Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Fitting Baju Pengantin


__ADS_3

Setelah mendengar informasi dari Dhimas dan Wilham Afika tampak begitu membenci Devan dan Chelsea. Dilihatnya handphone nya tidak ada kabar dari Devan.


"Cih,benar saja ternyata bedebah itu sedang bersenang-senang dengan wanita murahan itu." ucap Afika dengan geram.


"Aku tak akan segan-segan untuk menghancurkan kalian. Karena kalian telah membuat harga diriku hancur!" lanjut Afika.


Setelah urat menegang. Afika berusaha untuk calm down dengan mengatur napasnya. Karena ia tak ingin kabar ini membuat mood nya hancur dan sekaligus menghancurkan karir dan perusahaannya.


"Huh.. Ha... Rileks Afika.. Calm down..,"


Tak lama Anggi masuk.


"Nona.. ups maaf" kata Anggi yang membuka pintu ruangan bosnya dan terlihat Afika sedang mengatur napas nya.


"Ah,ya Anggi."


"Bersiaplah Nona,15 menit lagi rapat akan dimulai."


"Saya sudah siap,bagaimana dengan berkas-berkasnya apakah sudah kamu siapkan?"


"Sudah Nona."


"Baiklah terima kasih Anggi. Sekarang kita ke ruangan Komisaris dulu."


Afika dan Anggi menuju ke ruangan Komisaris.


tok..tok..tok..


Anggi mengetuk pintu dan masuklah Afika ke ruangan ayahnya


"Masuk" kata Tuan Chandra.


Di ruangan itu sudah ada Ayah,Ibu,Wilham dan juga Dhimas sedang mempersiapkan rapat dengan Mr. Yamamoto.


"Ayah ini adalah laporan neraca keuangan perusahaan kita satu tahun terakhir." kata Afika menyerahkan berkas tersebut kepada ayahnya.


"Hm..Dhimas pelajari ini baik-baik." kata Tuan Chandra.


"Ya om."


Lima belas menit kemudian mereka beralih ke ruang rapat. Rapat dipimpin oleh Afika dengan Dhimas sebagai juru bicara nya. Tuan Chandra bertindak sebagai penengah dan pengambil keputusan sebagai sah atau tidaknya proses investasi tersebut.


Karena Mr. Yamamoto telah diberikan penjelasan terlebih dahulu oleh Dhimas maka rapat hari itu hanya bertujuan untuk penandatanganan dokumen saja karena pada dasarnya Mr. Yamamoto memang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan ke perusahaan tersebut. Dan HDW Grup juga berencana untuk membuka cabang di Jepang maka dari itu Mr. Yamamoto sangat setuju dan akan bertindak sebagai vendor di cabang Jepang.


Satu jam berlalu.


Rapat pun selesai,kini mereka telah kembali berkumpul di ruang Komisaris Utama.

__ADS_1


"Syukurlah rapat hari ini berjalan lancar. Terima kasih Afika Dhimas Wilham dan Anggi kalian telah bekerja keras." kata Tuan Chandra.


"Iya ayah. Oh ya bagaimana kalau kita langsung berangkat ke Hwang Tailor karena sepertinya jalan utama menuju kesana masih macet dikisaran jam segini." kata Afika.


"Anggi coba kamu cek jalan ke Hwang Tailor apakah macet? Kalau iya lebih baik kita naik heli saja." kata Ibu Dewi.


"Baik sebentar Nyonya akan saya cek terlebih dahulu." Anggi pun mengeceknya melalui GPS.


"Memang agak macet tapi tetap berjalan tidak stuck di tempat." kata Anggi lagi.


"Iya Ibu apa tidak berlebihan jika kita harus naik heli ke Hwang Tailor apakah disana ada helipad?" kata Afika.


"Sayang,Mr.Hwang akan ke Singapore pukul 12.00. Ibu ingin disana agak lama karena proses fitting tidak boleh terburu-buru." kata Ibu Dewi.


"Hm.. iya-iya sebaiknya kita berangkat sekarang." kata Afika.


"Sayang aku dan anak-anak pergi dulu ya. Nanti saat makan siang kita bertemu di restoran Experial Kitchen samping Hwang Tailor ya." kata Ibu Dewi kepada Ayah Chandra menyebutkan restoran mewah favorit keluarganya.


"Iya honey. Hati-hati di jalan. Afika Dhimas hati-hati nak." kata Ayah Chandra.


"Iya Ayah."


Mereka lalu menuju lobby dan berangkat bersama dalam satu mobil.


