Menggapaimu Kimi Ni Todoke

Menggapaimu Kimi Ni Todoke
Bab 27 Malam yang Sunyi


__ADS_3

Tazu merasa matanya belum mau diajak kompromi untuk tidur. Akhirnya dia memilih untuk keluar dari kamarnya. Saat di luar kamar, dia mendengar suara samar - samar yang berasal dari ruang tamu. Dia akhirnya menuju ke sumber suara itu. Dia melihat seorang gadis yang lagi asyik menonton TV sendirian.


"Kok kamu belum tidur Fanya?" tanya Tazu sambil menghampiri Fanya yang lagi duduk disalah satu kursi di ruang tamu.


"Iya, cuma belum ngantuk aja. Kalau kamu kenapa, Tazu?"


Sementara itu, Tazu langsung melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 12 malam.


"Kalau aku nggak bisa tidur. Kamu bercanda ya, jam di Indonesia sekarang udah menunjukkan pukul 2 pagi, Fanya. Udah lewat waktu tidur yang seharusnya. Kenapa kamu menontonnya nggak di kamar Hana, Fanya?" tanya Tazu lagi.


"Masa sih, aku nggak tahu. Aku nggak ingin mengganggu tidur Hana, kalau aku nonton di sana, soalnya dia tidur pulas sekali" kata Fanya. Sementara itu matanya masih fokus ke arah TV.


"Oh gitu ya. Boleh aku temenin?"


"Terserah." Keasyikan Fanya tidak terasa terganggu akan kehadiran Tazu yang duduk tidak jauh dari sisinya.


"Kamu sedang nonton apa?" tanya Tazu sambil melihat ke layar TV.


"Film"


"Iya, aku tahu kamu nonton film. Tapi, judulnya apa?"


"Film horor Insidious 3"


"Oh gitu ya. Seru juga filmnya" komentar Tazu lalu melihat kearah Fanya yang sedang fokus menonton. Kemudian Tazu kembali melihat kelayar TV.


"Hmm, Tazu" panggil Fanya ragu-ragu.

__ADS_1


"Apa?" tanya Tazu melihat ke arah Fanya.


"Apakah kedua cowok tadi itu masih bertengkar?" tanya Fanya akhirnya setelah terdiam begitu lama.


"Nggak terlalu, walaupun sesekali ada perang mulut di antara mereka berdua"


"Oh gitu"


"Oh iya, kalau nggak salah tadi kamu ketemu dengan Inazuma Mitsuki, ya?"


"Iya, emang kenapa?"


"Aku sarankan sama kamu sebaiknya jauhilah cowok itu"


"Iya, kenapa? Pasti ada alasan yang kuat dong?" ucap Fanya yang sekarang sudah mengalihkan perhatiannya kearah Tazu.


"Seperti yang dikatakan Ferel, kamu sebaiknya jangan mudah percaya sama orang, apalagi seorang cowok yang tidak kamu kenal. Ditambah lagi, ini bukan negaramu. Kamu kan nggak tahu itu, kalau mereka berniat baik kepadamu atau berniat buruk" ucap Tazu menjelaskannya.


"Aku nggak pernah berpikir negatif kepada siapapun. Lagian cuma kenalan biasa aja, apalagi dia mengenal Hana juga, kan?!"


"Iya sih, kamu terlalu mudah percaya sama orang. Kenapa kamu bisa sesantai itu? Apa kamu yakin, Hana itu orang baik atau sebaliknya?!"


(Iya jelas aku yakin, dia kan saudaraku. Nggak ada saudara yang ingin mencelakai saudara sendiri) kata Fanya dalam hati.


"Fanya... Fanya" panggil Tazu membuat Fanya tersadar dari lamunannya.


"Eh iya - iya Tazu, kamu jahat sama cewekmu sendiri. Aku bilangin sama Hana, kalau kamu bilang dia cewek yang nggak baik. Padahalkan, dia kan baik banget, bolehin aku, Alan, dan Ferel tinggal di sini. Lagian menurut agama kami. Maaf sebelumnya nih, semua muslim itu bersaudara. Ya bisa dibilang kami akan menolong. Jika, ada salah satu saudara kami yang dalam kesulitan, gitu. Sekali lagi maaf, kalau aku pakai bahwa agama nih" kata Fanya merasa tidak enak untuk menasehati Tazu.

__ADS_1


"Oh gitu ya. Nggak apa - apa kok. Kamu kan nggak ada jelekin agama aku"


"Sekali lagi maaf ya. Jadi, nggak enak nih. Tapi kamu baik juga ya, makasih ya udah kasih saran. Lain kali aku akan lebih berhati-hati dengan orang yang baru aku kenal" kata Fanya lagi sambil tersenyum.


"Cuma ngasih saran doang, kok. Lagian kamu udah banyak bantu aku, hingga peringkatku jadi naik kemarin"


"Santai aja kali. Namanya juga teman, ya harus saling bantu. Lagian memberi ilmu sama orang itu, kan sama juga beramal. Selain itu, sekaligus sambil belajar kembali tentang yang udah aku kuasai seperti ngulang-ngulang pelajaran"


"Oh gitu ya, lain kali kita belajar bareng ya" kata Tazu sambil tersenyum.


"Dengan senang hati. Jika, cewekmu nggak marah dan gantung aku di pohon sakura itu" kata Fanya sambil menunjuk keluar.


"Hana bukan tipe cewek kayak gitu. Dia nggak egois dan nggak cemburuan kok. Kamu tenang aja, Fanya"


"Oh gitu ya. Emang kamu masih mau nonton ya? Kalau ya, nanti tolong matiin TV-nya soalnya aku udah ngantuk nih" kata Fanya beranjak dari sana.


"Oke. Fa... Fanya" panggil Tazu sebelum Fanya berlalu dari sana.


"Apa?" tanya Fanya sambil membalikkan badannya menghadap ke arah Tazu.


"Untuk yang tadi, jangan ceritain sama Hana, kalau aku membuatmu jadi ragu sama kebaikan dia" kata Tazu dengan wajah memelas.


"Tenang aja, aku percaya kok. Kalau Hana, orang baik" kata Fanya lalu pergi dari sana. Sebelum pergi dia melemparkan sebuah senyuman untuk Tazu. Sementara itu, Tazu kembali melihat ke layar TV lagi.


*****


Terima kasih telah membaca karya saya. Semoga ceritanya pada menghibur. Jangan lupa ktitik dan saran supaya kedepannya saya bisa berkarya lebih baik lagi.

__ADS_1


Jangan lupa juga baca novel Cinta dan Benci, serta rekaman author yang berjudul Toxic.


(Maafin author ya, jika waktu disini tidak sesuai dengan sekarang. Karena cerita ini dibuat pada tahun 2015. Film yang lagi hits tahun itu. Dulu aku nggak pede untuk publikasikannya. Tapi tenang aja, ceritanya akan bersambung hingga tahun ini)


__ADS_2