
Kemudian kedua cewek itu pergi meninggalkan kamar cowok-cowok itu. Mereka langsung memasuki kamar yang serba berwarna pink.
"Fanya, kenapa kamu nggak minta beberapa kamar? Kenapa cuma satu kamar aja?" tanya Hana kepada Fanya yang lagi membereskan barang bawaannya.
"Karena biasanya aku kan cuma ngambil satu kamar dari beberapa kamar yang ada di sini, aku minta maaf ya, soalnya aku akan mengganggu kamu di kamar ini, lagian aku nggak mau merepotkan kalian."
"Ya nggak apalah, kan kita itu saudara, tapi biasanya kamu lebih memilih kamar sendiri kan?"
"Kan kali ini aku punya rencana, jika kamarnya pisah, kan kita nggak bisa komunikasi."
"Iya juga ya. Aku penasaran apa sih rencananya?" tanya Hana yang sangat penasaran.
"Kita berdua akan bertukaran mulai dari penampilan sampai karakter kita. Kita usahakan seminggu ini kita udah bisa mengubah karakter kita. Oh iya ya, aku sampai lupa, nih oleh-oleh buat kamu dari Indonesia dan juga oleh-oleh untuk Om dan Tante, tolong kamu kasih ya" kata Fanya memberikan oleh-oleh yang baru saja dikeluarkannya dari kopernya.
"Makasih Fanya, aku buka ya?"
"Ya silahkan aja, aku harap kamu menyukainya."
Hana pun membuka oleh-oleh yang dikasih Fanya, ternyata di dalamnya terdapat gaun selutut berwarna ungu yang anggun yang biasanya dikenakan oleh seorang gadis, ditambah lagi bertahtakan mutiara dan beberapa hiasan yang menarik."
"Wah bagus sekali" puji Hana.
"Itu Papa dan Mama yang beliin di Paris, aku pesannya dua yang satu warna pink yang satu lagi warna ungu, kamu suka kan."
"Suka banget, oh iya aku cobain ya?" Hana pun langsung mengenakan gaun itu, yang ternyata sangat pas dengan tubuh mungil Hana yang hampir sama besar dengan Fanya.
"Wah, kamu cantik sekali" puji Fanya.
"Kamu juga pakai dong, kamu pasti juga cantik."
__ADS_1
"Nggak ah, aku nggak suka dengan gaya yang beginian, terlalu feminim tahu."
"Kamu harus pakai dong, aku ingin lihat gimana bentuk Fanya saat memakai gaun, lagian kan kamu harus belajar feminim, juga supaya rencana kita sukses kan?"
"Baiklah, aku pakai" Fanya menggunakan gaun yang sama dengan Hana, tapi dengan warna yang berbeda, warna pink sangat cocok untuk kulit putih Fanya.
"Wah kamu cantik juga, ya udah kita keluar yuk, kita tunjukin ke Otosan dan Okasan, kita lihat apa reaksi mereka berdua saat melihatmu berubah gini" kata Hana sambil membawa Fanya keluar.
"Nggak ah, aku nggak suka baju yang beginian?"
"Kamu ingin rencana kita berhasil nggak, lagian disekolahku, ada cowok keren seperti Kaminari-kun, kamu akan jatuh hati kepada mereka."
"Ya benar, tapi kan dari dulu aku lihat sekeren apapun cowok nggak ngaruh tau."
"Udah ah, ayo kita keluar" kata Hana sambil memaksa Fanya keluar kamar, mau nggak mau akhirnya Fanya menurut juga, dari dulu dia tidak pernah bisa menolak tawaran saudaranya itu.
"Wah cantik, apa benar ini Fanya?, Tante nggak bisa ngenalin kamu, Tante kira kamu itu Hana."
"Yang benar Tan" Tante Fanya hanya mengaanggukan kepala untuk menjawab pertanyaan putrinya. "Makasih Tante" lanjut Fanya atas pujian Tantenya.
"Kok cuma Fanya aja yang di pujian, Hana kan juga sih cantik kok. Kalau kembar gini, sangat susah untuk bedainnya" kata Om Fanya sambil mengusap kepala kedua putri kembarnya.
"Otosan, arigatou gozaimasu" kata Hana tersenyum-senyum dengan pujian Ayahnya.
"Oh iya, Tan. bisa nggak Fanya minta tolong, nanti tolong kasih teman-teman aku sajadah, soalnya aku dan Hana ingin pergi sebentar nih" kata Fanya.
"Iya sayang, nanti Tante kasih. Emang kalian berdua mau pergi kemana?" tanya Tante.
"Kami ingin lihat lihat daerah sini bentar, kan aku kangen banget sama Fanya, jadi ngajak dia keliling seperti biasanya, Okasan" kata Hana.
__ADS_1
"Dengan pakaian begini?" tanya Om Fanya sambil mengerutkan keningnya.
"Nggak Om, kalau baju ini yang dipakai keluar bisa-bisa nanti kami bekulah, kayaknya udah hampir turun ya, Om??" tanya Fanya.
"Kayaknya begitu, apalagi semuanya udah mulai dingin gini" kata Om Fanya.
"Fanya, emang nggak ngajak teman - teman kamu itu?" tanya Om Fanya.
"Enggak Om, mereka itu baru aja sampai masa udah diajak keliling sini. Biarkan aja mereka istirahat dulu Om"
"Sebaiknya, besok aja, lagian hari sudah jam 10, selain itu Fanya baru saja datang, pastinya capek. Tapi kalau kalian maksa, yaudah Otosan nggak bisa larang juga, asalkan kalian bisa jaga diri baik - baik aja, itu udah cukup bagi kami" kata Om Fanya yang sedikit khawatir dengan rencana kedua putrinya.
"Gimana Fanya?" tanya Hana sambil menyenggol bahu saudaranya.
"Terserah kamu, Hana"
"Oh ya udah, aku dan Fanya besok aja keluarnya seperti yang Otosan bilang. Kalau gitu aku balik ke kamar dulu ajak Fanya istirahat dulu Otasan, Okasan" kata Hana pamit.
"Silakan"
Kedua putri itu meninggalkan ruang tamu itu menuju kekamar mereka kembali.
*****
Sesuai dengan janji author bahwa episode selanjutnya akan ditampilkan penjelasan karakter, tulis di komentar tokoh mana yang ingin di kenal lebih jauh oleh teman-teman
Maaf baru bisa update dan terimakasih atas teman - teman yang telah membaca cerita ini dan jangan lupa kritik dan saran jangan lupa untuk membaca cerita
Cinta dan Benci
__ADS_1