Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Welcome Jakarta


__ADS_3

Tuan Chandra mengakhiri teleponnya dengan Afika,tak berapa lama teleponnya berdering kembali. Ternyata itu adalah panggilan dari Sekretaris Wilham.


"Selamat Pagi Tuan Chandra,ada kabar baik Nona Afina ditemukan di daratan pasifik. Saya akan segera kesana dan mengurusnya,kabar baiknya sepertinya Nona Afina selamat,,namun... " Sekretaris Wilham menghentikan kata-katanya karena ragu.


"Namun apa?" tanya Tuan Chandra tak sabar.


"Nona Afina bisa jadi akan koma,atau hal terburuknya adalah amnesia. Karena kepalanya terbentur karang." kata Sekretaris Wilham.


"Astaga Fina.... " Tuan Chandra menghela napas. Antara lega,takut,sedih,terharu menjadi satu.


"Baiklah tolong urus anakku,bawa segera ke Jakarta. Oh ya hari ini Afika pulang dari New York,aku akan menceritakan perihal Afina kepadanya,kau jangan mengatakan apapun kepadanya. " kata Tuan Chandra.


"Baiklah Tuan,kalau begitu saya akan bergegas mengurus Nona Afina. Selamat pagi."


"Ya Tuhan,tolonglah anakku.... " Tuan Chandra berdoa.


"Sayang.." suara ibunda Afika lirih. Nyonya Dewi baru sadarkan diri dari pingsan saat mendengar Afina kecelakaan.


"Sayang,syukurlah kau sudah siuman." kata Tuan Chandra.


"Bagaimana kondisi Afina sayang?" tanya Nyonya Dewi sembari menangis.


"Wilham sudah menemukan Afina sayang,segera dia akan membawa Fina pulang ke Indonesia. Tapi..." Tuan Chandra menghentikan pembicaraannya.


"Tapi apa sayang?!!"


"Afina kemungkinan akan koma dan hilang ingatan." lanjut Tuan Chandra.


"Ya Tuhan.... apa salah anakku sehingga nasibnya begitu malang." Nyonya Dewi menangis sesenggukan.


"Tenanglah sayang,semua akan baik-baik saja. Afika juga sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Kamu beristirahatlah."


Nyonya Dewi pun mengangguk.


***


Bandara Jakarta-Indonesia,


Setelah kurang lebih 23 jam melakukan penerbangan dari Kota New York menuju Jakarta dan sempat transit di beberapa negara akhirnya sampailah Afika di tanah air. Jetlag sudah pasti akan mendera selama beberapa jam nanti. Karena Afika sudah terbiasa dengan waktu New York,sekarang dia harus beradaptasi dengan waktu Jakarta.

__ADS_1


Sekretaris Anggi sudah menunggu untuk menjemputnya. Dia adalah Sekretaris pribadi Afika sekaligus teman sedari kecil. Segera ia melambaikan tangannya kepada Afika.


"Selamat Pagi Nona Afika,bagaimana penerbangan Anda?" tanya Sekretaris Anggi sembari membawakan tas Afika.


"Sepertinya aku akan tidur selama beberapa jam." tutur Afika.


"Kakak,Ayah dan Ibu sedang apa? Apakah mereka sibuk,kenapa mengagalkan rencananya ke New York?" Afika bertanya kepada Sekretaris Anggi


"anu,Nona.." jawab Sekretaris Anggi terbata-bata


Afika menghentikan langkahnya,karena Sekretaris Anggi tampak ragu untuk menjawab pertanyaan.


"Kenapa,kau tak meneruskan kata-katamu?" tanya Afika.


"Sebaiknya nona langsung menuju mobil dan segera istirahat. Saya akan mengurus barang-barang Anda." jawab Sekretaris Anggi,yang sepertinya sedang mengalihkan pembicaraan.


'Ada apa ini sebenarnya,aku semakin curiga dengan orang-orang disini. Kenapa mereka seperti sedang menutupi sesuatu dariku??' gumam Afika dalam hati.


#Sudut Pandang Sekretaris Anggi


Sekretaris Anggi segera menjauh dari Afika sembari mengurus barang-barangnya. Setelah itu ia menelepon seseorang,yang ternyata adalah Ayah Afika.


"Pagi,baguslah kalau dia sudah sampai. Tolong jangan ceritakan apapun hingga ia sampai kerumah. Biar saya yang menceritakan kejadian yang sebenarnya." jawab Tuan Chandra.


