Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Prolog


__ADS_3

Afika Hadiwijaya berusia 23 tahun saat ini. Ia baru saja lulus dari salah satu kampus terkenal di kota Paman Sam. Afika memang termasuk anak yang diberikan kelebihan di bidang akademik,lulusan Magister Bisnis disaat usianya masih tergolong muda karena mengikuti jenjang akselerasi.


Namun,baru saja hari bahagianya datang setelah hari kelulusan,Afika harus menelan pil pahit kehidupan. Kakak perempuan satu-satunya mengalami kecelakaan saat akan pergi merayakan pesta kelulusannya.


Pesawat yang ditumpangi kakaknya mengalami turbulensi,dan pesawat tersebut meledak. Lalu jatuh di perairan lautan pasifik. Sampai saat ini kakaknya dan para penumpang lain serta awak kabin belum bisa ditemukan,kepingan dan bangkai pesawat pun belum bisa teridentifikasi.


Ayahnya, Chandra Hadiwijaya segera menghubungi melalui ponselnya.


" Afika,bisakah kamu pulang ke Indonesia saat ini juga?"


" Loh bukannya Ayah,Ibu dan Kakak sedang dalam perjalanan ke tempatku? Kita akan mengadakan pesta disini. " ujar Afika bahagia.


" Afika,tolong kamu pulanglah dulu. Ayah akan ceritakan semuanya saat kamu kembali. Ayah sudah meminta Sekretaris Wilham menyiapkan keperluanmu untuk pulang ke Jakarta." kata Ayah Afika.


Ayahnya tidak mau bercerita karena khawatir pasti Afika akan kalut dan panik sehingga tidak akan bisa fokus dalam perjalanan pulang ke Indonesia.


" Baik Ayah.. Aku akan berkemas saat ini juga." kata Afika,dengan perasaan yang tak menentu.


Afika berpikir pasti ada sesuatu yang terjadi disana,Ia mengerti dengan kode yang diberikan Ayahnya sehingga tanpa banyak tanya Afika pun bergegas pulang ke Indonesia.


Devan,kekasih Afika yang juga teman kuliahnya bertanya siapa itu yang menelepon dan mengapa Ia tergesa-gesa.


"Sayang,tadi telepon dari siapa? Kenapa kamu buru-buru seperti ini?" tanya Devan.


"hmm.. ya sayang. Tadi itu telepon dari Ayahku. Beliau menyuruhku untuk pulang ke Indonesia saat ini juga. Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi dengan keluargaku." kata Afika sembari mengemasi barang.


"Baiklah aku mengerti,sepertinya ini keadaan darurat. Aku akan mengantarmu ke bandara. Dan aku akan segera pulang menemuimu setelah pesta kelulusan." janji Devan.


"Oh ya tentang pesta kelulusan,kamu jangan bersedih aku akan membuat replikamu dari guling ini dan menempelkan fotomu disini agar aku dan teman-teman merasakan kehadiranmu disini. I'll be missing you baby.. " kata Devan,Dia memang lelaki yang humoris dan sangat kreatif.

__ADS_1


"Baik sayang,terima kasih. Kamu memang terbaik." Afika pun mengecup pipi Devan agar ia tidak bersedih saat ditinggal ke Indonesia.


Afika selesai berkemas,karena memang sudah beberapa hari yang lalu Ia menyiapkan barang-barangnya untuk persiapan pulang ke tanah air. Meskipun Afika tidak bisa menghadiri pesta kelulusan bersama teman-temannya tapi Devan berjanji akan teleconference bersama teman-teman saat pesta dimulai dan merubah guling dengan foto Afika yang dipasang seakan Ia juga hadir dalam pesta itu.


***


Setelah mengemas barang,Afika pun segera menuju bandara bersama Devan. Segala hal yang berkaitan dengan kepulangannya ke tanah air sudah diselesaikan oleh Sekretaris Wilham. Sekretaris Wilham adalah Sekretaris Pribadi dan juga tangan kanan Ayahnya.


Diperjalanan Dia masih memikirkan perkataan Ayahnya. Sebenarnya apa yang terjadi disana. Kenapa beliau tidak memberitahukannya. Tapi Afika berusaha untuk tidak berpikir negatif. Afika pikir bahwa mungkin ada kejutan yang keluarganya sedang persiapkan.


Masih ada waktu 30 menit sebelum keberangkatannya ke Jakarta,Afika dan Devan beristiahat sejenak di Lounge khusus penumpang First Class yang nyaman dan mewah. Lalu Afika pun bercengkerama dengan Devan.


"Sayang,apa kau akan merindukanku?" tanya Afika,sembari menyenderkan kepalanya ke dada bidang Devan.


"Tidak,aku tidak akan merindukanmu." jawab Devan.


Diikuti tawa khas Devan yang selalu membuat Afika ingin selalu dekat dengannya.


"Aku tidak akan merindukanmu karena aku akan segera menyusulmu,sayang." jawab Devan dengan menyunggingkan senyum nakalnya dan langsung mengecup kening Afika.


30 menit telah berlalu, Afika pun segera berpamitan dengan Devan.


"Aku berangkat ya sayang,kamu ingat jangan melirik wanita lain, kalau tidak tamat riwayatmu!" teriaknya manja.


"Baik nyonya Devan Wijaya,I Love You. " kata Devan.


"I Love You Too,Tuan Devan Wijaya ku..." kata Afika sambil menahan tangis.


Mereka berpelukan untuk yang terakhir kali sebelum kepergian Afika. Setelah itu Afika langsung terbang menuju Jakarta bertemu dengan keluarganya.

__ADS_1


***


Bersambung


**Hallo readers kesayangan Author ini novel pertamaku semoga kalian suka ya...


Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa like dan komen dari kalian bikin aku semangat UP nya ❤❤


Kunjungi juga novelku yang lainnya


-Menikahi Calon Kakak Ipar


-Villa Angker


Juga Audiobook nya


-Boss Come Here Please (Novi Wu)


-Terpaksa Menikahi Duda Kaya (Nuryanti S)


-Suamiku Seorang Presdir (Ina Warsiati)


-Elang dan Emila (Ema No)


Terima Kasih


Kecup Hangat,


Amelia Adriati**

__ADS_1


__ADS_2