
Dhimas dan Afika terdiam.
Mereka sama-sama kembali ke pikiran tentang pertemuan mereka 2 tahun lalu.
#flashback
(Di episode ini aku akan mengganti nama Afika menjadi Gisele dan Dhimas menjadi Pieter)
Saat itu di coffee shop.
Gisele sedang nembayar pesanan di kasir,ia terburu-buru karena ada kelas lagi di kampusnya. Ia tidak ingin absensi nya buruk di tahun pertamanya. Setelah selesai membayar ia tak sengaja menabrak seseorang yang sedang membawa kopi di tangannya.
Bruukkk
"Aahhh,,I'm so sorry mister. Oh my God your clothes!!" kata Gisele yang terkejut karena baju orang yang ditabraknya basah dengan kopi.
"Arrghh panaass!!" kata Pieter refleks.
"Kamu orang Indonesia?" tanya Gisele.
"Maaf baju kamu basah,aduhh gimana nihh?!" Gisele panik,ia pun melihat jam di tangannya yang memang sudah hampir telat untuk kembali ke kelas.
Chloe teman dekatnya selama di New York memanggil dengan panik.
"Gisele! Hurry up!" teriak Chloe.
"Aduhh,mmm.... gini aku akan bertanggung jawab terhadap bajumu. Tolong kirim saja bajumu ke laundry sebrang sana,dan kau bilang saja ini milik Gisele. Kau bisa meninggalkan nomor ponselmu disana biar aku yang menghubungimu. Maaf aku terburu-buru. Sampai nanti!" kata Gisele. Gisele pun langsung tancap gas menyusul Chloe.
"Aku belum sempat berbicara... Gadis itu lucu sekali." gumam Pieter sambil tertawa.
Lalu Pieter pun mengikuti perkataan Gisele untuk mengirim bajunya ke laundry sebrang dan menuliskan nomor ponselnya disana.
"Sebenarnya bisa saja baju ini langsung ku buang,tapi aku sangat penasaran dengan gadis itu.." kata Pieter dalam hati.
Setelah kelas usai Gisele pun menuju laundry langganannya untuk melihat apakah orang yang ditabraknya tadi menitipkan bajunya disana atau tidak.
"Excuse me madam,did someone wash clothes with coffee stains using my name?" kata Gisele.
"Ohh yes dear, there was a handsome man leaving his clothes. Is he your boyfriend?" tanya ibu penjaga laundry.
"He's not my boyfriend, I accidentally spilled coffee on his shirt" kata Gisele.
"But I rushed to class because it would be late. So I told him to put clothes down here." lanjut Gisele.
__ADS_1
"He left his cell phone number to me. This is the number." penjaga laundry menyerahkan nomor ponsel Pieter.
211-3214
Call me Pieter
"Ok fine I take the clothes. I'll contact him soon. Thank you madam" sahut Gisele.
Setelah sampai di apartemen Gisele pun menghubungi Pieter yang tak lain adalah Dhimas.
"Hello is this really Mr. Pieter's number?" tanya Gisele.
"Who's there?" sahut Pieter
"I'm the one who accidentally spilled coffee on your shirt." kata Gisele.
"Aahh,Miss Gisele right?" tanya Pieter.
"Ya,I already took your clothes at the laundry. Then how do I to hand this shirt to you?" tanya Gisele.
"Ok Gisele kita bisa speak Bahasa karena kita sama-sama berasal dari Indonesia,right? Bagaimana kalau kita bertemu di coffee shop yang sama saat kau menabrakku? Besok,pukul 10 apakah bisa?" kata Pieter.
"Baiklah Mr.Pieter kebetulan aku tidak ada kelas besok." kata Gisele.
"Oh,baik Pieter.. sampai jumpa besok." tutup Gisele.
Gisele membayangkan wajah Pieter,ya Gisele sepertinya menyukai Pieter. Bagaimana tidak Pieter memiliki wajah tampan perpaduan etnis Jawa kental dan Belanda membuat wajahnya mempunyai tekstur lelaki yang kuat namun ada unsur barat nya juga. Dengan badan yang atletis juga penampilan yang elegan. Perpaduan yang sangat sempurna.
