Menggapaimu Kimi Ni Todoke

Menggapaimu Kimi Ni Todoke
Bab 29 Perhatian Ferel


__ADS_3

Saat Hana memasuki Hotel, Ferel pun terkejut melihatnya. Dia baru saja mengajak keliling Hana dan memperlihatkan hotelnya, supaya besok dia bisa menginap disana saat disiang harinya.


"Malam, Hana" sapa Ferel sambil menghampiri Hana yang baru masuk ke Hotel itu.


"Malam, boleh nggak aku nginap di sini untuk malam ini?" tanya Hana langsung berhenti di depan Ferel.


"Tentu saja boleh, Fanya udah menyediakan sebuah kamar Hotel khusus untukmu. Selama kamu tinggal di Indonesia. Emang ada apa, Hana? Ayo duduk dulu di sana!" seru Ferel sambil menunjuk sebuah sofa yang terdapat di sebuah ruangan yang tidak di ketahui oleh Hana ruang apa itu. Tapi Hana tidak bergerak dari tempatnya berdiri.


"Tenang aja, kamu nggak akan aku apa - apain, kok. Lagian di sini ada CCTV yang selalu mengawasi 24 jam Non Stop" kata Ferel yang melihat kekhawatiran di wajah Hana sambil menunjuk beberapa CCTV yang ada di sana.


Sementara itu Hana tidak bergerak di tempatnya. "Aku nggak apa - apa kok, kayaknya nggak ada yang harus dibicarakan" kata Hana meyakinkan Ferel. Saat dia melihat raut wajah khawatir Ferel.


"Yakin, Hana?" tanya Ferel malah makin khawatir.


"Un (Iya)" kata Hana reflek sambil mengangukan kepalanya.


"Maksudnya?"


"Ya, aku nggak ada apa-apa" kata Hana tegas. Dia tidak ingin membuat Ferel khawatir.


"Apa kamu mau bicara sama, Fanya. Biar aku telepon sekarang" kata Ferel sambil mengeluarkan HP dari dalam saku celana.


"Nggak usah" kata Hana sambil mengelengkan kepalanya.


"Hana, aku memang belum kenal lama sama kamu. Tapi, dengan raut wajahmu yang kayak gitu, aku teringat dengan Fanya yang selalu memasang wajah gitu. Saat dia ada dalam masalah"


"Emang aku mirip banget ya sama saudara aku?!" ucap Hana sambil memegang mukanya.


"Iya, bisa dibilang gitu. Aku aja waktu itu hampir salah ngenalin kamu"


"Memang salah tahu" kata Hana mencoba tersenyum dengan ucapan Ferel.


"Iya, emang kamu ada masalah, apa? Kamu bisa cerita sama aku. Walaupun kita baru kenal" kata Ferel.


"Fanya bilang kamu nggak bisa dipercaya" kata Hana.


"Eh... eh itu kan, cuma sekali untuk bantuin Tazu supaya pintar bahasa Indonesia. Kalau kamu nggak mau cerita. Ya nggak apa-apa. Itu kan hak mu, Apa perlu aku hubungi Fanya aja? Kayaknya kita menyingkir dulu dari sini, karena menghalangi orang keluar masuk" kata Ferel saat menyadari mereka mengehalangi pintu masuk. Dia menarik tangan Hana menuju sudut ruangan.


"Nggak usah. Tanganmu tolong dijauhkan dari tanganku" kata Hana menatap tajam kearah tangannya yang oleh Ferel.

__ADS_1


"Maaf, aku nggak bermaksud gitu" kata Ferel sambil melepaskan genggamannya.


"Iya nggak apa-apa, kalau nggak mau hubungi Fanya. Biar aku hubungi Tazu aja, kali aja kamu ingin berbicara dengannya"


"Nggak usah, itu akan merusak seluruh rencana Fanya. Kamu memang mau Fanya datang marah-marah ke kamu dan langsung melakukan tindakan yang tidak pernah bisa dibayangkan" kata Hana tidak meyetujui keputusan Ferel.


"Ngeri juga ya. Tapi, kenapa aku bisa suka sama dia ya? Alan juga suka sama dia. Begitupun Adana, Ketua Kelas kami. Dia juga suka dengan Fanya" kata Ferel yang seakan bertanya kepada dirinya sendiri.


"Itu salah kalian, kok bisa suka dengan psikopat"


"Tapi, wajahnya cantik. Nggak kayak psikopat" kata Ferel sambil tersenyum. Dia tidak mempermasalahkan Hana yang menjelek - jelekan cewek yang dia sukai. Dia tau Hana hanya bercanda saja. "Boleh aku temanin kamu ngobrol di sana? Emang nggak capek ya, cuma berdiri aja? Atau aku panggil Alan supaya kamu percaya gitu. Kan nggak enak juga dilihat orang, kalau kita ngobrolnya berdiri kayak gini" kata Ferel lagi.


