
"Apa? Masa kami nggak boleh masuk sama cewek sih?" tanya Ferel kesal dengan kata yang didengarnya.
"Ya nggak boleh, itu kan, bukan mahram tahu. Ke kamar mama lu aja, lu nggak pasti dilarang masuk juga kan" kata Alan.
"Wow, good. Sekarang lu sok alim. Kemarin aja, lu peluk - peluk dia di dalam kamar ini. Itu apa namanya, jika bukan munafik. Perkataan tidak sesuai dengan perbuatan" kata Ferel tersulut emosi.
"Udah deh, jangan ribut. Ini perintah Fanya! Jika ada yang melanggar, aku nggak tahu apa yang akan terjadi pada kalian berdua. Mungkin aja, kalian berdua akan dijadikan pepes ikan atau dia udah menyiapkan sesuatu yang lebih mengerikan daripada itu" kata Hana.
"Iya gua ngerti kalau dia benci sama tuh orang, tapi kan gua nggak salah. Kenapa gua juga dilarang melihat keadaannya?" Alan menunjuk ke arah Ferel dengan mulutnya, sementara itu Ferel hanya terdiam tiada berkutip.
"Ya udah deh, aku ke sini cuma mau menyampaikan pesan itu aja" kata Hana langsung keluar dari kamar cowok tersebut, lalu menuju ke dapur untuk membuatkan bubur dan susu hangat. Saat sesampainya di dapur, Hana dikejutkan oleh seorang cowok yang sudah ada di sana.
"Ohayou kisetsu - chan" sapa cowok itu dengan ramah.
"Ohayou kaminari - kun. Aku mau ambil bubur dan susu untuk Fanya" kata Hana sambil mengambil hal di perlukan.
"Oh iya, mau aku bantuin"
"Nggak usah, aku bisa sendiri kok"
"Kamu itu kan kekasihku. Masa aku mau bantuin kamu nggak boleh sih?" Tazu berusaha meminta persetujuan Hana.
"Bukannya nggak boleh, tapi Fanya bilang dia nggak mau diganggu"
"Aku nggak akan ganggu Fanya kok, aku cuma mau bantuin kamu aja"gombal Tazu.
"Ya udah" kata Hana yang tidak peka dengan gombalan Tazu. "Oh iya, ngapain tadi pagi kamu ke kamar kami?" tanya Hana saat mengingat sesuatu yang mengusiknya dari tadi.
__ADS_1
"Aku cuma ingin tahu keadaannya aja, setelah kemarin keadaannya sangat buruk"
"Sulit dipercaya" kata Hana sambil menyempitkan matanya.
"Masa kamu nggak percaya sama aku? Kalau nggak percaya tanya aja sendiri sama Fanya. Kamu jangan cemburu gitu dong"
"Udah ah, nggak usah dibahas lagi" kata Hana tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara mereka, lalu dia berlalu dari sana sambil membawa nampan yang berisi bubur, roti, dan selai strawberry serta cemilan. Sedangkan Tazu hanya mengikutinya dari belakang, yang juga membawa nampan yang berisi 3 susu panas. Saat masuk kedalam kamar, Tazu pun kaget melihat Fanya yang sedang menonton film Jepang terbaru.
"Ohayou Fanya" kata Tazu dan Hana hampir berbarengan.
"Ohayou" kata Fanya sambil menoleh ke arah mereka berdua.
"Boleh aku bergabung dengan kalian" tanya Tazu.
"Boleh kok. Aku nggak ngelarang kamu, kok" kata Fanya sambil tersenyum, lalu perhatiannya tertuju kembali ke arah TV.
"Nanti aja Hana" kata Fanya tanpa melihat ke arah Hana.
"Kalau kamu nggak makan sekarang, nanti kamu tambah sakit loh. Apa perlu aku panggilin dua cowok itu untuk menyuapi kamu, supaya kamu mau makan" ancam Hana.
"Kamu kejam sama aku. Bercandanya nggak lucu tahu" kata Fanya mulai kesal sama Hana.
"Ya udah, kamu makan dulu dong" seru Hana lagi.
"Iya nih, aku makan" kata Fanya akhirnya mengambil bubur yang ada di nampan.
"Oh iya, kalian berdua belum sarapan, kan?" tanya Fanya.
__ADS_1
"Nih kami bawa roti dan selai untuk sarapan sekarang serta beberapa cemilan" kata Tazu.
"Oh gitu, mari kita makan" kata Fanya sambil menyuapkan bubur kedalam mulutnya.
Sementara itu, Tazu dan Hana juga mulai mengisi perutnya mereka dengan roti. Mereka bertiga memakan makanannya dalam diam sambil menonton TV. Yang menayangkan Boruto yang lagi berguru kepada Sasuke. Ayahnya Sarada.
"Filmnya nggak kalah seru dengan Naruto ya" komentar Fanya sesaat setelah menyelesaikan makanannya.
"Iyalah, kan yang mengarang ceritanya itu sama dengan yang mengarang cerita film Naruto" kata Hana.
"Yang benar? Aku udah lama nggak nonton film Naruto" kata Tazu.
"Emang di Indonesia nggak di tayangin film Naruto? Bukannya kalau nggak salah film Naruto pernah ditayangin di Indonesia, kan?" tanya Hana.
"Iya ada, tapi dulu. Itupun cuman Naruto kecil doang, sedangkan Naruto Shippuden belum pernah ditayangin, gitu" kata Fanya.
"Oh gitu ya, Fanya" kata Hana.
Percakapan mereka terhenti, karena ada seseorang yang masuk ke kamar itu.
*****💗💗💗💗💗🔮🔮🔮💗💗💗💗💗*****
Cerita ini dibuat saat tahun 2015, jadi maaf jika tidak sesuai dengan waktu sekarang.
Ada yang tau siapa yang masuk ke kamar para wanita itu?
Jika tau tinggalkan jawabannya di kolom komentar ya. Terima kasih telah membaca karya saya. Semoga ceritanya pada menghibur. Jangan lupa ktitik dan saran supaya kedepannya saya bisa berkarya lebih baik lagi.
__ADS_1
Jangan lupa juga baca novel Cinta dan Benci