"Baik Tuan Chandra,kalau begitu saya akan menemani Nona Afika pulang. Selamat Pagi." pamit Sekretaris Anggi.


***


Afika menunggu Sekretaris Anggi yang sedang mengurus barang-barangnya di mobil. Setelah beberapa menit ia kembali dan duduk di kursi depan mobil. Afika melihat di kaca kalau Sekretaris Anggi diam-diam mencuri pandang dengannya. Afika pun lantas bertanya kepadanya.


"Sekretaris Anggi,kenapa kau sangat kikuk denganku. Apa yang kamu takutkan? Apa karena aku lama tidak pulang ke Jakarta kau jadi seperti ini?" tanya Afika.


"Ah,,bukan seperti itu Nona. Aku hanya rindu padamu,sudah beberapa tahun tidak ada yang berteriak meminta handuk padaku." jawab Sekretaris Anggi sambil menahan tawa.


"Dan kau juga semakin anggun dan cantik." Tambah Sekretaris Anggi.


"Aku sudah mengenalmu selama beberapa tahun,mengapa kau berbohong kepadaku." tembak Afika.


"Tidak ada yang perlu kau khawatirkan Nona,sebaiknya Nona istirahat. Perjalanan kita akan membuang banyak waktu karena macet. Silahkan beristirahat." kata Sekretaris Anggi.

__ADS_1


Afika hanya menjawab dengan tatapan malas lewat kaca spion.


'Oh ya,aku belum menghubungi Devan,kalau aku sudah sampai di Jakarta.' gumam Afika dalam hati.


"Aku akan sms,ah tidak sebaiknya ku telepon saja.. Tapi apabila di Jakarta pagi berarti New York saat ini sedang jam nya tidur,apa aku akan mengganggu tidurnya..? Ah sebaiknya ku telepon sajalah." gumam Afika.


Kring.. Kring...


Devan belum mengangkat teleponnya,setelah beberapa saat akhirnya telepon itu pun diangkat.


"Hallo,who is this?" jawab seseorang yang pasti itu bukan suara Devan,dan bukan pula suara lelaki. Ini suara perempuan!


"Hallo,where is Devan?!" tanya Afika dengan nada kesal.


"Hai,Afika Hadiwijaya. Tidak usah terlalu galak,pantas saja pacarmu selalu mengeluh padaku tentangmu" jawab wanita itu. Afika sepertinya mengenal suara ini,dia adalah Chelsea Hanggono. Wanita yang sangat dia benci karena selalu mencoba mencari celah antara Afika dan Devan.


"Hei wanita tak bermasa depan,mengapa kau mengangkat telepon pacarku hah?! Jangan coba-coba memfitnah Devan dengan cara kotor seperti ini!" teriak Afika.


"Apa katamu? Aku wanita tak bermasa depan? Sudah jelas aku adalah masa depan Devan Wijaya. Aku akan menjadi Nyonya Devan Wijaya dan masuk ke dalam keluarga ningrat Wijaya hahahaa." wanita itu meledeknya.


"Ya..ya.. terserah apa katamulah. Cepat berikan teleponnya sama Devan aku mau bicara." ucap Afika berusaha setenang mungkin,padahal terdengar sudah mulai cemburu.


"Devan sedang mandi,aku juga akan menyusulnya. Kau mengganggu kesenanganku saja hahahaa."


"Wanita ******! Devan apa yang kau lakukan disaat aku pergi,kurang ajar kamu Devan!!!" teriak Afika.


Afika kelelahan,setelah penerbangan panjang ditambah pula mendengar suara wanita itu. Ia pun tertidur.


Afika akhirnya terbangun dari tidur panjangnya. Tapi yang Ia heran mengapa sudah ada di atas tempat tidur. Apakah Afika tertidur sampai pingsan hingga tak sadar dibangunkan orang-orang.


Afika lalu memindai pandangannya ke seluruh ruangan kamarnya. Sudah kurang lebih 2 tahun Ia tak pulang karena sedang mengejar tittle nya dengan sistem kebut cepat.


Tak banyak yang berubah dari dekorasi kamarnya,wangi khas kayu masih bisa tercium olehnya karena sang ibu sangat menyukai aroma Sandalwood dan karena itu pulalah kamar Afika diberi pengharum ruangan otomatis beraroma kayu.


Afika pun bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dari perjalanan panjangnya.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2