"Kayaknya lebih baik aku langsung ke kamar aja, dibandingkan bicara sama kamu" kata Hana akhirnya.


"Santai aja kali. Ayo aku ambilin kunci kamarmu" kata Ferel mempersilakan Hana untuk jalan duluan menuju meja resepsionis, sementara itu Hana menurut saja dibanding harus mengobrol sama Ferel.


"Kak tolong ambilin kunci kamar yang udah aku pesen tadi! Nih temanku ingin menginap di sini" kata Ferel dengan ramah kepada seorang cewek cantik yang ada di depannya.


"Teman apa pacar nih, Tuan Muda?" tanya wanita itu yang setengah menggoda Ferel. Dia biasa bercanda dengan Ferel.


"Teman, Kak" kata Ferel tidak menanggapi ucapan gadis itu.


"Makasih" lanjut Ferel sambil menerima kuncinya, lalu menjauh dari sana yang diikuti oleh Hana.


Hana menerima kunci sambil tersenyum. "Makasih, Ferel.


Kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju kamar Hana.


"Santai aja kali. Kamu itu kan saudara Fanya. Kalau nanti ada yang sesuatu telepon aja aku" kata Ferel sambil berhenti di luar kamar. Sementara itu, Hana sudah berdiri membelakangi pintu kamar itu.


"Makasih, Ferel. Jika ada suatu, aku akan menghubungimu" kata Hana mencoba mengembangkan senyumnya.


"Iya kamu istirahat dulu ya. Aku pergi dulu. Selamat malam. Assalamu'alaikum kata Ferel berlalu dari sana.


Hana menjawab salam Ferel, lalu masuk kedalam kamar serta mengunci pintu kamarnya.


*****


Keesokan harinya Ferel lagi menuju ke sebuah kamar hotel yang sudah diketahuinya.

__ADS_1


Dia langsung mengetuk pintu kamar itu sambil mengucapkan salam.


Sementara itu, Hana langsung membuka pintu sambil menjawab salam Ferel.


"Udah siap, Hana?" tanya Ferel sambil mengembangkan senyumnya.


"Udah nih, berangkat sekarang ya?" tanya Hana sambil mengunci pintu kamarnya.


"Iya, nanti kita telat. Silakan, Hana" kata Ferel menyuruh Hana untuk berjalan duluan.


"Makasih" kata Hana sambil berjalan duluan.


Tapi lama-kelamaan mereka berjalan beriringan dalam diam, hingga mereka tiba di luar.


Ferel langsung membukakan pintu mobil untuk Hana. Kemudian Hana langsung masuk ke dalam mobil dan pintu pun ditutup kembali oleh Ferel. Setelah otu, Ferel lalu juga ikut masuk ke mobilnya dan mobil pun berjalan meninggalkan tempat itu.


"Kamu mau makan apa?" tanya Ferel kepada Hana.


"Inginnya makan ramen, kalau ada" kata Hana yang seakan tidak memperhatikan keadaan sekitarnya.


"Ya jelas nggak ada" kata Ferel sambil menatap sekilas Hana. "Hana, kamu jangan bercanda gitu dong"


"Iya - iya. Maaf. Terserah aja, yang penting enak gitu" kata Hana tidak ingin memperpanjang masalah.


"Emang kamu nggak pernah ke Indonesia ya?" ucap Ferel mengubah topik pembicaraan mereka.


"Baru ini yang pertama" kata Hana jujur.


"Kenapa?"


Sementara itu, wajah Hana tiba-tiba berubah.


"Ma... maaf. Jika aku, mengganggu privasi mu" kata Ferel akhirnya saat melihat peruabahan dari wajah Hana.


"Nggak apa-apa, aku nggak bisa banyak cerita tentang keluarga aku. Tapi, kalau tentang Fanya, sih. Aku bisa cerita" kata Hana sambil tersenyum samar kearah Ferel.


"Oh gitu ya. Ya udah, kita makan dulu aja" kata Ferel sambil memberhentikan mobil di sebuah restoran kesukaan Fanya. Dia dan Hana langsung keluar dari mobil itu, lalu masuk ke dalam restoran itu.


Masih semangat nggak nantikan kelanjutan ceritanya. Semoga saja para pembaca tidak bosan dengan ceritanya. Maklum masih amatiran nulisnya.

__ADS_1


Terima kasih telah membaca karya saya. Semoga ceritanya pada menghibur. Jangan lupa ktitik dan saran supaya kedepannya saya bisa berkarya lebih baik lagi.


Jangan lupa juga baca novel Cinta dan Benci season 2, serta rekaman author yang berjudul Toxic.


__ADS_2