Menggapaimu Kimi Ni Todoke

Menggapaimu Kimi Ni Todoke
Bab 24


__ADS_3

"Apa? Fanya hilang dari kamarnya?" tanya Alan dengan nada cemas. "Bukannya tadi kamu yang akan jagain Fanya. Kenapa bisa jadi kayak gini?" Alan mengguncang bahu Hana.


"Udah, sabar dulu Alan. Kamu jangan gitu. Kamu bisa sakitin Hana-chan" kata Tazu sambil menjauhkan tangan Alan dari bahu pacarnya.


"Yang benar? Fanya hilang, Hana?" tanya Ferel memastikan.


"Hana-chan, tolong jelasin kepada mereka berdua" kata Tazu lagi.


"Ya, benaran. Kalau kalian nggak percaya, coba cari aja!" seru Hana dengan wajah khawatir.


"Kok bisa hilang? Ceritain yang jelas Hana!" kata Ferel dan Alan serempak.


"Tadi akunya nonton di ruang tamu. Saat kutinggalkan, Fanya masih ada. Saat itu, Fanya sudah kembali tidur. Saat aku lihat kembali, dia udah nggak ada. Atau jangan-jangan dia kabur dari rumah gara-gara kalian berdua!" tuduh Hana kepada dua cowok itu sambil menujuk mereka.


"Kok gara-gara kami?" tanya Ferel dan Alan serempak.


"Ya kan, emang kalian berdua nggak ada kerjaan lain, apa? Dia mana betah digangguin, gitu" kata Tazu.


"Aku, kan cuma berusaha buat dapatin dia" kata Ferel membela dirinya. Dia tidak ingin jadi disalahkan.


"Gua, kan juga usaha. Gua nggak rela kalau dia dimiliki oleh cowok itu." Alan menunjuk kearah Ferel. "Yang super nyebelin" lanjut Alan.


"Ya udah, ini kan salah kalian berdua. Jadi, kalian berdua yang harus mencarinya. Kami nggak ikut-ikutan. Kalau sampai malam nanti, kalian nggak bisa menemukan dia. Aku nggak tahu apa yang akan di lakukan Om sama Tante sama kalian" kata Tazu


"Kok kalian berdua nggak ingin ikut mencarinya, sih? Emang kalian teman macam, Apa?"


"Kami bukan nggak mau mencarinya, tapi mencari orang yang nggak ingin ditemukan itu, tidak akan pernah menuaikan hasil. Pokoknya kalian harus menemukan dia, aku nggak tau bagaimanapun caranya." Hana pun pergi dari sana meninggalkan ketiga cowok itu.


"Betul tuh" kata Tazu.


"Lagian, jika Fanya nanti pulang. Aku dan Hana kan bisa hubungi kalian. Lagian nggak mungkin rumah Hana ditinggalin gitu aja, kayak kemarin. Soalnya, nanti kalau Tante dan Om pulang, kan kami bisa cari-cari alasan tentang kalian bertiga nggak ada di rumah" kata Tazu menjelaskan kepada dua teman - temannya.


"Baiklah, kalau gitu maunya lu. Oh iya Ferel, gua nggak akan mau mencari Fanya bersama lu. Jadi, gua ingin kita mencar aja" kata Alan.


"Iya, siapa juga yang mau mencari Fanya dengan lu. Gua mah ogah" kata Ferel sambil membuang mukanya.


Mereka berdua pergi dari rumah itu untuk mencari keberadaan Fanya, sedangkan Tazu dan Hana tetap tinggal di rumah.


Di bagian lain malamnya, Fanya sekarang lagi makan malam di sebuah restoran. Dia merasa senang karena sudah terbebas dari dua orang itu. Tapi saat makan, dia dihampiri seseorang yang tidak dia kenal.


"Konbanwa Kisetsu-chan (selamat malam Kisetsu-chan)" kata cowok itu yang ternyata teman Hana.


"Suimasen, Chigau hito da to omoimasu (Maaf, saya pikir ini orang yang berbeda?" Fanya tersenyum melihat wajah didepannya yang terkejut dengan ucapannya.


"Oh gomen, Boku no namae Inazuma Mitsuki. Onamae wa nan desuka?(oh, maaf. Nama saya Inazuma Mitsuki. Bolehkah saya tahu namamu? )"


"Daijyoubu desu. Watashi wa Fanya. Anata to atte, taihen ureshii desu (tidak apa - apa. Saya Fanya. Senang berkenalan denganmu. Senang bertemu denganmu)" kata Fanya sambil tersenyum kearah cowok didepannya.

__ADS_1


"Boku o anata to atte, ureshii desu (aku juga senang bertemu denganmu)." Mitsuki membalas senyuman Fanya. "Kamu mirip sekali dengan temanku di sekolah namanya Kisetsu hanayaka" lanjut Mitsuki.


"Hana adalah saudara aku, aku berasal dari Indonesia."


