
(Spoiler : Episode ini lebih banyak percakapannya ya gaess hehe)
Setelah Dhimas pergi Afika pun baru menyadari bahwa ada dua sahabatnya yang sedang menunggunya di kamar dengan banyak sekali pertanyaan di kepala mereka.
"Astaga aku lupa,tadi aku menyuruh Jessy dan Cicil menunggu di kamar... Aduh,repot sekali hidupku hari ini Tuhan!!" kata Afika yang bergumam sambil sedikit berlari ke arah kamarnya.
Jessy dan Cicil yang sedang berada di kamar Afika pun saling bertanya,dan menggerutu bahwa Afika sangat lama berada di bawah.
"Jes,kita datang di waktu yang tidak tepat sepertinya." kata Cicil.
"Iya ya,mana kita sekarang di cuekin lagi.. huh kemana sih Afika!!" kata Jessy.
Cekleekk
Suara pintu terbuka,Afika pun masuk dengan tergesa-gesa karena merasa tidak enak telah lama meninggalkan dua sahabatnya itu di kamar.
"Guys,I'm so sorry... Ada trouble sedikit." kata Afika.
"Fikaaaaa lo tau kan kita tuh kesini karena kangen sama lo ,sekarang malah kita dicuekin huuhh!!" teriak Jessy.
"Maaf,maaf.... "
"Sekarang lo minum dulu nih,trus tarik napas buang napas.. rileks,,kayaknya berat banget beban hidup lo Fika hahhaa " kata Cicil.
"Aahh,,sial lo... oke gue napas dulu lah sedikit huhh hahhh... lumayan tenang deh." kata Afika.
"Trus,coba tolong dijelasin itu tentang cowok handsome dibawah tadi yang lo akui sebagai calon kakak ipar.." cecar Cicil.
"And then ngaku juga sebagai mantan lo." celetuk Jessy menanggapi omongan Cicil.
"Okey,gue ceritain yaa... Yang kami katakan memang benar adanya. Kalian inget kan cowok yang bikin gue ga bisa move on waktu gue di New York tahun kemarin?" Afika memberikan pernyataan.
__ADS_1
"Iya gue inget,,tapi siapa ya namanya... Kayak nama yang jadi Spiderman siapa sihh tuhh ah gue lupa!!" kata Jessy.
"Pieter?" kata Cicil.
"Naahh iya tuh bener si Pieter Parker.." kata Jessy.
"Pieter Van Damme,madam rempong!" kata Afika.
"Hahahaaa iya gue selalu panggil dia Pieter Parker abisnya namanya ribet banget!"
"But,that's Pieter not Dhimas kan Afika?" tanya Cicil.
"Pieter and Dhimas are the same person guys.." kata Afika.
Jessy dan Cicil saling pandang lalu bergumam..
"God please save me from this situation..." Kata Cicil..
"Oh God,why are these two girls so lebayyy!!!" teriak Afika kesal tapi ada lucunya juga.
"Trus gimana caranya dia jadi calon suami kak Fina?" kata Cicil.
"Jadi kakeknya Dhimas tuh sahabatan sama kakek gue,dan sebelum kakeknya meninggal Dhimas disuruh nikahin anak dari keluarga gue. Dan ya karena kakak gue belum married ,juga karena beliau anak pertama ya udah mereka dijodohin. Mereka sama-sama mau ya udah.." kata Afika.
"Eh ya,kenapa ga kewong sama lo aja,kan lo pacarnya gimana sihhh.. tuh kan gue bingung.. Cil,lo bingung juga kan? Please klo lo ga bingung berarti otak gue bermasalah!!" teriak Jessy.
"Tenang,lo ga sendirian kok." kata Cicil.
" Saat gue pacaran sama dia,gue sengaja nyembunyiin identitas gue.. Karena gue pengen dapetin cowok yang beneran tulus sama gue,bukan karena nama orangtua gue.." kata Afika.
"Nah,trus kenapa dia punya dua nama. Dia juga nyembunyiin identitasnya juga gitu?" tanya Cicil.
__ADS_1
"Karena neneknya orang Belanda mungkin dia pengen namain cucunya pake hal yang berbau Belanda. Trus nama Pieter juga lebih umum di New York dibanding nama Dhimas." jelas Afika.
"Bener juga,tapi emang kalian ga ada kepikiran buat kawin lari gitu?" tanya Jessy.
"Gila lo,ya enggak lah mau dihapus dari Kartu Keluarga apa gue.. Tadinya gue udah mau ngaku tentang identitas gue yang sebenarnya sama Dhimas karena gue sudah merasa nyaman dan ingin serius,tapi dia keburu ngasih kabar tentang perjodohannya. Ya udah gue ga mau bikin dia bingung. Akhirnya kita pisah" lanjut Afika.
"By the way tadi kenapa di bawah lama banget,apa ada yang ga beres?" tanya Cicil .
"Yaa,singkat cerita ya guys... Entah gue harus senang atau sedih gue bingung... Ayah menyuruh kami untuk menikah." kata Afika,namun dia tidak menceritakan kronologis nya secara detail kepada dua sahabatnya mengapa ayahnya tiba-tiba menyuruh Afika dan Dhimas menikah.
(Karena Afika malu kepergok tengah berciuman dengan Dhimas depan ayahnya).
"What??" teriak Jessy dan Cicil bersamaan.
"Itu Om Chandra yang bilang sendiri?" tanya Jessy.
"Ya,dengan alasan tanggal pernikahan kak Fina dan Dhimas tinggal 3 minggu lagi. Sementara semua persiapan sudah 80 persen dan undangan sudah di sebar. Ayah ga mau klien yang sudah diundang menjadi kecewa. Intinya malu lah kalau acara tersebut di gagalkan." kata Afika.
"But,Om Chandra tau ga sih kalian pernah ada hubungan?" tanya Cicil.
"Ya,akhirnya Dhimas cerita ke ayah. Makanya ayah tambah yakin buat nikahin kita." lanjut Afika.
"Kisah cinta lo bisa dibikin novel nih.. Judulnya Menikahi Calon Kakak Ipar hahhahaa..." kata Jessy..
"hahahaa" kemudian mereka tertawa bersama..
"Fik,bik Dharmi masak apa ya.. gue dengerin cerita lo jadi laper tau ga sih!!" kata Jessy.
"Alaaahhh itu mah alasan lo aja emang laper!!" kata Cicil sambil melempar bantal ke arah Jessy,dilanjut dengan Afika yang juga melempar guling ke arah Jessy. Akhirnya terjadilah perang bantal guling heheee..
*Bersambung*
__ADS_1