
Setelah melalui hari yang begitu berat Afika pun dapat menghela napasnya dengan panjang. Meskipun rapat tersebut hanya memakan waktu 4 jam namun terasa seperti setahun lamanya,karena tekanan yang ia dapat dari para makhluk bermuka dua yang tidak suka bila seorang wanita kembali yang akan memimpin mereka. Afika dan Anggi menuju ke ruangannya untuk menghirup udara segar.
Rapat Direksi selesai dengan kemenangan Afika yang mendapat dukungan 89% dari pemegang saham dan direksi yang setuju bila Afika yang akan menjabat posisi sebagai Direktur Utama. Ardi yang sudah berusaha untuk menjatuhkan Afika di depan para direksi dan pemegang saham terlihat kesal dan marah. Padahal ia sudah menyiapkan ini sejak lama,tepatnya sejak Afina dinyatakan hilang saat itu.
'bagaimana bisa ini terjadi!!' gumam Ardi dalam hati.
Ardi pun kembali ke ruangannya diikuti beberapa anak buahnya.
"Sial!! bagaimana bisa dia menjawab pertanyaan yang sangat sulit bagi seorang amatiran!" teriak Ardi sambil menggebrak meja. Membuat para pendukung nya tersentak kaget.
"Apa saja kerjaaannya si cecunguk bodoh itu sampai ia bisa kecolongan seperti ini! Padahal tinggal satu langkah lagi aku akan menjadi Direktur Utama di HDW Grup,dan setelah itu perlahan aku akan menyingkirkan si tua bodoh itu seperti aku menyingkirkan anak perempuannya yang tidak pantas hidup itu!" katanya lagi dengan geram.
"Bagaimana dengan janjimu kepada kami? Kalau kau tidak berhasil merebut posisi itu mohon maaf kami tidak bisa lagi terus mendukungmu! Karena dana kami akan habis sia-sia demi halusinasimu saja!" kata salah satu pendukung Ardi yang merupakan salah satu jajaran direksi di perusahaan tersebut. Dan sebagian lagi ada pula investor atau pemegang saham yang ikut mendukungnya. Karena Ardi mengiming-imingi jabatan dan kesempatan berkorupsi uang perusahaan kepada mereka. Dengan syarat harus membantunya mengambil posisi Komisaris Utama,namun sebelum itu ia harus menjabat dulu sebagai Direktur Utama. Karena tugas dari Direktur Utama adalah memberi izin dan tanda tangan untuk setiap proyek yang sedang di kerjakan. Meskipun sebelum itu harus ada izin dulu dari Komisaris Utama namun itu masih bisa di manipulasi menurutnya. Karena setelah menjabat sebagai Direktur Utama dia akan dengan mudah memanipulasi data perusahaan dan pastinya mengkorupsi dana proyek itu tujuan utamanya.
"Oohh jadi hanya segitu saja loyalitas kalian padaku. Aku tahu kalian adalah orang-orang yang haus akan jabatan dan tentunya uang. Dengan tetap bersamaku akan kupastikan kalian akan dengan mudah mendapatkan apa yang kalian inginkan!" kata Ardi yang secara tidak langsung sedang memohon kepada mereka agar terus tetap bersamanya,karena ia butuh dana untuk setiap aksi yang akan ia lakukan. Dan dana tersebut ia dapatkan dari para pendukungnya tersebut.
Sebenarnya ia sudah mempunyai misi khusus apabila ia sudah mencapai keinginannya,orang-orang tersebut akan ia bumi hanguskan dari muka bumi ini agar kejahatannya tidak tercium oleh siapapun dan tentunya ia tidak rela apabila dana perusahaan di korupsi besar-besaran oleh orang-orang tersebut.
"Kami akan memikirkannya kembali apakah akan terus mendukungmu atau berbalik mendukung Afika yang menurutku lebih potensial daripada Kau! Karena aku tak ingin uangku terhambur sia-sia." jelas salah satu investor tersebut.
Tak lama mereka pun satu persatu bubar meninggalkan Ardi seorang diri di ruangannya. Tak lama ia menelepon seseorang.
(Suara Ardi yang sedang menelepon)
__ADS_1
"Hei bodoh,bagaimana ini bisa terjadi. Aku sudah membayarmu dengan sangat mahal tapi kau benar-benar telah mengecewakanku!"
"Apa?! Tidak mungkin hanya dalam waktu 3 jam saja ia sudah bisa menguasai hal yang sangat sulit itu! Lihat saja kalau kau berani buka mulut akan aku pastikan kau pulang tinggal nama!"
