Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Kedatangan Devan


__ADS_3

Setelah lelah bermain perang bantal,Afika dan dua sahabatnya turun menuju dapur untuk makan siang. Di dapur ternyata sudah ada Bik Darmi,Sekretaris Anggi dan Nyonya Dewi ibunda Afika yang sedang mempersiapkan makan siang.


"Ibu... Masak apa hari ini?" tanya Afika.


Meskipun Nyonya Dewi adalah pebisnis ulung dan wanita karir namun tetap saja beliau tidak melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga,terkadang beliau tak sungkan membantu Bik Darmi memasak atau sekedar membuat kue cemilan untuk keluarganya.


"Halo sayang,,hai Jessy dan Cicil.." sapa ibu Dewi.


"Halo tante,apa kabar?" tanya Jessy dan Cicil sopan dan mencium tangan Ibu Dewi.


"Kabar tante baik cantik,oh iya hari ini Bik Darmi masak Sup Kimlo,Ayam Goreng,sambal terasi dan kerupuk." jawab Ibu Dewi.


"Waahh asyik banget tuh tante maknyusss.." kata Jessy yang tak sanggup lagi menahan rasa laparnya.


"Ssstt.. Jessy jangan malu-maluin gue plis!" kata Cicil berbisik.


"Hahahaa tidak apa-apa,ayo silahkan makan ya.. Tante mau bersiap dulu,hari ini mau ke rumah sakit menengok Afina. Bagaimana keadaan kakakmu nak?" tanya Ibu Dewi kepada Afika.


"Alhamdulillah Bu kakak sudah melewati masa kritis." kata Afika.


"Alhamdulillah .. Baiklah ibu mau bersiap menengok kakakmu dulu ya nak.. Ayo teman-temanmu diajak makan juga ya.. Jessy Cicil anggap saja rumah sendiri,kalau mau nambah boleh kok hihi.." kata Ibu Dewi..


"Beresss tanteee..." kata Jessy dan Cicil


***


Disaat mereka akan makan tiba-tiba handphone Afika berbunyi..


"Nomor baru,siapa ya??" kata Afika.


"Halo?"


"Surprise!!!!!!!!!!!"


"Devan??" tanya Afika.


"Yes honey,your boyfriend just arrived in Jakarta.." kata Devan.


"Have you arrived? Are You still at the airport? I'll pick you up!" kata Afika semangat.


"OK,I'll wait" jawab Devan.


"Guys nanti anterin gue ke airport ya,Devan udah sampe Jakarta.." pinta Afika.


"Ayokkk.. gue penasaran sama Devan.." kata Cicil.


"Sammaaaa,,,eh by the way lo kan mo nikah sama Dhimas,Devan buat gue yaaa,,yaaa!!!" kaya Jessy.


Sejenak Afika terdiam,senyumnya berubah menjadi sendu.


"Fik?? Maaaf ya gue cuma becandaaa" kata Jessy sambil memeluk Afika.

__ADS_1


"Bukan gitu Jes... gue baru sadar. Gimana cara gue ngmg sama Devan kalo gue mau dinikahin sama Dhimas??" tanya Afika.


"Iya juga yaaa,," kata Jessy.


"Fika,mungkin ini memang terlalu cepat jadi lo belum bisa berpikir jernih.. Sekarang lo pertimbangkan lagi baik buruknya. Nanti lo bakalan bisa menimbang hati lo akan berlabuh ke Dhimas atau Devan... Fika,pernikahan itu sekali seumur hidup jangan sampai elo salah pilih ..." kata Cicil yang memang lebih dewasa dari kedua sahabatnya.


"Iya lo bener Cil,,untuk sekarang tidak masalah gue jemput Devan..Makasih yaa beiibb lo emang sahabat gue!!!" kata Afika sambil memeluk Cicil..


"Wwooooyyy gue juga keles!!" kata Jessy protes.


"Hahahaa iya iya elo berdua emang the best !!" kata Afika.


"Okelah let's go to the airport!!!" kata Afika..


"Menjemput calon pacarkuuu!!!!" kata Jessy.


"Hei,dasar jomblo akut!" teriak Cicil..


Mereka pun segera menuju airport menggunakan mobil Cicil,Cicil menyetir,Jessy di kursi depan sedangkan Afika di kursi belakang.


***


Bandara Jakarta-Indonesia,


Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam karena macet,mereka pun sampai di bandara. Afika lantas menelepon pria rasa jeruk nya,oh tidak dia sudah berganti rasa,,rasa apel hahaha.


Devan memang suka melawak,mengatakan bahwa dirinya adalah buah-buahan yang menyegarkan.


Segera Afika menelepon Devan.


"Oke deh,gue masuk dulu ya" kata Afika.