***


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya mereka sampai di Hwang Tailor. Designer tersebut memang sangat high class,langganannya pun pejabat kelas atas,pengusaha ulung dan artis-artis terkenal ibukota karena harga design nya yang begitu tinggi yang hanya bisa dijangkau oleh kaum jetset atau crazy rich saja.


Karena keluarga Hadiwijaya merupakan salah satu keluarga Crazy Rich Indonesia Mr.Hwang tidak ingin mengecewakan langganannya tersebut dan selalu turun tangan saat pemilihan design,bahan sampai finishing dan juga fitting.


"Bonjour Madame Dewi. How are you?" sambut Mr.Hwang hangat.


"Bonjour Mr. Hwang. I'm good." jawab ibu Dewi.


"So,where is your daughter Afina?" tanya Mr.Hwang.


"Mm.. Mr.Hwang kami mengalami musibah. Afina mengalami kecelakaan pesawat dan sekarang sedang koma. Namun pernikahan tersebut harus tetap berjalan. So My young daughter Afika yang akan menggantikan Afina menjadi pengantin perempuan." jelas Ibu Dewi.


"Oh My God.. I'm sorry to hear that. Saya berharap Afina lekas kembali pulih seperti sedia kala. Anyway lets go to the fitting room." kata Mr.Hwang membawa mereka ke ruangan fitting.


Mereka duduk di sofa merah mewah yang didepannya terdapat tirai berwarna senada. Dan saat tirai tersebut dibuka nampak gaun pernikahan yang sangat cantik dengan warna putih mutiara serta tuxedo senada disampingnya.


"Wow So Beautiful.." sahut Ibu Dewi.


"Saya rasa ukuran tubuh Afina dan Afika agak berbeda. Nona Afika silahkan dipakai dulu gaunnya agar saya bisa melihat apakah sudah pas atau ada yang harus diperbaiki lagi." kata Mr.Hwang.


Afika pun mencoba gaun tersebut. 15 menit kemudian.

__ADS_1




Dhimas juga sedang mencoba Tuxedo putihnya. Setelah itu ia segera menyusul Afika . Lalu ia menatap Afika tanpa berkedip.


"Afika You're so beautiful.." gumam Dhimas.


"Hm.. terlihat bagian pinggang agak terlalu sempit. Pastinya Nona merasa tidak nyaman bukan?" Tanya Mr.Hwang kepada Afika.


"Ya Mr. saya merasa agak sesak."


"Baiklah akan saya cek dulu dan disesuaikan ukurannya. Mari Nona Afika ikut saya ke ruangan fixing." kata Mr.Hwang.


Saat Afika dibawa ke ruangan fixing pandangan Dhimas tetap tertuju pada Afika yang menurutnya sangat cantik seperti bidadari turun dari langit. Lamunanannya selesai tatkala Ibu Dewi menyadarkannya.


"Dhimas.."


"Eh.. I ..Iya tante.."


"Kenapa kau menatap Afika tanpa berkedip? Cantik ya anak tante hihi."


"Ah iya tante Afika memang sangat cantik."


"Bagaimana apakah tuxedo mu sudah pas?"


"Sudah tante,nyaman sekali."


"Ya sudah kamu tunggu disini dulu sembari menunggu Afika selesai fixing."


Sementara itu di ruangan fixing.


Afika berjalan menuju ruang fixing bersama Mr.Hwang lalu tim menyesuaikan ukuran gaun dengan tubuh Afika. Karena gaun tersebut memang diukur dengan ukuran tubuh Afina saat itu. Tubuh Afika memang terlihat lebih padat dibanding Afina maka dari itu gaunnya pun menjadi agak sesak. Setelah Mr.Hwang memeriksanya lalu ia serahkan kepada timnya.


"Nona Afika tim fixing akan menyesuaikan gaun Anda. Saya permisi ke ruangan sebelah dulu karena klien saya sudah menunggu."


"Ah iya baik Mr.Hwang saya akan menunggu disini."


"Setelah saya memeriksa gaun dan tuxedo milik Tuan Devan dan Nona Chelsea saya akan kembali lagi."


"Maaf siapa tadi yang Anda katakan?"


"Oh Tuan Devan Wijaya dan Nona Chelsea Hanggono. Kebetulan mereka klien saya juga dan sekarang sedang menunggu di ruang sebelah. Saya permisi dulu Nona."


Afika seketika merasa lututnya lemas. Tubuhnya bergetar menahan amarah.


***

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2