Ardi menutup teleponnya dengan geram dan melemparkannya ke sofa (sayang kalo dilempar di lantai soalnya handphone sultan boss ðŸ¤)
Telepon kantor berdering.
"Iya hallo,baiklah saya akan kesana sekarang."
Rupanya itu adalah telepon dari Sekretaris Wilham yang menyuruhnya untuk datang ke ruangan Tuan Chandra.
"Sial! Hidupku benar-benar sial,kali ini aku akan benar-benar mati!" kutuknya untuk dirinya sendiri.
***
tok..tok..tok..
"Masuk" jawab Tuan Chandra.
Ardi pun masuk dan terkejut karena di ruangan tersebut sudah banyak orang. Dan semuanya adalah orang yang ia kenal.
"Ada apa kakak memanggilku kemari?" kata Ardi dengan terbata-bata karena takut.
__ADS_1
"DUDUK!!!" kata Tuan Chandra.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun tersentak bersamaan (untung aja ga kena serangan jantung hehehee)
Lalu Chandra menyuruh Wilham untuk memperlihatkan data hasil temuan tim IT HDW Grup melalui proyektor di depan Ardi.
Disitu terpampang kejahatan-kejahatan yang sudah dilakukan oleh Ardi. Dari korupsi dana perusahaan,korupsi properti perusahaan untuk kepentingan pribadi,penyelundupan kayu,menyusupkan orang suruhannya untuk menjadi Sekretaris Afina dan hal yang paling jahat adalah ia sudah menyuruh orang untuk membajak pesawat yang ditumpangi oleh Afina sehingga menyebabkan Afina kecelakaan dan hampir saja merenggut nyawanya.
"Sudah cukup jelas mengapa kau ku panggil kesini? Kupikir kau hanya menyelewengkan uang perusahaan saja dan mencoba menjatuhkan Afika di depan direksi dan investor ternyata kau adalah manusia terkeji di muka bumi bagaimana bisa kau berusaha untuk membunuh keponakanmu sendiri!!!" teriak Tuan Chandra.
Ardi yang merasa bahwa kakak tirinya itu sudah menelanjanginya di depan semua orang pasrah dengan keadaan.
"Hahahhaa.... Bahkan bukan hanya Afina yang akan ku singkirkan. Kau adalah tujuan utamaku! Kau panggil aku keji? Sadarkah kau siapa yang keji disini? Jangan karena kau pikir bahwa kau adalah anak dari hasil pernikahan resmi Ayah kau bisa seenaknya mendapatkan fasilitas mewah Ayah. Sedangkan aku selalu menjadi bayang-bayangmu saja! Dan wanita yang ku incar yang ternyata dijodohkan denganmu hanya karena kau anak pertama! Lalu kau dipercaya untuk memegang HDW Grup,perusahaan kesayangan Ayah. Padahal dulu aku yang selalu berada di samping Ayah saat mendirikan perusahaan ini dan kau malah asyik mengecap pendidikan di Harvard!" Jelas Ardi panjang lebar,lebih tepatnya ia sedang mengemukakan curahan hati terdalamnya kepada Chandra.
"Kau tahu Ayah sangat menyayangimu! Dia selalu berkata kepadaku bahwa karena aku anak pertama akulah yang seharusnya bersusah payah,sementara Ayah sangat mengkhawatirkanmu karena Ayah tahu sanksi sosialmu lebih sulit dikarenakan kau adalah anak hasil dari hubungan terlarang ayah bersama Sekretaris Pribadinya itu yang adalah almarhum ibumu! Beliau tidak ingin kau kesusahan lagi,biarlah aku yang pusing memikirkan perusahaan kau tinggal menikmati hasilnya. Namun kau begitu bodoh dan tamak sehingga tidak bisa merasakan kasih sayang dariku dan almarhum Ayah!" jelas Chandra.
"Namun nasi sudah menjadi bubur Ardi,tadinya kau hanya akan ku asingkan saja ke Korea bagian Utara,namun karena kau telah melakukan pembunuhan berencana terhadap anakku,maka hukuman pidana akan jadi jalannya dan kau akan kuhapus dari klan keluarga Hadiwijaya,kau tidak pantas mengggunakan nama belakang ayahku yang terhormat! Masukkan dia ke dalam penjara aku tak sudi melihatnya lagi!" Lanjut Tuan Chandra.
"Awas saja kamu Chandra,aku pastikan aku akan menghancurkan seluruh keluargamu dan perusahaan ini! hahahhaaa" ancam Ardi.
***
Bersambung
__ADS_1