Afika pun masuk ke dalam bandara,ia mencari-cari dimana keberadaan Devan,lalu ia berinisiatif untuk menelepon Devan.


"Devan,kau dimana aku sudah sampai di bandara." kata Afika.


"I see you,aku di belakangmu." kata Devan


Langsung Afika berbalik badan dan mendapati Devan telah berada di depannya,dan langsung memeluk Afika dengan sangat erat,ya Devan memang tidak bisa jauh dari Afika.


"Sayang,apa kau akan membunuhku sekarang juga? I can't breath right now." kata Afika.


"hahahaa I'm sorry my sunshine.. Kamu seperti squishi jadi aku gemas padamu,dan yang pasti aku merindukanmu." kata Devan


"Aku juga merindukanmu. Baiklah ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu kerumah,tapi kita tidak hanya berdua." kata Afika.


"Tak hanya berdua? Hmmph padahal aku hanya ingin berdua saja denganmu!" rengek Devan manja.


"Ya sudah kalau begitu aku pesan tiket lagi." Devan mencoba merajuk.


"hahahaa hei pria rasa apel. Yakin kau akan kembali? Aku belum menggigitmu!" Afika mencoba menggodanya.

__ADS_1


"Baiklah kalau kau memaksa aku tak akan kembali ke New York. Berterima kasihlah padaku!"


"Ya,,Terima kasih pacarku sayang," kata Afika,sambil mengecup bibirnya agar diam dan tak berdebat lagi. Lalu mereka pergi menuju parkiran yang sudah dinanti oleh Jessy dan Cicil.


"By the way,kita dengan siapa saja?" tanya Devan.


"Oh ya,tadi aku kesini bersama sahabatku. Dia juga ingin kenal denganmu sayang." jelas Afika.


"All right,berdoa saja agar mereka ga kepincut dengan ketampananku!" kata Devan.


"Kamu mau ini?" Afika menunjukkan kepalan tangannya.


"Hahahaaa,tenang saja sayang hatiku sudah terpatri namamu. Tak akan ada yang lain selain dirimu!" Devan mencoba merayu.


"Halah,gombal kamu!" kata Afika dengan pipi bersemu merah.


Afika dan Devan segera menuju mobil untuk pulang dan menemui kedua sahabat Afika yaitu Jessy dan Cicilia.


"Hai guys maaf lama,tadi Devan mengurus kopernya dulu sedikit bermasalah tadi." kata Afika.


"Oh ya kenalin ini Devan,sayang ini sahabatku Jessy dan Cicil"


"Hai I'm Devan. Nice to meet you pretty girls.." kata Devan memperkenalkan diri,walaupun memang sedikit genit tapi memang begitulah Devan sifatnya sedikit bad boy..


"Halo aku Jessy."


"Aku Cicil.."


Setelah berkenalan mereka pun masuk mobil dan Cicil melajukan mobilnya keluar bandara.


"Sayang,kamu mau aku antar kerumah atau kamu mau kemana dulu?" tanya Afika.


"Sepertinya untuk sementara waktu aku akan tinggal di hotel karena orangtuaku sedang ke Ausie dan pulang seminggu lagi. Untuk apa aku dirumah sendirian. Lebih baik aku di hotel dulu sambil menunggu mereka pulang." jawab Devan


"Kalau gitu kenapa kamu pulang sekarang,seharusnya tunggu saja sampai orangtuamu pulang." kata Afika.


"Of course because I miss you Sunshine.." Devan pun mengecup kening Afika. Dan itu membuat wajah Afika merona malu,karena Devan melakukan itu didepan kedua sahabatnya..


"Oh My God... Devan bisakah kau menghargai kami yang jomblo ini!" protes Jessy.


"Heh,lo aja yang jomblo gue sih udah punya Kai.." kata Cicil,yang sangat mengidolakan Kai EXO.


"Kai EXO? Halu aja looooooo,please Devan kalo lo punya temen cowok cepet jodohin sama Cicil deh halunya kebangetan!" kata Jessy.


Mereka pun tertawa bersama.


"Kalian mampirlah ke hotelku,kebetulan aku lapar. Sekalian ku traktir kalian." kata Devan,ya Memang Hotel Astrawijaya itu adalah milik keluarga Devan.


"Aduh Van,kebetulan banget kita ga jadi makan dirumah Afika soalnya Princess kita ini ngebet banget pengen ketemu cowoknya." kata Cicil.


"Oh iya kita kan tadi ga jadi makan ya,,asyikkk makan makan..." kata Jessy.

__ADS_1


"Kalian bisa ga sih ga malu-maluin gue!!" kata Afika.


Mereka lalu tertawa dan kemudian Cicil langsung mengemudikan mobilnya menuju Hotel milik keluarga Devan.


__ADS_2