Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar
Rapat Direksi


__ADS_3

Setelah hampir 3 jam mereka berdiskusi akhirnya tibalah jam makan siang. Mereka pun mengakhiri diskusi tersebut.


"Baiklah kita istirahat dulu sejenak karena sudah jam makan siang." kata Wilham.


"Ehm bisakah kita tetap disini? Masih banyak hal yang perlu saya pelajari. Saya harus menguasai seluruhnya karena saya tidak mau sampai mempermalukan diri sendiri dan perusahaan jika ada pertanyaan dari direksi dan pemegang saham yang tidak bisa saya jawab." kata Afika yang matanya masih tak beranjak dari berkas-berkas itu.


"Maaf nona saya harus pergi karena saya harus mengurus keperluan Tuan Chandra untuk makan siang dan rapat nanti. Biar nanti Sekretaris Denny dan Anggi yang menemani nona. Saya permisi ke ruang Tuan Chandra nona."


"Oke kalau begitu. Anggi tolong pesankan makanan untuk kita bertiga."


"Baik nona,nona mau makan apa?"


"Aku sedang ingin makanan Jepang."


"Baik nona akan saya pesankan."


Anggi memesankan makanan.


"Maaf nona apakah saya boleh keluar sebentar untuk ke toilet?" tanya Denny.


"Silahkan."


Denny pura-pura ke toilet rupanya ia menuju rooftop untuk menelepon seseorang.


(Suara Denny berbicara di telepon)


"Hallo Tuan ini saya Denny."


"Hari ini rapat direksi,padahal sedikit lagi saya hampir menyelesaikan pekerjaan kita."


"Tak disangka Afika begitu jenius,hanya dalam waktu 3 jam saja ia sudah menguasai sistem perusahaan. Tuan harus memikirkan pertanyaan yang begitu sulit untuknya."


"Baik Tuan saya akan pantau terus. Terima kasih."


Setelah selesai melakukan panggilan telepon ada seseorang yang tak sengaja mendengar percakapan Denny dengan seseorang di telepon tadi.


"Kijang satu monitor. Target sudah ditemukan." jawab seseorang itu yang adalah orang suruhan Sekretaris Wilham dan tentunya atas acc dari sang Komisaris Utama Chandra Hadiwijaya.

__ADS_1


"Tuan,kami telah memiliki bukti percakapan antara Denny dan orang itu." Ternyata orang suruhan tersebut sedang menyadap telepon dari Denny.


"Apakah benar dia orangnya?"


"Tim IT sedang melacak nomor milik orang tersebut. Dan yang harus kita perhatikan adalah seseorang yang akan memberikan pertanyaan yang sulit kepada nona Afika."


kata Wilham.


"Hmm.. baiklah kalau memang benar dia orangnya ini adalah saat yang tepat untuk mempermalukannya. Aku tak menyangka dia dalang di balik ini semua."


"Ayo segera kita lakukan rapat direksi." lanjut Tuan Chandra.


"Baik Tuan."


***


"Maaf nona saya terlambat."


"Darimana saja kamu Den,makanannmu sudah dingin dan 15 menit lagi kita akan segera memulai rapat. Anggi apakah kau sudah mempersiapkan notulen untukku?"


tanya Afika .


tok..tok..tokk


Suara pintu ruangan Afika diketuk.


"Masuk"


"Nona rapat akan segera dimulai,Tuan Chandra dan direksi serta para pemegang saham sudah menunggu Anda." kata Wilham.


"Baik kami akan segera menuju ke ruang rapat." jawab Afika.


Afika,Anggi dan Denny pun menyusul ke ruangan rapat. Tuan Chandra menempati kursi utama,disusul Sekretaris Wilham di kursi pertama bagian Kiri,Afika di kursi pertama sebelah kanan,dilanjut oleh ANggi disebelah Afika dan Denny di sebelah Wilham. Disusul oleh para direksi dan perwakilan pemegang saham.


"Selamat Siang semuanya semoga dalam keadaan sehat. Terima kasih kepada jajaran direksi dan perwakilan pemegang saham Hadiwijaya Corporation yang telah menyempatkan hadir dalam rapat siang ini. Seperti yang Anda ketahui bahwa kami sedang mengalami musibah yaitu anak sulung saya yang juga menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaan kami mengalami kecelakaan dan sedang koma. Maka dari itu hari ini saya akan memperkenalkan seseorang yang akan menggantikan posisi DIrektur Utama di perusahaan HDW grup. Yaitu putri bungsu saya Afika Hadiwijaya." kata Tuan CHandra.


