Menggapaimu Kimi Ni Todoke

Menggapaimu Kimi Ni Todoke
Bab 15


__ADS_3

Keesokan harinya Hana dan Fanya ada di dalam kamar mereka berdua masih mendiskusikan tentang bagaimana cara membuat Fanya kelihatan seperti Hana begitu juga sebaliknya.


"Hana sebaiknya kamu pakai baju aku aja sekarang, sedangkan aku pakai baju kamu, supaya penampilan kita benar-benar tidak diketahui siapapun. Kamu bantu aku untuk berdandan seperti biasa kamu lakukan, sedangkan aku juga membantu kamu berdandan, gimana?" saran Fanya memberikan usul.


Sementara itu Hana setuju-setuju saja dengan usul saudaranya. Dia tahu walaupun mereka terpisah, tetapi mereka itu tetap saudara, walaupun dunia harus hancurpun mereka tetap akan saling percaya satu sama lain dan saling menyayangi.


"Ya udah, sini biar aku ajarin kamu sekarang, tapi tunggu sebentar ya. Supaya nggak ada yang masuk ke kamar ini, aku kunci dulu pintunya ya" kata Fanya sambil berlalu dari tempat tidur yang dari tadi didudukinya.


Tak lama setelah itu Hana dan Fanya saling mencari baju yang cocok untuk mereka berdua.


"Yang ini gimana, kamu suka nggak?" tanya Hana kepada Fanya sambil menunjukkan baju yang berwarna pink dari lemari.


"Nggak ah, kalau untuk kamu yang ini gimana?" Fanya menunjukkan baju kaos hitam dengan celana Levis.


"Kok baju yang itu sih, feminim dikit kenapa?" kata Hana sewot.


"Yaudah kita cari masing-masing aja, aku cari di lemari sedangkan kamu di koper ya" kata Fanya memberi usul.


"Oke." Mereka berdua pun mencari baju yang mereka suka untuk mengubah penampilan.


"Fanya, kalau baju rok gini boleh nggak?" tanya Hana.


"Jangan, itu seragam sekolah, nanti akan dilihat aneh loh, oleh Ferel dan Alan.


"Oh, aku juga punya seragam" kata Hana sambil memperlihatkan seragamnya. "Ini harus dipakai setiap aku ke sekolah, cuma 5 hari dalam seminggu, nantilah aku ajarin cara berdandan ku ke sekolah."


"Oh iya aku bersekolah 6 hari, Senin sampai Rabu pakai seragam putih rok garis-garis petak kecil warna biru, Kamis baju batik, Jumat baju biru dan rok hitam, sedangkan hari Sabtu pakai baju Pramuka lengkap. Walaupun aku nggak pernah mematuhi semua peraturannya. Oh iya, nanti aku bantu kamu berdandan. Apakah kamu udah ketemu baju yang cantik dan sesuai dengan yang kamu mau?"


"Ya udah, aku pilih baju ini aja" kata Hana sambil menunjukkan baju berwarna pink serta celana jeans. Sementara Hana memakai baju itu, Fanya masih mencari baju hingga menemukan sebuah gaun putih yang cantik, kebanyakan baju saudaranya berupa gaun dan kimono.


Setelah mereka berdua mengganti baju, mereka berdua saling mendandani saudara masing-masing dengan dandanan yang biasa mereka lakukan. Setelah mereka berdua berpenampilan berbeda dari biasanya, Fanya dan Hana duduk santai di tempat tidur.


"Oh iya, aku haus nih, aku ambil minum dulu ya, sekalian bawa makanan ringan ke sini" kata Fanya beranjak keluar.

__ADS_1


"Iya" kata Hana sambil mengangguk tanda setuju dengan Fanya.


Tak disangka Ferel masuk kedalam kamar, setelah cewek yang dikiranya Hana itu keluar dari kamar.


"Fanya, kamu kan udah tahu kalau aku suka sama kamu dari dulu, mau nggak kamu jadi pacarku? Kalau kamu masih nolak aku lagi. Lain kali aku akan tetap berusaha untuk mendapatkanmu" kata Ferel nembak seorang cewek yang bergaya tomboy yang duduk di tempat tidur. Dia mengambil kursi meja belajar dan duduk di depan cewek itu, dia tidak menyadari dari belakang Fanya datang dengan membawa minuman dan makanan ringan.


