Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Dhimas dan Devan


__ADS_3

(Ulasan Episode sebelumnya)


Tring...


Suara notifikasi WA Afika.


Dari Cicil..


(Percakapan di grup WA Afika,Cicil dan Jessy)


Cicil : "Lo udah cerita belum sama Devan tentang Dhimas?"


Afika : "Belum gue bingung harus mulai darimana,emang kenapa sih?"


Cicil : "Jangan nengok ke belakang karena Dhimas duduk tepat di belakang lo!"


Jessy : "Mana sempat keburu telat dia datang kesini wey..."


Dhimas mendatangi meja mereka...


***


Setelah berbincang sejenak saat Devan memilih menu Dhimas pergi meninggalkan Devan,ia pun segera menuju meja untuk bertemu dengan kliennya. Fikri Sekretaris Pribadinya yang sudah mereservasikan meja pun segera membantu menunjukkan tempat untuk bosnya itu.


"Meja reservasi kita ada di sebelah sana Tuan." kata Fikri.


"Baiklah." ucap Dhimas.


Sesampainya di meja yang dimaksud kemudian Dhimas duduk,saat itu ia seperti mengenali seseorang. Wanita,berambut coklat yang di highlight,dengan memakai kaos putih berkerah dan rok jeans diatas lutut serta tak lupa sneakers berwarna putih. Dan suara tawa nya yang khas sekali,meskipun wanita itu membelakanginya namun ia mengenali wanita itu..


'Afika dan dua sahabatnya? Ternyata ia sedang disini,memang kalau jodoh tak kemana. Tapi mengapa ia bersama Devan juga?' gumam Dhimas dalam hatinya. Ia pun lantas menghampirinya.

__ADS_1


"Afika?" sapa Dhimas.


Afika menoleh namun tak memberi jawaban karena shock melihat dua lelaki yaitu Dhimas dan Devan yang kini berada di hadapannya.


"Tuan Dhimas?" sapa Devan.


"Beruntung sekali rupanya saya hari ini dua kali bertemu dengan Anda." lanjut Devan.


"Ah ya kebetulan saya sedang menunggu klien dan meja saya dibelakang Anda Tuan." kata Dhimas.


"Oh ya,tadi Anda memanggil Afika. Apakah Anda mengenal pacar saya?" tanya Devan.


'Apa dia bilang? Pacar? Apa dia sudah gila,dia itu calon istriku!' gumam Dhimas dalam hati.


"Tuan Dhimas,Mr.Yamamoto sudah di lobby dan beliau sedang menuju kesini." panggil Fikri.


"Baiklah. Maaf Tuan Dhimas dan ehem Nona-Nona saya permisi dulu. Semoga hari Anda menyenangkan." kata Dhimas undur diri.


'ternyata Afika sedang menjalin cinta dengan Devan. Aku akan menunggu penjelasanmu Afika.' kata Dhimas dalam hati.


Setelah itu Dhimas pergi ke meja nya dan tak lama klien yang ditunggu datang. Mereka pun sibuk membicarakan bisnisnya. Sementara itu Devan heran mengapa Dhimas bisa mengenal Afika.


"Baby,kamu mengenal Tuan Dhimas?" tanya Devan.


"Ah,i..iya aku mengenalnya dia itu calon suami....." sebelum Afika selesai bicara Devan segera menyambarnya.


"Ooohh calon suami kakakmu ya yang katanya sedang di Amsterdam itu? Ternyata calon kakak iparku Tuan Dhimas toh...Dunia memang sempit sekali. Dia itu klien ku loh waktu di New York dua tahun lalu." cerocos Devan.


"Oohh.. i..iya...iya." kata Afika terbata.


"We are in trouble..." gumam Jessy.

__ADS_1


"Bisakah kita menghilang saja dari hadapan mereka?" bisik Cicil.


Lalu Afika,Devan,Jessy dan Cicil pun melanjutkan makan mereka dan bercengkerama kembali.


Beberapa menit kemudian...


"Sayang,sepertinya kami harus segera pulang. Kau beristirahatlah,besok aku harus ke rumah sakit menunggui kakakku." kata Afika.


"Apakah aku besok boleh ikut menemanimu di rumah sakit?" tanya Devan.


"Aaahh,,hmm... ya bo,boleh." Afika bingung harus menjawab apa.


"Baiklah besok kau ku jemput dirumah jam 10 ya! Aku akan minta mang Ujang mengantarkan mobilku kesini." kata Devan.


"Iya,kalau begitu aku dan teman-temanku pamit pulang. Bye sayang.." kata Afika sambil cipika cipiki dengan Devan. Lalu mereka menuju mobil dan pulang kerumah Afika.


Di dalam mobil.


"Afika,you really really in a big trouble!" Teriak Jessy.


"Kenapa mesti teriak di kuping gue sihhh!!" kata Cicil yang sedang menyetir.


"Oh my Godness gue ga tahu harus gimanaaaa!!!" teriak Afika.


Cciiiitttt....


Mobil Cicil berdecit tanda mengerem dengan keras.


"Hey kalian bisa ga sih jangan teriak-teriak ya ampun gue ga bisa konsen nyetir nih!!!!" teriak Cicil.


"Yaahh lo juga sekarang kenapa ikut-ikitan kita teriaaakkkkk!!!!" teriak Jessy dan Afika.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2