Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Berkhianat


__ADS_3

Setelah itu anak buah Chandra membawa Ardi ke kepolisian untuk mempertanggung jawabkan kejahatannya. Lalu disana tersisa Denny Sekretaris Afina dan beberapa jajaran direksi dan investor yang telah bekerjasama membantu Ardi dalam melancarkan aksinya.


"Kalian orang-orang kepercayaanku bagaimana bisa mengkhianatiku seperti ini Hah!!! Apa segala hal yang kuberi kepada kalian masih kurang cukup? Hapuslah ketamakan kalian karena itu hanya akan menjadi bumerang bagi kalian sendiri! Kau Denny,kau begitu jahatnya sampai tega membiarkan bosmu hampir mati terbunuh! Padahal Afina sepeduli itu terhadapmu. Rumah mobil siapa yang memberikannya kalau bukan permintaan dari Afina? Tak kusangka kalian semua srigala berbulu domba! Wilham seret juga mereka ke penjara! Dan jangan tunjukkan muka kalian kepadaku selamanya!!" teriak Chandra.


"Baik Tuan" WIlham segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa Denny dan juga yang lainnya ke kepolisian . Semua hal yang berbau dengan ARdi sudah diseret ke dalam penjara.


Tinggalah di ruangan itu hanya Chandra dan Wilham.


"Tuan minum dulu." Wilham mengambilkan air mineral kepada Chandra.


"Tak kusangka semua orang kepercayaanku tega mengkhianatiku Wilham. Mengapa aku begitu bodoh tidak dapat melihat kejahatan mereka yang jelas-jelas mereka lakukan di hadapanku,kalau bukan Dhimas yang menyadarkanku aku tak akan sadar selamanya." ucap Chandra.


#Flashback ON


Saat itu Dhimas baru pulang dari rumah Afika setelah mendapatkan wejangan dari Chandra karena kepergok berciuman dengan Afika didepan ruangan Chandra. Rencananya Dhimas memang akan meeting di kantornya namun ia batalkan dan di wakili oleh asistennya saja karena kala diperjalanan Dhimas mendapat telepon dari anak buahnya.


kring..kring...


(suara handphone Dhimas berbunyi)


Dhimas pun lantas menyalakan loudspeakernya karena ia sedang menyetir.


Dhimas: "Hallo apa ada petunjuk?"


Rendy: "Saya sudah menemukannya. Dan ini sungguh diluar dugaan."


Dhimas: "Apa itu?"


Rendy : "Sepertinya akan ada kudeta di dalam keluarga Hadiwijaya."


Dhimas : "Temui aku di apartemenku kita akan bicara disana."


Rendy : "Segera saya menuju kesana Tuan."


Lalu Dhimas segera menelepon Adit asistennya.


"Hallo Dit tolong wakilkan saya dalam rapat siang ini karena ada urusan yang tidak bisa saya tinggalkan."


"Baik Tuan." jawab Adit.


Dhimas segera berganti haluan menuju ke apartemennya.


Dhimas menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa Afina karena menurutnya ini telihat sangat janggal. Dimulai dari Afina yang tiba-tiba mengetahui info bahwa Afika lah wanita yang membuat Dhimas belum bisa menerima cintanya sepenuhnya,lalu rute pesawat yang berubah ke arah yang tak biasanya dan juga komunikasi pilot dan center terputus sehingga pilot kehilangan arah. Karena hanya ingin mencelakai satu orang namun banyak orang yang menjadi korbannya. Meskipun ia baru belajar akan mencintai Afina namun tetap saja Afina adalah calon istrinya yang sudah seharusnya ia jaga.


Sesampainya di apartemen. Tak lama Rendy pun sampai.


ting tong..

__ADS_1


Suara bel apartemen Dhimas berbunyi,ia pun segera membukakan pintu.


"Masuk"


"Ceritakan padaku temuanmu." kata Dhimas.


"Pesawat Nona Afina dibajak oleh seseorang yang merupakan suruhan dari Ardi,adik tiri Tuan Chandra. Info yang didapat tentang Gisele yang adalah nona Afika juga di dalangi oleh Ardi. Dan Sekretaris nona Afina juga adalah mata-mata Ardi yang sengaja ia taruh di posisi tersebut untuk menyadap segala kegiatan perusahaan. Ditambah ada beberapa jajaran direksi dan pemegang saham yang menjadi pendukung Ardi karena mereka telah diiming-imingi jabatan dan KKN besar-besaran jika ia bisa merebut tahta Afina. Setelah itu barulah Tuan Chandra yang akan dilahapnya. Itu adalah info yang saya dapat." terang Rendy.


