
Seminggu sudah siswa - siswi SMA, MA, SMK serta MK sampai tingkat SMP dan SD pun menyelesaikan ujian yang melelahkan.
Sekarang berkumpul lah 5 orang siswa yang kelihatan kelelahan setelah mengerjakan Ujian terakhir mereka. Mereka semua merayakan hari bebas tanpa harus belajar di kantin tersebut, mereka semua makan sambil di selangi pembicaraan.
"Ngomong-ngomong gimana dengan ujian kalian semua?" tanya Fanya santai.
"Gua sih sangat mudah tau" kata Alan agak sombong.
"Jangan sombong gitu dong," kata Ferel.
"Bukannya sombong, tapi kan semua pelajaran yang diujikan itu udah dipelajari semua," kata Alan membelah diri.
"Iya, tapi kan gua nggak ngerti tahu" kata Ferel.
"Udah deh, kenapa malah kalian yang perang sih?" kata Gio melerai mereka berdua, sebelum Alan membalas ucapan Ferel.
"Kalau lu gimana Gio?" tanya Fanya.
"Untung aja soalnya ada yang mudah," gumam Gio.
"Kalau kamu Tazu?," tanya Fanya.
"Aku masih sulit dengan bahasa Indonesia, ada berapa kata sulit yang belum aku mengerti, seperti halnya arti kata - kata yang bersinonim dan berantonim, kalau kamu gimana?," Tazu menanya balik walaupun masih kurang lancar bahasa Indonesia.
"Ya aku bisa sih sedikit-sedikit ngejawab soalnya."
"Udah deh nggak usah bicarain lagi tentang ujiannya," kata Ferel kesal dengan teman-temannya.
"Kenapa?," tanya Alan.
"Pakai nanya lagi, ujian udah berlalu, hal yang sudah berlalu nggak bisa diulang lagi, jadi enggak usah diungkit-ungkit lagi, kata Ferel bertambah kesal.
"Cie...., Ada yang sewot nih, gara - gara nggak dapet ujian" kata Egi yang malah ditertawakan oleh teman - temannya yang lain. Sementara itu wajah Ferel malah makin ditekuk.
"Oh iya liburan kali ini kalian ada rencana ke mana gitu?" tanya Fanya karena kasihan melihat Ferel yang sekarang lagi tersudutkan oleh teman - temannya.
"Di rumah," seru mereka semua serentak kecuali Fanya.
"Kalau lu mau ke mana?" tanya Alan.
"Nggak kemana-mana," kata Fanya singkat.
"Kayaknya liburan kali ini benar-benar yang membosankan ya!," seru Adana ikut prihatin kepada temannya sehingga membuat teman - temannya terkejut akan kedatangannya yang tiba-tiba bersama seorang cewek yang juga sekelas dengan mereka.
"Eh Adana, Viany, kalian mau gabung mau gabung dengan kami, nggak?, tanya Fanya sudah terbebas dari kekagetannya.
"Boleh, oh iya kebetulan sekali lu Ferel ada di sini, dari tadi gua udah nyari - nyari lu kemana - mana tahu," kata Adana sambil duduk di bangku kantin yang juga diikuti oleh Viany.
"Untuk apa?," tanya Ferel bingung.
"Ya untuk nanya tentang lomba kelas lah, terus untuk apa lagi?" kata Adana balik nanya. "Nggak mungkinkan untuk nembak lu" canda Adana yang malah diketawain oleh teman - temannya.
"Jijik tau" tungkas Ferel.
"Terima gitu Adananya Ferel, dari pada kamu ditolak melulu oleh Fanya" sela Egi yang ikut - ikutan memprofokasi.
"Aku pun ogah tau jadian sama Ferel" Adana sambil memukul Egi yang ada didepannya.
"Egi, lu sahabat atau musuh gua sih" kata Ferel.
"Musuh yang menyamar jadi sahabat" kata Egi.
"Ok, gua tandai lu, Adana emang untuk apa?"
__ADS_1
"Untuk apa, apanya?" tanya Adana dengan kata temannya yang tidak jelas.
"Cari gua"
"Oh iya lupa, nih semua gara - gara Egi" kata Adana sambil memukul Egi, sementara Egi terus aja mengelus - elus kepala yang kejitak melulu oleh Adana. " Oh iya Ferel, gua mau nanya tentang lomba kelas" lanjut Adana.
"Oh, soal apa?" tanya Ferel.
"Ferel kepala gua sakit nih, tiupin dong" sela Egi dengan wajah yang dibuat sememelas mungkin.
