Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Posisi Direktur


__ADS_3

Setelah menerima telepon dari Devan,Afika menuju lantai bawah untuk sarapan.


"Pagi Ayah,Ibu.." sapa Afika.


"Pagi nak" jawab keduanya.


"Wah cantik sekali anak ayah,anggun ya bu anakku.." kata Ayah Chandra.


"Iya dong siapa dulu ibunya.." kata Ibu Dewi.


Afika kemudian duduk dan sarapan. Bik Darmi pagi ini memasak nasi goreng kesukaan Afika.


"Nak,nanti berangkat bersama Ayah. Kamu nanti akan diajarkan oleh Sekretaris Wilham poin-poin penting tentang perusahaan kita karena setelah itu Ayah akan memperkenalkanmu kepada para jajaran Direksi dan pemegang saham." jelas Ayah.


"Ayah,apakah harus secepat itu perkenalannya? Aku kan baru sehari belajar." protes Afika.


"Ayah yakin akan kemampuanmu. Yang penting kamu harus mengenal product knowledge dari perusahaan kita,visi dan misi nya. Karena biasanya ada saja pertanyaan yang diajukan oleh mereka. Ayah berjaga-jaga agar kamu tidak dipermalukan oleh mereka." ucap Ayah.


"Baiklah ayah.."


Setelah selesai sarapan mereka menuju kantor. Afika ditemani oleh Sekretaris Anggi yang kini sudah siap sedia mendampingi kemanapun Afika pergi. Tuan Chandra ditemani oleh Sekretaris Wilham. Mereka berlima termasuk Pak Wira,supir pribadi ayahnya segera membelah jalanan ibukota yang tampak masih lengang di pagi hari itu.


Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di gedung HDW Grup. Afika,Tuan Chandra dan para Sekretaris Pribadi mereka turun dan memasuki gedung megah perusahaan tersebut. Terlihat karyawan mereka menunduk dan memberi hormat kepada Komisaris Utama dan calon Direktur baru HDW Grup.


Mereka langsung menuju lantai 5 menggunakan lift khusus.


Sesampainya di lantai 5.


Terdapat lobby mewah ukurannya setengah dari Lobby utama. Disitu terdapat 2 resepsionis satu pria dan wanita. Mereka memberi hormat kepada atasannya. Masuk ke lorong sebelah kanan adalah ruang kerja Sekretaris Wilham di depannya adalah ruangan Komisaris Utama. Masuk ke lorong sebelah kiri adalah ruang kerja Sekretaris Denny yang merupakan Sekretaris Pribadi Afina dan di depannya adalah ruangan Direktur Utama.

__ADS_1


"Wilham bawa Afika ke ruanganku agar ia bisa melihat-lihat. Setelah itu baru kau ajarkan dia di ruangannya." kata Tuan Chandra.


"Baik Tuan. Nona ini adalah ruang kerja Tuan Chandra dan di depannya ini adalah ruangan saya." kata Sekretaris Wilham.


"Mari Nona silahkan masuk." ajak Sekretaris Wilham.


Afika pun masuk ke ruang kerja ayahnya. Terakhir kali ia menginjakkan kaki kesini adalah saat Afika masih SMA kelas satu,karena setelah itu Afika mengikuti pertukaran pelajar ke Melbourne,Australia.


"Sudah lama sekali aku tak melihat ruangan ini." kata Afika.


"Ya karena kamu suka sekali belajar jadi tidak ada waktu untuk berkunjung ke kantor." kata Tuan Chandra.


Di ruang kerja ayahnya terdapat banyak sekali miniatur bangunan. Itu adalah beberapa bangunan properti yang telah mereka kerjakan. Ada Mal,Real estate dan lain sebagainya.


Di depan meja ayahnya terdapat tulisan:


CHANDRA HADIWIJAYA


HDW Grup adalah perusahaan properti developer multinasional. Mereka menyediakan berbagai produk inovatif yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan para investor. Kepercayaan para pembeli terhadap pelayanan yang diberikan selama lebih dari 30 tahun, telah menjadikan HDW Grup sebagai developer terpercaya dan menjadi inspirasi bagi developer-developer lainnya baik nasional maupun internasional.


Perusahaan tersebut adalah perusahaan keluarga yang dimulai dari era kakek Afika yaitu Tuan Hadiwijaya yang merupakan sahabat dari Tuan Ronggo Ardhiga yaitu kakek Dhimas.


"Tuan,rapat direksi akan dimulai setelah jam makan siang. Saya akan mulai mengajari nona Afika dari sekarang." kata Sekretaris Wilham.


"Baiklah bawa Afika ke ruangan Afina. Disana ada Denny,Anggi kau juga bisa belajar dengannya." kata Tuan Chandra.


"Baik Tuan."


Sesampainya di depan pintu ruang kerja Afina.

__ADS_1


"Selamat Pagi Sekretaris Denny." sapa Wilham.


"Pagi Pak Wilham." jawab Denny.


"Nona perkenalkan ini adalah Denny Sekretaris Pribadi Nona Afina. SelaMa Nona Afina sakit,Denny lah yang menghandle segala pekerjaan Nona Afina. Sekretaris Denny,perkenalkan beliau adalah Nona Afika." kata Wilham.


"Selamat Pagi Nona Afika dan selamat datang. Perkenalkan Saya Denny."


"Ya Selamat Pagi Sekretaris Denny,mohon bantuannya." kata Afika sopan.


"Mari nona silahkan masuk." Wilham mengajak Afika untuk masuk ke ruangan Direktur Utama.


Afika mengusap papan nama yang bertuliskan


DIREKTUR UTAMA HDW GRUP


AFINA HADIWJAYA


Ia sangat merindukan kakaknya yang masih belum sadarkan diri. Terlihat ruangannya begitu rapi dengan design ruangan yang feminim khas kakaknya.


Sekretaris Wilham lalu mulai mengajari Afika segala hal tentang perusahaan. Afika yang jenius dengan cepat menyerap informasi yang diberikan oleh Sekretaris Wilham. Di ruangan tersebut tidak hanya ada mereka berdua melainkan ada Anggi dan juga Denny disana. Denny menjelaskan tentang pekerjaan kepada Afika dan Anggi secara bergantian.


"Hahh,,akhirnya bala bantuan datang juga. Aku hampir tidak sanggup menghandle pekerjaan ini" gumam Denny dalam hati.


Setelah hampir 3 jam mereka berdiskusi akhirnya tibalah jam makan siang. Mereka pun mengakhiri diskusi tersebut.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2