"Sekali lagi, maaf ya! Aku kira, tadi itu kamu Nona Kisetsu"


"Nggak apa-apa."


"Aku sangat mengagumi daerah Indonesia, apalagi pemandangan yang indah. Aku juga bisa sedikit-sedikit bahasa Indonesia"


"Yang benar?"


"Mochiro desu"


"Pulau atau kota apa yang kamu suka?"


"Bari, daerah yang dekat dengan pulau Jawa itu. Kamu di sini lagi liburan, ya?"


"Iya selalu, setiap liburan aku akan ke sini untuk menemani saudaraku"


"Oh gitu, Aku ingin lebih banyak tahu tentang wilayah Indonesia. Bisakah kamu ceritain lain waktu?"


"Mochiro desu (tentu), kamu itu teman sekolahan Hana, ya?"


"Hai"


"Oh, mohon kerjasamanya. Aku akan bersekolah di sekolah Hana selama berapa hari, untuk menggantikan Hana." Fanya membungkukkan sedikit kepalanya. "Emang benar, ya, wajahku dan Hana mirip?"


"Oh iya, kalau tidak salah Kaminari Tazuneru sekolah di Indonesia, kan?"


"Iya benar, kebetulan sekali dia salah satu murid di sekolahku"


"Emang dia bisa membedakan kamu dan Hana-chan"


"Kayaknya nggak bisa, malah dia nggak tahu kalau aku mirip dengan Hana"


"Oh, gitu"


"Iya. Oh iya, aku pulang dulu ya. Hari sudah mulai gelap nih!"


"Mau aku antar?" Mitsuki menawarkan.


"Tidak usah." Tolak Fanya.


"Sudah, tidak usah malu-malu, gitu. Kamu kan saudara Hana-chan. Sedangkan, aku berteman dengannya. Berarti kita itu, juga temenan, kan?"


"Ya. Tapi, aku tidak ingin merepotkanmu"

__ADS_1


"Tidak, aku tidak repot kok"


"Beneran?" Fanya memastikan tawaran Mitsuki.


"Beneran, masa aku bohong sama kamu" kata Mitsuki. Senyum menawan mengembang di wajahnya. Mitsuki menarik lembut tangan Fanya. Sebelum pulang, mereka berdua membayar makanan mereka. Mitsuki pun membawa Fanya ke mobil.


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di rumah Hana.


"Arigatou gozaimasu Inazuma-kun" kata Fanya sebelum keluar dari mobil. Mitsuki hanya menganggukan kepalanya.


Fanya keluar dari mobil. " Sayonara, Inazuma-kun (selamat tinggal Inazuma-kun)"


"Sayonara. Mata shitana (selamat tinggal. Sampai jumpa lagi)" ucap Mitsuki. Mobil pun pergi dari sana.


Sedangkan orang yang berada di dalam rumah keluar semua, untuk melihat siapa yang datang. Mereka bertiga melihat Fanya ada disana sambil melambai - lambaikan tangan.


"Fanya, kamu kemana aja sih? Kami semua khawatir sama kamu" kata Alan dengan nada cemas.


"Aku cuma jalan-jalan aja, kok" kata Fanya sambil menuju ke dalam rumah.


"Terus, siapa itu tadi?" Ferel pun mengikuti Fanya.


"Temannya Hana" kata Fanya yang sudah duduk dikursi ruang tamu.


"Temanku? Siapa?" tanya Hana sambil mengerutkan kening. Hana juga ikut duduk di kursi disamping Fanya.


"Siapa apanya?"


"SIAPA NAMANYA, FANYA?" tanya Hana sambil menekankan setiap kata - katanya.


"Inazuma Mitsuki"


"Cowok, ya?" selidik Ferel.


"Kalau cowok, kenapa? Emang masalah buat lu?"


"Ya nggak masalah, sih. Masalahnya, ini bukan negara kita. Kamu jangan sekali-sekali percaya sama orang" kata Farel mengingatkan.


"Inazuma-kun itu ganteng juga ya, Hana" kata Fanya mengalihkan perhatian Ferel.


"Iya, ganteng banget. Kok bisa kamu ketemu dengannya?" tanya Hana bingung.


"Nanti, deh. Aku ceritain, kalau aku ceritain sekarang, dua cowok ini langsung patah hati, deh. Udah ganteng, putih lagi. Dan yang terpenting ramah dan suka tersenyum."


"Fanya, kamu ini ingin manas-manasin kami, ya?!" kata Alan tidak terima, kalau cewek yang dia suka memuji-muji cowok lain.


🎊🎊🎉🎉🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎉🎉🎊🎊

__ADS_1


Terima kasih telah membaca karya saya. Semoga ceritanya pada menghibur. Jangan lupa ktitik dan saran supaya kedepannya saya bisa berkarya lebih baik lagi.


Jangan lupa juga baca novel C and B ( Cinta dan Benci )


__ADS_2