"Rasain, makanya jangan jadi musuh gua" kata Ferel.
"Kasihannya Egi nih, sini duduk dekat gua biar dielusin" kata Fanya.
"Kayaknya nggak usah Fanya, udah nggak sakit kok" kata Egi saat melihat kilatan api di mata Ferel. "Adana silakan lanjutkan" kata Egi tersenyum tanpa dosa karena temannya itu tidak jadi bicara.
"Sekarang udah selesai?, Nggak mau nambah lagi?" tanya dengan raut wajah kesal yang hanya dianggukan oleh temannya satu itu. "Yaudah, apa udah ada pengumumannya, Ferel?" lanjut Adana.
"Belum sih, kayaknya besok deh pengumumannya akan ditempel" kata Ferel yang juga salah satu anggota OSIS.
"Oh apa aja lombanya Ferel? tanya Viany.
"Kalau nggak salah sih, voli, basket, futsal, cerdas cermat, catur, nyanyi, balapan karung dan masih banyak lagi" kata Ferel.
"Eh..., Tunggu-tunggu, kenapa lombanya nggak sekalian kayak 17 Agustus seperti hari kemerdekaan aja, banyak amat tuh" sela Egi.
"Mana gua tahu, itu kan semuanya rencana Ketua OSIS dan Pembina OSIS bukan rencana gua" kata Ferel agak emosian.
"Tapi kan lu adalah Wakil Ketua OSIS, masa iya nggak ikut merencanain sih?" tanya Egi lagi.
"Tapi kan semua keputusan itu ada di tangan Ketua dan Pembina OSIS tau" kata Ferel makin kesal dengan temannya yang satu itu.
"Udah ah, kok malah kalian yang berantem, Oh iya gimana ya?" tanya Adana kepada dirinya sendiri sambil berpikir sebentar. "Ferel, lu bisa nggak fotocopy in jenis lomba apa aja, dan berapa orang yang akan ikut masing-masing lomba" kata ketua kelas berusaha melerai dan mengalihkan perhatian teman-temannya.
"Bisa sih, tapi tunggu sampai besok, lagian nanti gua ada rapat OSIS juga, besok biar gua antarin fotocopy nya ke rumah lu aja atau mau gua kirim aja fotonya lewat WA, gimana?" tanya Ferel.
"YA HARUS" teriak mereka semua serempak juga tidak kalah semangat.
Setelah kata terakhir dari anak-anak itu tidak ada lagi yang ingin bertanya, semuanya makan dengan tenang dan nikmat.
Tak lama setelah makan Adana, Egi dan Viany pergi dari kantin itu. Sebelum pergi mereka bertiga sempat pamit dengan teman-temannya yang ada di kantin, katanya mereka mempunyai urusan kelas sebelum pulang. Sedangkan Fanya dan lainnya masih ingin menikmati perayaan mereka.
"Fanya, boleh aku nanya nggak?" tanya Tazu yang masih kagok dengan bahasa barunya.
"Boleh Tazu."
"Kenapa seragam kita berbeda dengan seragam SMA yang lain?" tanya Tazu sangat penasaran dari dulu.
"Itu karena sekolah kita swasta, jadi seragamnya harus dibeli di sekolah."
"Oh gitu ya, oh iya aku pulang dulu ya, soalnya hari ini aku masih ada les Bahasa Indonesia, dah" kata Tazu lalu berdiri dari kursi untuk menjauh dari kantin.
"Dah," kata mereka hampir serempak.
"Oh iya, liburan kali ini Gua mau ngajak kalian berdua ke Jepang, kalian mau ikut nggak? tanya Fanya mendadak sehingga mengagetkan Alan dan Ferel.
"Katanya tadi, lu nggak mau kemana-mana," kata Alan mengingatkan kata-kata Fanya tadi.
"Iya itu kan tadi, gua nggak ingin Tazu tau, lagian kayaknya Tazu dan Egi nggak ada rencana untuk pergi liburan, jadi gua nggak enak kalau gua bilang gua mau liburan ke Jepang dan hanya ngajak kalian berdua."
"Oh kamu benar - benar perhatian ya sama teman-teman kelas kita" kata Ferel.
"Iya gua nggak enak bener sama Tazu kalau gua bilang tadi".
__ADS_1
"Kenapa Fanya?" tanya Ferel.
"Soalnya Tazu kan berasal dari sana."
"Oh iya, menurut lu, apakah dia akan pulkam tahun ini?"
