
Beberapa hari ini Fanya dan Ferel terlihat sangat dekat, hampir di setiap waktu mereka selalu bersama, teman sekelas serta seluruh kelas menganggap mereka berdua jadian, banyak orang mengira waktu di lapangan itu, saat Fanya menarik Ferel akan membawa Ferel ke kuburan, mengingat Fanya sudah beberapa kali menolaknya, dan keadaan waktu itu Fanya dalam kondisi yang sangat marah, tapi siapa yang tahu ternyata dia bisa pulang dengan selamat dan mendapatkan putri vampir seperti yang dia inginkan, yang akan siap sewaktu-waktu akan mengisap darahnya sampai habis.
Berbagai gosip tentang dirinya dan Fanya beredar, tapi dia tidak peduli begitu juga dengan Fanya. Dia memang tidak memiliki Fanya, tapi dia merasa sudah cukup saat ini Fanya tidak lagi menjauhinya seperti dulu.
Sekarang dia bersahabat dengan Fanya begitu juga Egi dan Alan, mereka sangat akur, saat Fanya tidak lagi menjauhinya.
Dikantin sangat jarang yang tidak melihat anggota geng baru yang terdiri 4 orang itu, yaitu Alan, Fanya, Egi dan tentu saja dirinya. Sekarang mereka pun memulai memakai gelang yang sama dengannya, walaupun berbeda warna dan tak lama setelah itu gosip tentang dirinya dan Fanya melebur seiring waktu.
***
Seminggu sudah berlalu dari kejadian insiden di lapangan basket, insiden saat Fanya membawa kabur Ferel dari kerumunan massa, saat ingat itu dia jadi ketawa-ketawa sendiri mengingat itulah tindakan bodoh yang pernah dia lakukan.
Sekarang jam pelajaran Pak Revan, Pak Revan masih belum datang ke kelas, yang menandakan jam pelajaran itu kosong, terlebih lagi tidak ada Guru Piket yang memanggil Ketua Kelas ataupun salah satu teman kelasnya untuk menjemput tugas yang ditinggal guru-guru yang tidak bisa masuk seperti halnya minggu kemarin.
Sekarang banyak siswa mengobrol dengan geng atau teman dekat mereka. Tapi kesenangan mereka karena jam pelajaran kosong itu tidak bertahan lama karena, Pak Revan masuk ke dalam kelas dan membuat siswa harus duduk di bangku masing-masing.
"Selamat siang anak-anak," kata Pak Revan untuk memulai pelajaran.
"Selamat siang Pak," kata siswa serempak.
"Bagaimana dengan tugas minggu kemarin, bisa nggak kalian mengerjakannya?."
__ADS_1
"Bisa Pak."
"Sebelum kita masuk dalam materi pelajaran, siapa yang nggak hadir sekarang?."
"Nggak ada Pak, tapi di kelas ini kedatangan anak baru, Pak," kata Ketua Kelas.
"Siapa, Tolong berdiri dan perkenalkan namamu!," seru Pak Revan.
"Na... Nama Saya Kaminari Tazuneru, Saya pindahan dari Jepang," kata Tazu sambil berdiri.
"Tazu, kamu boleh duduk!."
"Bapak sudah periksa latihan minggu kemarin, nilai kalian semua sudah cukup bagus, tapi... Nilai kalian semuanya sama, apakah tugas minggu kemarin kalian kerjakan secara berjamaah lagi?."
"Iya Pak, soalnya berjamaah itu lebih besar pahalanya dibandingkan sendiri-sendiri," kata Egi sambil bercanda.
"Emang kamu pikir ini Shalat apa?."
"Nggak cuma shalat aja yang berjamaah Pak, kalau ibadah lain berjamaah juga besar kok pahalanya, yang penting nggak ada yang dirugikan," sela Egi lagi.
"Ya kalian memang beruntung, tapi Bapak yang dirugikan tau, sama Bapak kan nggak tahu seberapa mengerti kalian dalam pelajaran Bapak, jika kalian ada yang nggak mengerti, silakan tanya sekarang juga, sebelum minggu depan kita ulangan," kata Pak Revan ramah.
__ADS_1
"A... Apa?, ulangan?," tanya semua siswa berbarengan.
"Iya ulangan, Bapak harap nilainya nggak mengecewakan."
"Pak jangan ulangan dong, hampir separuh dari kami nggak mengerti pelajaran ini Pak, itu makanya kami kerja kelompok, Pak bisa nggak diulangi lagi materi pelajaran ini?." tanya Ketua Kelas kepada Pak Revan yang selalu ramah, walau bagaimanapun situasinya, selain itu pada Revan termasuk 10 deretan Guru terganteng cowok disekolah.
"Ya udah, Bapak akan terangin lagi dari awal, sehingga kalian sampai mengerti dengan pelajaran ini, pelajaran ini kita lanjutkan minggu depan, soalnya sebentar lagi waktunya kalian pulang," kata Pak Revan sambil melihat jam tangannya.
"Baik Pak," jawab siswa serempak tanpa dikomando.
"Yaudah, siapkan, kita akan berdoa dulu sebelum pulang," kata Pak Revan dengan ramah membuat anak-anak betah belajar dengannya.
"Siap grak, bersyukur mulai," kata Ketua Kelas memimpin untuk berdoa.
"Alhamdulillahirobbil 'alamin, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata siswa serempak.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh," kata Pak Revan.
Sebelum pulang para siswa mencium tangan Pak Revan, begitu juga dengan Guru-guru yang lain yang mengajar di dalam kelas serta kemudian barulah siswa-siswa itu pulang ke rumah masing-masing.
***
__ADS_1