Afika pun berdiri dan mulai memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"Selamat siang para hadirin yang terhormat,jajaran direksi dan perwakilan pemegang saham Hadiwijaya Corporation. Perkenalkan saya Afika Hadiwijaya lulusan Magister Bisnis Harvard University. Mohon kerjasamanya demi kemajuan perusahaan ini. Terima kasih." ucapan sepatah dua patah kata Afika sekaligus perkenalan kepada para direksi dan pemegang saham perusahaannya.


Para tamu yang hadir di ruangan itu pun bertepuk tangan menyambut Afika,namun tidak dengan satu orang yang duduk tepat di ujung berhadapan dengan Tuan Chandra.


"ehem,Tuan Chandra yang terhormat apakah ini tidak terlalu cepat memberikan jabatan tersebut kepada seorang Fresh Graduated?" sahut Ardi yang merupakan adik tiri Chandra yang menjabat sebagai Ketua Direksi di HDW Grup.


"Tolong jaga bicara Anda Bapak Ardi yang terhormat." kata Sekretaris Wilham.


"Apakah perkataan saya salah? Dia memang lulusan S2 di usianya yang masih muda,tetapi itu tidak menandakan bahwa putri Anda yang jenius itu bisa memimpin perusahaan." protes Ardi.


"Lalu siapakah yang pantas menduduki jabatan Direktur Utama,Anda?" tanya Tuan Chandra.


"Haha sabar dulu Tuan Chandra yang terhormat. Kami dari jajaran Direksi dan pemegang saham Hadiwijaya Corporation hanya menginginkan yang terbaik untuk perusahaan kita tercinta ini. Kami tidak ingin perusahaan yang telah dibangun bertahun-tahun oleh Tuan Hadiwijaya kolaps,dan pastinya kita harus mempertahankan kepercayaan para pemegang saham."


"To the point saja" kata Tuan Chandra.


"Kami akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada nona Afika Hadiwijaya. Setelah itu kita akan mengadakan voting,bila voting tersebut menginginkan nona Afika memimpin perusahaan maka kami akan setuju menjadikan Nona Afika sebagai Direktur Utama. Tapi apabila voting tersebut lebih banyak tidak menginginkan beliau memimpin perusahaan maka Ketua Direksi lah yang akan menduduki jabatan Direktur Utama."


jawab Ardi panjang lebar.


'hah,sudah ku duga dia lah trouble makernya' gumam Chandra di dalam hatinya.


"Baiklah kalian siapkan pertanyaan untuk Afika,beliau sudah siap dengan pertanyaan kalian." kata Chandra.


Lalu dimulailah sesi pertanyaan kepada Afika,dari pertanyaan yang mudah sampai yang sulit tak disangka Afika bisa menjawabnya. Sembari menjelaskan di proyektor pula macam Afika sudah profesional saja. Memang dia baru memulai karirnya hari ini namun dengan kecerdasan,kegigihan dan pengalamannya di saat kuliah dulu,maklum universitasnya memang khusus mempelajari tentang bisnis jadi sedikit banyak dia sudah mengerti.


Setelah selesai sesi pertanyaan yang diakhiri dengan kekecewaan di mata Ardi. Dia tak menyangka bahwa Afika sepintar itu dan berhasil menarik perhatian para pemegang saham. Lalu voting pun dimulai. Karena voting tidak ada dalam rencana rapat hari itu,maka diadakan dengan manual yaitu di tulis di secarik kertas dan dibulatkan lalu dikumpulkan.


Hasil akhir dari voting tersebut ialah Afika memenangkan voting 89% dari total 100% pemilih.


"Baiklah ini adalah hasil voting dari pemilihan apakah para hadirin sekalian menyetujui Nona Afika menjabat sebagai Direktur Utama HDW Grup. Dan hasilnya adalah 89% pemilih menyetujui dan 11% tidak setuju. Maka dapat disimpulkan bahwa Nona Afika berhak menjabat sebagai Direktur Utama." kata Wilham.


"Terima kasih para hadirin yang terhormat atas voting yang telah dilakukan hari ini. Semoga hasilnya memuaskan dan dapat dipertanggung jawakan ke depannya. Namun saya yakin akan kemampuan Afika,bukan karena beliau adalah anak saya tetapi saya melihat dari kualitas dirinya yang telah dibuktikan dengan berhasilnya menjawab berbagai pertanyaan Anda yang menurut saya hanya bisa dijawab oleh profesional. Afika Hadiwijaya telah resmi menjabat sebagai Direktur Utama HDW Grup yang baru." ucap Chandra dengan perasaan puas.


"Dan untuk Anda Bapak Ardi Ketua Direksi setelah rapat dapat menghadap ke ruangan saya. Rapat saya bubarkan terima kasih atas partisipasinya saya ucapkan terima kasih." kata Tuan Chandra menutup rapat direksi hari itu.


Afika menghela napas lega setelah melewati hari terberat baginya.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2