"Kayaknya nggak, melihat dari gelagatnya, kayaknya dia nggak ke Jepang sekarang" kata Fanya.
"Oh" seru Alan dan Ferel bersamaan.
"Gimana?" tanya Fanya kembali.
"Ikut, gua sih mau ikut, tapi kan gua nggak ada biaya untuk sewa hotel disana, kan disana serba mahal, apalagi hari natal dan tahun baru, pastinya disana tambah mahal, walaupun gua minta sama Bokap, paling banyak ngasih uangnya 30 juta doang" kata Alan.
"Aku mau, bagaimana mungkin aku nggak mau ikut, kalau bidadari cantik seperti kamu yang ngajakin, walaupun kamu ngajak kejurang pun, aku akan ikutlah" kata Ferel bersemangat.
"Tenang aja Alan, lu nggak perlu sewa hotel, soalnya kita akan nginap dirumah om gua, lu Ferel nggak usah ngegombal lagi, atau lu akan tau sendiri akibatnya nanti. Dan untuk kalian berdua, gua harap kalian bisa tutup mulut soal liburan ini, dan apa yang akan terjadi di Jepang nanti, terutama untuk lu Ferel" kata Fanya lagi.
"Kok aku sih Fanya?"
"Soalnya lu yang nggak bisa tutup mulut, dan jangan sampai Tazu tau, kalau kita pergi ke Negeri Sakura itu"
"Oh iya, kapan berangkatnya Fanya?" tanya Alan.
"Setelah terima rapor, tepatnya 21 Desember" kata Fanya.
"Berapa hari?" tanya Ferel.
"Berapa hari apanya?" tanya Fanya balik.
"Berapa hari kita disana?" tanya Ferel.
"Mungkin kurang lebih 2 minggu, selama kita liburan" kata Fanya.
"Lama juga ya" gumam Ferel.
"Kalau terlalu lama nggak usah ikut deh, nanti kami juga juga yang jadi repot, saat tiba di Jepang, kamu nangis - nangis minta pulang bilang kangen sama papamu yang tersayang itu, nggak akan aku ladenin, aku biarkan aja kamu menderita disana sambil meratapi nasip yang tak bertemu papanya, dan jangan sampai rencana liburan gua sampai diketahui Tazu, kalau dia tau, kan gua hilangin lu dari muka bumi ini" ancam Fanya dengan tatapan yang mengkilat kearah Ferel.
"Mana ada aku begitu, walau aku sayang papa, tapi aku nggak selalu ada didekatnya, karena papa aku ngajarin aku itu untuk mandiri, sadis banget kamu sama aku," kata Ferel sambil memasang wajah cemberutnya.
"Biarin, biar lu tau rasa, ngomong - ngomong lu mau ikut nggak, kalau nggak biar gua dan Alan aja yang pergi."
"Eh... Eh..., Aku ikut deh, masa iya aku nggak ikut, padahal kan sekali - sekali bisa jalan - jalan sama orang yang aku sukai" kata Ferel.
"Tapi banyarnya sendiri - sendiri!" seru Fanya.
"Kok bayarnya sendiri - sendiri sih?, Bukannya kamu yang ngajak, jadi seharusnya kamu yang bayarin" kata Ferel.
"Rugilah gua, apalagi makan lu banyak gitu" kata Fanya sambil menunjuk ke meja yang terdapat piring - piring yang sudah kosong. "Oh iya, gua cuma ngajak, dan menyediakan tempat tinggal yang layak untuk kalian, selebihnya ya kalian yang bayar lagi dari tranportasi sampai konsumsi kalian selama ada disana" lanjut Fanya.
"Mana ada itu piring makan aku, kamu lupa ya tadi kita makan bareng teman sekelas makanya banyak gitu piringnya, Ok deh aku ikut" kata Ferel.
"Iya gua ikut deh" kata Alan.
Taklama setelah itu mereka bertiga meninggalkan kantin, menuju kepakiran yang menandakan mereka akan pulang kerumah masing - masing, seperti biasanya Ferel selalu mengantarin Fanya pulang semenjak mereka berdua berteman.
****
💖💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💖
sesuai dengan janji author bahwa episode selanjutnya akan ditampilkan penjelasan karakter, tulis di komentar tokoh mana yang ingin di kenal lebih jauh oleh teman-teman
sekian dulu dari author, terimakasih atas teman - teman yang telah membaca cerita ini serta jangan lupa untuk membaca cerita
__ADS_1
CERBUNG CINTA DAN BENCI