Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Tragedi di Fixing Room


__ADS_3

Tim fixing segera memperbaiki gaun Afika. Tinggallah Afika seorang diri diruang tunggu khusus fixing. Setelah Afika mendengar dua nama pasangan kekasih itu amarahnya memuncak napasnya tak beraturan dan matanya terasa panas. Ia sangat emosi namun ia bisa menahannya. Diraihnya ponsel di tas Dior hitam mini miliknya.


Afika mengirim pesan kepada Devan.


"Do you miss me?"


Tak perlu menunggu waktu lama pesan itu terbalaskan.


"Dear.. I miss you so badly."


Afika jijik membaca pesan itu.


"Where are you?" tanya Afika.


Tulisan mengetik.... yang tiba-tiba hilang tiba-tiba muncul menandakan bahwa sang pemilik sedang berusaha menulis kemudian menghapus pesan tersebut dan menulis lagi. Seperti ada keraguan di isi dalam pesan tersebut.


"Ke ruangan tunggu fixing Hwang Tailor RIGHT NOW!!" pesan Afika.


Devan terkejut bagai disambar petir melihat pesan dari Afika tersebut.


***


(POV Devan)


Pukul 09.00


Devan dan Chelsea sampai di Hwang Tailor.


"Good morning Mr.Devan and beautiful girl Miss.Chelsea. How are you guys?" tanya Mr.Hwang ramah.


"I'm good. " jawab Devan dan Chelsea.

__ADS_1


"Well lets go to the fitting room" ajak Mr.Hwang.


Devan dan Chelsea segera mencoba gaun pengantin mereka. Rupanya gaun Chelsea agak sempit di bagian perut.


"Maaf Nona Chelsea apakah kau melupakan dietmu atau...?" tanya Mr.Hwang.


"Yes,I'm Pregnant." kata Chelsea dengan bangganya.


Devan hanya bisa memalingkan wajahnya dengan kesal.


"Oh congratulations Tuan Dan Nona. Well sepertinya gaun Anda harus diperbaiki kembali Nona karena pasti akan sangat tidak nyaman untuk Anda dan ehem your baby of course." kata Mr.Hwang.


"Perbaiki saja gaunnya. Tuxedoku sudah pas." kata Devan ketus.


Chelsea dan Mr.Hwang ke ruangan fixing.


Tak lama asisten Mr.Hwang memberitahukan bahwa ada VIP Guest yang sudah sampai.


"Nona,gaun Anda akan diperbaiki oleh tim fixing kami. Maaf saya permisi dulu sebentar ada tamu yang datang. Saya akan kembali segera." kata Mr.Hwang kepada Chelsea. Chelsea pun segera diurus oleh tim Mr.Hwang.


Tak lama dari itu ponsel Devan bergetar terlihat notifikasi dari Afika.


"Do you miss me?" isi pesan tersebut.


Devan yang sangat merindukan Afika pun segera membalasnya.


"Dear,I miss you so badly."


Devan memang sedang menghindar dari Afika karena satu dan lain hal. Maka saat Afika menghubunginya hatinya merasa amat bahagia.


"Where are you?" Afika membalas pesannya.

__ADS_1


Devan sangat bingung bagaimana ia harus menjawabnya. Kalau ia berkata yang sesungguhnya pasti Afika akan bertanya-tanya untuk apa ia ke tempat pemesanan gaun pernikahan. Alasan apa yang tepat untuk membalas pesan dari Afika. Devan ragu-ragu untuk menulis setelah itu ia menghapusnya. Menulis lagi hapus lagi. Lalu pesan dari Afika kembali muncul.


"Ke ruangan tunggu fixing Hwang Tailor RIGHT NOW!!" pesan Afika.


Devan terkejut bagai disambar petir melihat pesan dari Afika tersebut.


Ruang fixing Hwang Tailor? Mengapa Afika tahu ia sedang disini. Apakah Afika membuntutinya? Lalu Devan melihat keadaan sekitar setelah dirasa aman dia pun ke ruangan fixing disebelah ruangan Chelsea.


Di bukanya pintu ruangan Fixing samping ruangan Chelsea. Nampak seorang wanita dengan rambut coklat panjang sedang memakai kimono di depan cermin panjang dan membelakanginya. Devan ragu dalam melangkah dan mencoba menutup pintu nya pelan dan menguncinya.


"A..Afika?" tanya Devan. Afika lalu membalikkan badannya.


"Long time no see Mr.Devan?" tanya Afika dengan muka angkuh.


Devan mendekati Afika dan mencoba memeluknya namun ditolak oleh Afika.


"Apa yang sedang kamu lakukan? Padahal di ruangan sebelah ada calon pengantin wanitamu. Cih lelaki macam apa kau ini. Kau pikir....." sebelum Afika melanjutkan kalimatnya Devan segera memeluk dan melahap bibir Afika dengan serampangan. Devan mendorong Afika hingga ke tembok. Tangan Devan mulai bergerilya kemana-mana.


Devan dan Afika bernapas sejenak dari aktifitas panasnya.


"Hah..hah..hah.. Devan apa yang sudah kamu lakukan!" bisik Afika karena takut terdengar oleh orang lain.


"Aku menginginkanmu.." bisik Devan di telinga Afika dan membuat Afika semakin melayang.


10 menit mereka melepas kerinduan,diakhiri dengan napas terengah-engah dua sejoli yang sudah mempunyai calon pengantin masing-masing itu.


Afika yang masih merasa fly hanya mampu mengerjap-ngerjapkan matanya dan merasa mengantuk karena pengaruh hormon serotonin yang diberikan oleh Devan tadi. Akhirnya Afika sadar dan menyesali perbuatannya.


"Damn!! Apa yang sudah kulakukan! Aaarrghhhh Afika kamu bodoh sekali,dia itu lelaki brengsek kenapa kau malah terbuai olehnya! Stupid me!!!" teriak Afika menyesali diri. But I really miss him hiks... Afika sangat merindukan Devan. Afika wanita bergolongan darah O+ yang sangat plin-plan akan perasaannya. Afika segera menuju toilet masih di ruangan yang sama untuk membersihkan dirinya.


Devan segera ke toilet untuk membersihkan tubuhnya. Dan tersenyum puas saat mengingat kejadian tadi. Selama dua tahun menjalin kasih Afika melarang Devan menyentuh area pribadinya. Namun karena ia sangat merindukan lelakinya tersebut Afika pun terbuai begitu pula dengan Devan. Dan terjadilah hal tersebut.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2