"Jadi ini adalah kudeta yang telah direncanakan dari jauh-jauh hari dan sangat terencana. Baiklah terima kasih infonya,teruslah pantau perkembangannya saya akan memberitahu Tuan Chandra dan tugasmu adalah mengumpulkan bukti agar mereka segera mendekam di dalam penjara.' kata Dhimas.


"Baik Tuan,kalau begitu saya permisi dulu."


"Ah,Rendy tunggu sebentar. Tolong selidiki juga info tentang Devan Wijaya."


"Devan WIjaya? Pewaris tunggal Astrawijaya?"


"Ya betul. Aku mempunyai firasat yang tidak baik terhadapnya karena yang ku tahu ayahnya dan calon ayah mertuaku adalah kompetitor juga musuh bebuyutan sejak lama dan entah mengapa ia sedang mendekati Afika."


"Baik Tuan laksanakan."


"Baik kau boleh pulang."


Segera setelah Rendy pulang Dhimas menghubungi Tuan Chandra.


Dhimas : "Hallo selamat siang Om."


Dhimas : "Bisakah kita bicara? Ada informasi yang akan saya beri tahu tentang kecelakaan Afina."


Chandra : "Baiklah kita ketemu di kantorku saja,bagaimana nak?"


Dhimas : "Ah,baiklah kalau begitu. Tapi Om mohon dipastikan agar pembicaraan kita tidak bocor kepada siapapun karena ada hal yang berkaitan dengan HDW Grup."


Chandra : "Kau tenang saja di ruanganku ada ruangan khusus kedap suara."


Dhimas : "Baik Om saya segera meluncur ke kantor."


Dhimas menuju kantor HDW Grup.


Dhimas menuju resepsionis dan bertanya dimana ruangan Tuan Chandra.


"Selamat Siang saya ingin bertemu dengan Tuan Chandra." kata Dhimas.


"Selamat siang Tuan,maaf apakah sebelumnya sudah ada janji dengan Tuan Chandra?" tanya resepsionis tersebut.


"Ya saya sudah ada janji dengan beliau."


"Maaf dengan Tuan siapa?"

__ADS_1


"Saya Dhimas calon menantunya."


"Oh maaf Tuan Dhimas,baiklah akan saya beritahukan terlebih dahulu kepada Sekretaris Tuan Chandra."


Saat Dhimas sedang menunggu di lobby tak sengaja ia mendengar percakapan.


"Tuan Ardi besok ada rapat direksi."


"Rapat untuk apa?"


"Tuan Chandra akan memperkenalkan seseorang untuk menjadi Direktur Utama karena Nona Afina sedang mengalami musibah."


"Sebenarnya tak usah diadakan rapat juga semua sudah tahu siapa yang seharusnya naik jabatan hhahaaha."


'oh jadi ini adalah Tuan Ardi otak dibalik ini semua. baiklah hari ini kau boleh tertawa tapi lihat saja nanti.' gumam Dhimas dalam hati.


Tak lama Wilham turun dan menjemput Dhimas.


" Tuan Dhimas maaf menggu lama. Tuan Chandra sudah menunggu di ruangannya. Mari saya antar."


"Baik Sekretaris Wilham."


Dhimas sampai ke ruangan Chandra.


"Hai menantuku,selamat datang di kantorku. Mari kita ke ruangan sebelah." Chandra mengajak Dhimas ke ruangan kedap suara. Lalu Dhimas segera menceritakan hasil temuan dari anak buahnya. Tuan Chandra tersentak kaget.


"Astaga Ardi,Denny dan mereka semua sedang berusahan menjatuhkanku.. Aku tak menyangka." kata Chandra.


"Saya sedang mengumpulkan bukti tentang kejahatan mereka. Untuk sekarang om berpura lah tidak mengetahui apapun. Mereka sedang berencana untuk menjatuhkan dan nempermalukan Afika di depan para investor. Bila itu terjadi saham HDW Grup dipastikan akan anjlok." terang Dhimas.


"Baiklah nak terima kasih atas infonya. Mulai besok Afika harus segera mempelajari segala hal tentang HDW Grup." kata Chandra.


"Kalau begitu saya pamit om karena harus segera ke kantor." kata Dhimas.


"Baik hati-hati di jalan nak."


#Flashback Off


"Wilham,kau tak akan mengkhianatiku bukan?" kata Tuan Chandra lemas.


Memang sangat sakit bila dikhianati oleh orang terdekat apalagi orang kepercayaan dan keluarga.


"Tenang saja Tuan,saya sudah berjanji kepada diri sendiri untuk terus berada di samping Tuan dan melayani sampai akhir hayat saya Tuan." kata Wilham.


Karena keluarga Hadiwijaya sudah banyak membantu Wilham. Sejak beliau kecil sudah diasuh oleh keluarga Hadiwijaya maka kesetiaannya tak usah di ragukan lagi.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2