugari serta takut ada yang mengganggu mereka. Beberapa menit kemudian mereka bertiga sampai di rumah yang sudah kelihatan jauh lebih modern daripada rumah-rumah yang ada di Indonesia.


"Assalamualaikum" kata mereka bertiga sebelum masuk kerumah, mendengar ada yang mengucapkan salam tuan rumah pun membalas salam mereka serta langsung keluar rumah untuk menyambut tamu- tamunya.


"Om, Tante, Hana, Apa kabar kalian?" tanya Fanya langsung mencium tangan Om dan Tante serta memeluk saudaranya secara bergantian.


"Kami sekeluarga baik - baik aja. Ayo masuk" kata Om Fanya mengajak mereka semua untuk masuk kerumah tersebut, sedangkan Ferel dan Alan tidak mengerti dengan apa yang disampaikan oleh mereka.


"Fanya apa yang dikatakan Om lu?" tanya Alan sambil menyenggol bahu Fanya.


"Dia menyuruh kita masuk, ayo cepat" kata Fanya mengajak teman-temannya masuk ke rumah.

__ADS_1


Setibanya dirumah mereka semua duduk di kursi ruang tamu. Ruangan itu sangat elegan dan terkesan mewah.


"Hana tolong kamu bikin minuman untuk tamu-tamu kita" kata Ayah Hana dengan bahasanya yang khas.


"Hai (baik), Otosan" kata Hana sambil pergi meninggalkan mereka semua menuju dapur.


"Fanya, kenapa kamu nggak telepon Om dan Tante sih?, kalau kamu sudah sampai, kalau gitu kan kami bisa jemput kamu dan temanmu ke bandara, kan kami jadi khawatir sama kamu!!" kata Om Fanya.


"He... he... he...., Aku kan udah tau jalan sini diluar kepalaku Om, lagian aku udah dewasa kan Om" kata Fanya menjelaskan.


"Walaupun kamu bilang begitu, kamu itu kan cewek, selain itu bagi kami, kamu itu masih anak - anak. Walaupun sebesar apapun kamu" kata Tante Visha sambil mengelus kepala putrinya dengan sayang.


"Iya - iya, Tante dan Om, emang selalu begitu sama aku, lain kali aku nggak akan buat lagi Om, Tan" kata Fanya tidak mau memperpanjang masalah.


"Iya Fanya, sampai kapan pun kamu adalah anak kami, makanya kami selalu khawatir dengan keadaanmu yang jauh. Bagaimana kabar Papa dan Mama kamu?" tanya Tante Visha dengan menggunakan Bahasa Indo.


"Baik Tan, tapi masih juga sibuk seperti biasanya."


"Kan Om dan Tante udah nawarin kamu untuk sekolah di sini tinggal sama kami, kamu malah nolak" kata Om Fanya.


"Tentu saja boleh, mereka boleh pilih kamar sesuka mereka, biar nanti Tante dan Hana yang menyiapkannya."


"Nggak usah banyak-banyak Tan, cukup satu aja kalau aku biar tidur di kamar Hana aja, biar mereka tidur di kamar yang biasa aku tempati."


"Terserah mereka berdua aja kalau memang itu maunya begitu" kata Om Fanya.


"Cukup satu aja Om. Oh iya nama saya Alan Raizel Putra biasa dipanggil Alan, salam kenal Om, Tante. Senang bertemu dengan keluarga Om dan Tante " kata Alan dengan wajah yang ramah sambil mengulurkan tangannya.


Saat Alan berbicara kebetulan Hana datang dengan beberapa gelas minuman serta cemilan.


"Om sekeluarga sangat senang bertemu kamu" kata Om Fanya ramah serta menyambut uluran tangan Alan dan melepaskan uluran itu setelah beberapa saat kemudian.


"Perkenalkan Julian Ferel Alvin, salam kenal" kata Ferel sambil tersenyum ramah serta melakukan apa yang dilakukan Alan.

__ADS_1


"Ya, ngomong-ngomong kalian liburan di sini berapa hari?" tanya Tante Visha.


"Kurang lebih 2 minggu Tan" kata Fanya.


"Oh Wakatta, jadi kalian bisa menemani Hana kan?, Soalnya kerjaan Tante dan Om sekarang lagi padatnya, jadi nggak bisa selalu di rumah."


"Ya pasti Tan" kata mereka bertiga hampir berbarengan.


"Oh iya sebaiknya kalian istirahat dulu, kalian pasti capek kan?, Hana, Fanya tolong anterin Alan dan Ferel ke kamar mereka!" seru Om Fanya.


"Un (ya)" kata Hana reflek.


Sedangkan Fanya berkata, "Baik Om."


Mereka berempat pergi meninggalkan ruang tamu menuju kekamar yang sudah diketahui kedua putri di keluarga itu.


"Kalian berdua bisa tinggal di kamar ini, Oh iya gua akan ambil beberapa baju gua dulu yang ada di dalam lemari, siapa tahu nanti gua membutuhkannya" kata Fanya sesampainya di kamar yang terlihat sangat rapi serta langsung menuju ke lemari untuk mengambil baju-baju yang ada di sana.


"Iya Fanya, makasih" kata Alan dan Ferel bersamaan.


"Oh iya, kami ingin ke kamar kami dulu, kalian silakan istirahat dulu, kalau mau sholat kalian bisa menggunakan ruangan kosong di sebelah atau sholat di kamar juga nggak apa-apa. Nanti gua atau Hana yang akan bawain sajadahnya kesini, selamat istirahat, gua harap lu berdua menyukai kamar ini" kata Fanya kepada kedua sahabatnya sambil berjalan menuju kearah Hana.


"Iya, selamat istirahat juga Fanya" kata Alan.


"Oh iya Ferel, lu Ingatkan kata-kata gua kemarin, jangan bikin ulah di sini!" kata Fanya memperingatkan Ferel sambil menatap Ferel dengan tatapan tajam.


"Baik Fanya."


Kemudian kedua cewek itu pergi meninggalkan kamar cowok-cowok itu. Mereka langsung memasuki kamar yang serba berwarna pink.


************************************************


Terimakasih atas teman - teman yang telah membaca cerita ini dan jangan lupa kritik dan saran jangan lupa untuk membaca cerita

__ADS_1


Cinta dan Benci


Semoga ceritanya dapat menghibur


__ADS_2