Gisele sengaja menyemprotkan parfum kesayangannya ke baju Pieter agar ia selalu ingat dengannya. (Memang jahil Gisele ini).
"Semoga besok bukan pertemuan yang terakhir. Sepertinya aku menyukainya..." kata Gisele sembari tersenyum.
***
Keesokan harinya mereka bertemu di coffee shop yang sama tempat mereka pertama kali bertemu.
Gisele memindai tempat itu mencari keberadaan Pieter. Atau apabila Pieter belum datang ia akan memilih tempat yang nyaman untuk berbicara.
Rupanya Pieter sudah ada disana,entah sejak pukul berapa ia datang sementara Gisele sengaja datang setengah jam lebih cepat dari perjanjian.
"Hai Pieter,sudah lama menunggu?" kata Gisele.
"Hai,belum lama. Silahkan duduk." kata Pieter.
__ADS_1
"Oh ya ini bajumu,maafkan kecerobohanku kemarin."
"Tidak apa,kalau tidak ada insiden tersebut tidak mungkin kita bisa bertemu lagi disini." sahut Pieter.
'betul juga ya .. apa jangan-jangan ini yang dinamakan jodoh hihi.' gumam Gisele dalam hati.
"Oh ya Gisele,mau pesan apa?" kata Pieter.
"Aku Caramel Macchiato." kata Gisele.
Mereka pun ngobrol panjang lebar tentang kehidupan mereka,namun Gisele tidak menceritakan tentang latar belakang keluarganya. Seluruh orang pun tahu siapa Chandra Hadiwijaya,Ayahnya adalah keturunan Ningrat dan pengusaha sukses yang terkenal di negaranya.
Alasan Gisele tidak bercerita mengenai latar belakang keluarganya adalah karena Ia begitu menyukai Pieter sehingga Gisele ingin kalau Pieter bisa mengenalnya sebagai gadis biasa.
***
Satu bulan pertemanan mereka membuat satu sama lain merasa nyaman dan memutuskan untuk menjalin hubungan.
Pieter sedang menghandle perusahaan keluarganya di New York sehingga Ia mempunyai waktu yang banyak untuk menemui Gisele.
1 tahun mereka menjalin hubungan hingga akhirnya Pieter harus menjalani perjodohan yang sudah di tentukan oleh sang kakek dan itu adalah permintaan terakhir dari kakeknya sehingga mau tidak mau Pieter menyetujui perjodohan tersebut.
Pieter pun menceritakan hal tersebut kepada Gisele. Gisele pun terpukul mendengar hal tersebut karena baru saja ia akan membuka tabir siapakah dia sebenarnya dan akan mengenalkan Pieter kepada keluarganya.
"Sebenarnya aku ingin mengenalkanmu kepada keluargaku,aku ingin menikahimu Gisele. Tapi ini adalah wasiat mendiang kakekku,aku harus melaksanakannya. Tapi percayalah cintaku hanya untukmu Gisele." kata Pieter lirih.
"Aku tak tahu harus berkata apa Pieter. Tapi kalau itu sudah menjadi keputusanmu aku akan mencoba mengikhlaskanmu." Gisele tak kuasa menahan air matanya.
"Kau bisa menemuiku kapan saja meskipun aku sudah menjadi milik orang lain. Karena sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu sayang." kata Pieter.
"Tidak Pieter,aku bukan wanita seperti itu. Bila kau sudah menjadi milik orang lain aku tak berhak memilikimu. Biarlah kisah cinta kita berakhir sampai disini. Dan kenangan indah akan tetap ku ingat." ucap Gisele.
"Bila kita berjodoh,pasti kita akan bertemu lagi sayang." kata Pieter.
Mereka berpelukan untuk yang terakhir kalinya.
***
Akhirnya Pieter pun pulang ke Indonesia dan menjalani kasih dengan Afina. Sedangkan Gisele lalu menemukan tambatan hati kembali yaitu Devan.
Meskipun mereka berpisah tapi di hati kecil yang paling dalam mereka saling merindu dalam diam. Hanya Tuhan dan waktu lah yang mengetahui isi hati dan perasaan mereka.
***
__ADS_1
Bersambung