"Sumaimasen Ferel-kun, watashi wa kitsetsu hanayaka, chigau hito da to omoimasu (Maaf Ferel, saya Kisetsu Hanayaka, kamu mungkin salah orang) " kata cewek itu dengan logat Jepang yang masih kental, sementara itu Ferel membutuhkan waktu beberapa detik untuk menganalisis kata - kata yang disampaikan cewek itu, dan akhirnya dia sadar dengan wajah terkejut, walaupun dia tidak mengerti bahasa Jepang, tapi tadi dia sempat dengar nama Hana disebut yang berarti dia salah orang.


"Hana, kamu jangan pakai logat gitu dong, kamu tiruin gaya aku berbicara ya" kata seorang cewek dari belakang Ferel, dengan bahasa yang juga tidak dia mengerti lalu kemudian meletakkan nampan di meja.


"Yoi" kata Hana mengerti.


"Ferel lu bener-bener deh, gua udah bilang jangan bikin ulah macam-macam di negeri orang. Lu tahu nggak cewek yang lu tembak itu siapa?, itu cewek Tazu tahu!" kata Fanya pada Ferel dengan sedikit emosi.


"Kukira tadi itu kamu, soalnya aku nggak pernah melihat kamu pakai pakaian sefeminim ini, jadi aku nggak bisa bedain kamu. Apa?, itu cewek Tazu?" tanya Ferel terkejut.


"Iya" timpal Fanya singkat.


"Kaminari Tazuneru murid sekolah kita?" tanya Ferel memastikan.


"Ya pastinya dia marah, lagian aku nggak tahu kalau kamu tiba-tiba akan berpenampilan kayak gini."


"Itu bukan urusan gua, emang lu ada masalah dengan penampilan gua yang kayak gini? Gua ingin menghubungi Tazu sekarang juga" kata Fanya sambil tersenyum jahil.


"Nggak sih, aku nggak masalah kamu berpenampilan kayak gimanapun, kamu itu tetap cantik kok, untuk apa?" tanya Ferel bingung.


"Untuk apa, apanya sih?" kata Fanya balik nanya.


"Untuk apa kamu mau menghubungi Tazu?" tanya Ferel dengan muka bingung.


"Mau bilang, kalau ceweknya ditembak oleh Ferel, teman sekelasnya" kata Fanya sambil mengambil smartphonenya yang menandakan kalau dia serius.


"Jangan! kumohon jangan, lagian tadi aku memanggilnya Fanya kok, bukan Hana."

__ADS_1


"Yaudah deh, tapi lu harus minta maaf sama Kisetsu-chan sekarang dan jaga rahasia ini."


"Hana, I'm sorry" kata Ferel sambil memasang wajah menyesal.


"Bukan Hana, panggil dia kisetsu-chan!" seru Fanya.


"Kisetsu-chan, I am sorry" ulang Ferel.


"Nggak papa kok, lagian kamu nggak salah, kamu kan nggak tahu, nggak perlu ngomong Bahasa Inggris, aku ngerti juga kalau kamu ngomong pakai Bahasa Indonesia kok" kata Hana ramah.


"Yaudah. Hana, kamu ganti dong gaya bahasanya, kalau kamu manggil dirimu dengan kata aku diganti dengan gua. Sedangkan kalau kamu manggil seseorang dengan kata kamu diganti dengan lu. Dan lu Ferel, panggil Alan di kamarnya, suruh dia ngumpul disini sekarang juga. Gua mau ngomong sama dia."


"Oh begitu ya. Aku . . ., Eh maksudnya gua ngerti" kata Hana.


"Baik Fanya" kata Ferel.


"Bukan Fanya sekarang nama aku Kisetsu Hanayaka dan saudaraku ini Fanya Putri Adila"


"Gimana cara membedakannya?"


"Nanti kami jelasin, kami tunggu disini sekarang."


"Baik, Kisetsu-chan." Ferel pun keluar dari kamar itu serta menjauh dari kamar itu menuju kamarnya.


*****


Terimakasih atas teman - teman yang telah membaca cerita ini dan jangan lupa kritik dan saran serta jangan lupa untuk membaca cerita


Cinta dan Benci


Mohon maaf bagi para pembaca, hari minggu cerita ini tidak update dulu dan akan update hari kamis depan.


🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁

__ADS_1


Gua Alan, lebih tepatnya nama gua Alan Raizel Putra, siswa kutu buku. Gua memiliki saingan yaitu teman sekelas gua sendiri. Padahal apapun yang diminta Fanya pasti gua lakuin, nggak taunya hubungan kami cuma sahabat.


Mungkin gua sendiri satu-satunya sahabat yang mengetahui kenangan buruk Fanya. Tapi gua nggak nyangka aja kalau gua hanya dianggap sahabat. Walau begitu gua tetap menyayanginya sampai kapanpun itu, serta membantunya layaknya sahabat yang baik.


__ADS_2