
Setelah makan tadi, Fanya diantar pulang oleh Ferel, awalnya dia menolak, tapi karena dipaksa oleh Ferel akhirnya dia mengalah juga. Lagian dia nggak mau memulai keributan di kafe tersebut. Bisa-bisa Mamanya marah, soalnya itu cafe favorit Mamanya.
Saat ini Fanya berada didalam kamar, dia sekarang lagi menghubungi saudaranya yang berada di Jepang, dia sangat kangen dengan saudara satu-satunya itu.
"Halo Fanya." terdengar suara di seberang telepon.
"Halo Hana, apa kabarmu di sana?."
"Aku baik-baik saja, gimana dengan kamu?."
"Aku juga baik, oh iya emang di sana ada nggak anime yang terbaru?."
"Kalau nggak salah ada, tapi masih dalam pembuatan."
"Apa saja judulnya Hana?."
"Boruto The Movie, Kimi no Nawa, Boku dake ga Inai Michi dan banyak lagi."
"Anime Boruto itu hampir sama namanya dengan anime Naruto."
"Itu karena anime Boruto itu kelanjutan dari anime Naruto."
__ADS_1
"O... Ooo, Oh iya gimana kabar Om dan Tante di sana?."
"Otosan dan Okasan baik aja kok, gimana juga Mama dan Papa yang ada di sana?."
"Baik juga kok."
"Aku sangat kangen sama Mama dan Papa, kenapa Mama dan Papa nggak pernah ke Jepang lagi Fanya?."
"Mama dan Papa sekarang lagi sibuk dengan kerjaan mereka, bahkan saat aku tidur Mama dan Papa baru pulang, sedangkan aku bangun Mama dan Papa udah nggak ada di rumah lagi."
"Oh, aku harap kamu nggak kesepian di sana."
"Tenang aja, aku nggak akan pernah kesepian."
"Kan kamu selalu ada untukku, saat aku telepon kamu selalu angkat, aku SMS, kamu selalu bales, dan karena kecanggihan zaman sekarang, jika aku kangen banget sama kamu kan bisa Video call-an, dan masih banyak medsos yang lainnya."
"Oh, aku juga merasa beruntung dengan kecanggihan zaman ini."
"Oh iya, kamu tahu nggak Mr. Kun itu benar-benar dingin loh?."
"Yang benar?, padahal dia selalu ramah sama siapapun."
__ADS_1
"Ah... massa, tapi dia nggak pernah ingin bergaul dengan kami semua."
"Mungkin dia masih dalam adaptasi dengan lingkungannya, lagian dia kan masih belum bisa lancar Bahasa Indonesia, aku harap kamu mau ngajarin Bahasa Indonesia untuknya."
"Tenang aja, kalau dia minta, aku dengan senang hati akan ngajarin dia, kalau nggak, ya gitu deh, lagian aku nggak bisa nolak permintaanmu Hana."
"Oh, Arigatou Fanya."
"Jangan berlebihan, kamu itu kan saudara aku."
"Iya aku tahu kok, udah dulu Fanya, soalnya Otosan menyuruh aku makan dulu nih."
"Oh iya, makan yang banyak Hana, lain kali kita sambung lagi, By."
"By."
Setelah menghubungi Hana, Fanya pun kembali teringat dengan liburannya bulan lalu ke Jepang, dia masih ingat senda gurau dan kelakar saudaranya itu serta foto mereka berdua dirumah Hana yang terkadang membuat dia tertawa sendiri. Dia tahu Hana sangat sedih setelah apa yang terjadi. Apalagi Mama dan Papa tidak pernah lagi ke Jepang, jangankan ke Jepang, untuk ingat rumah sendiri pun kadang-kadang tidak mengigatnya, padahal dirumah ada seseorang yang selalu menantikan kehadiran mereka.
Mereka berdua terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai-sampai melupakan kedua putri-putrinya.
'Aku nggak masalah jika Mama dan Papa nggak ada waktu untuk aku, tapi aku sangat masalah jika Mama dan Papa melupakan Hana, dia dari kecil hingga dewasa sangat jarang bertemu Mama dan Papa, dia hanya dirawat oleh Om dan Tante yang baik dengannya' kata Fanya dalam hati.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, jam sudah menunjukkan pukul jam 11 malam, dia pun langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan tak lama setelah itu dia tertidur dengan lelapnya.
***