Menikahi Cewek Bar - Bar

Menikahi Cewek Bar - Bar
Diantar suami


__ADS_3

Azlan mengerjakan tugas kantornya di sofa ruangan tv, karea tadi saat dia mengintip Intan sedang belajar di meja kerjanya. Dia tidak ingin mengganggu gadis itu belajar.


Azlan melihat jam di dinding, sudah pukul 12 malam.Azlan merenggangkan otot - ototnya. Setelah membereskan semua berkas - bekasnya, dia pun masuk ke dalam kamar.


Dia menyimpan berkas tersebut ke dalam tas kantornya, dia melihat kearah tempat tidur. " apa dia sudah tidur?" gumamnya.


Azlan berjalan menuju ranjang, " bagaimana aku bisa tidur kalau dia seperti ini" Azlan melihat gaya tidur Intan yang tidak beraturan.


"Hei, bocah geserlah" Azlan mengser kaki Intan, namun gadis itu kembali meletakan kakinya di tempat semula.


"Aish, jangan sampai aku mengikat kakimu. Ayo geserlah, aku benar - benar sudah mengantuk." Azlan mendorong kaki Intan dengan sediikit kuat, hingga gadis itu pun terbangun.


"Bapak, apa - apaan ini? Kenapa kau mengganggu tidurku" ucapnya kesal.


"Aku hanya menyuruhmu geser karena aku juga mau tidur." balas Azlan.


"Tc."Intan pun kembali meutup matanya dan kembali tidur.


"Kata orang agar tidur nggak kesepian, cari wanita agar bisa menemani dan menghangatkan mu. Dan apa sekarang aku sudah menikah dan ada seorang gadis yang tidur di sebelahku. Tapii kenapa aku tidak mearasakan seperti apa yang di ucapkan semua orang" gumam Azlan menatap langi -langit kamarnya.


----


Intan bangun pagi sekali, dan dia pun memutskan untuk membuat sarapan. Untung tadi malam mereka sempat mampir ke super market dan membeli bahan makanan untuk beberapa hari.


Setelah acara masaknya selesai, Intan pun menatanya di atas meja makan. Kemudian ia pergi ke kamar untuk bersiap - siap.


Dikamar Intan, Azlan yang masih bergelung dalam selimutnya. " Dia pemalas sekali" gumamnya.


"Aku akan membangukannya , setelah aku selesai berpakaian" lanjutnya.


Intan pun masuk ke dalam kamar mandi dan tak lupa dia juga membawa baju seragamnya ke dalam kamar Mandi.


Intan hana menghabiskan waktu 1 menit untuk mandi, sesuai perkataannya ia pun membangunkan Azlan.


"Hei, pak tua bangun lah... Kau mau bangun sampai jam berapa?" Intan menggoyang - goyang lengan pria itu.


"Pak, ayo bangun..." ucap Intan. Tidak ada pergerakan dari pria itu. Intan tidak putus asa, dia berjalan ke kamar mandi dan mengambil air dengan menggunakan gelas bekas minumnya tadi malam.


"Kalau cara baik - baiik tidak berhasil maka hanya ini jalan satu - satunya" ucap Intan tersenyum.


Dengan tidak berperasaanna Intan menyiram pria itu. Seketika Alan pun bangun dan menatam Intan tajam. " Apa begini caramu membangunkan orang? Apa tidak bisa kah kau membangunkanku dengan baik - baik?" ucap Azlan dingin.


"Hei pak tua, kenapa kau malah memarahiku. Tadi aku sudah membangunkan mu dengan baik - baik tapi kau tidak mau bangun, hanya dengan cara ini agar kau bangun." ucap Intan


"Ayo cepat bangun, kalau tidak mau terlambat" lanjutnyya berlalu meninggalkan Azlan yang masih kesal.


"Aish, bisa - bisanya dia menyyiramku" ucapnya kesal dia pun beranjak ke kamar mandi .

__ADS_1


Sementara Intan, ia langsung pergi ke meja makan, dia memilih untuk makan duluan. Dari pada menunggu pria pemalas itu , yang ada nanti dia bisa terlambat dan tidak sempat sarapan.


Azlan pun menghampiri intan yang sedang menikmati sarapanya.


""Kau masak apa?" tanya Azlan.


"Aku hanya bisa membuat nasi goreng" jawab Intan.


"tidak apa - apa, nanti kau bisa belajar perlahan" ucap Azlan duduk dan juga menikmati sarapan buatan istri kecilnya.


"Bagaimana? Apa rasanya enak?" tanya Intan pnasaran.


"Lumayan" jawab Azlan dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Intan tersenyum mendegarnya, " APa kau tau pak, kau adalah orang pertama yang menyicipi masakanku."


"Benarkah?" Intan mengangguk


"Bagaimana bisa? Apa kau tidak pernah memasak untuk keluargamu?" tanya Azlan.


Intan menggeleng," Mama tidak pernah mengijinkanku untuk ke dapur, semuanya di kerjakan sama pelayan" balas Intan. Azlan mengerti, dan dia pun maklum dengan semua itu. Intan kan anak perempuan satu - satunya di keluarganya.


"Tapi aku sering masak untuk diriku sendiri jika mama tidak di rumah" lanjut Intan.


"Kenapa? Bukankah kau hanya tidak suruh pelayan untuk memasak untukmu?"


"Karena aku kasihan pada mereka, meskipun ada 3 pelayan di rumah, tapi kan mereka pasti lelah membersihkan rumah sebesar itu." ucap intan, Azlan tersenyum mendengar ucapan Intan.


"Katanya, nanti akan di antar langsung ke sekolah"


"LAlu kau ke sekolah dengan apa?" tana Azlan lagi.


"Aku akan menggunakan bis saja, lagi pun halte bus juga dekat dari sini." balas Intan.


"Ya sudah kita berangkat bersama saja."


"Eh nggak usah, kantor bapak dengan sekolah ku itu berlawanan arah."


"Nggak apa - apa, " ucap Azlan.


____


Azlan pun mengantarkan Intan ke sekolah, saat sampai di sekolah, begitu banyak siswa dan siswi yang memperhatikan mobil Azlan.


"terima kasih sudah mengantarku"ucap Intan


"Iya sama - sama."

__ADS_1


"Kalau begitu aku berangkat."


"Tunggu!" cegah Azlan , Intan pun menoleh ke arah Azlan.


"Apa? "


"PAmitlah dengan cara yang benar, apa kau lupa cara pamit ." Azlan pun mengarahkan tagannya ke Intan, dia menyuruh Intan untuk mencium tangannya.


"Ingat, aku ini suamimu dan aku juga lebih tua dari mu" ucap Azlan


"Akhirnya kau mengaku tua juga" ucap intan, lalu mencium tangan pria itu.


"aku berangkat" Intan pun keluar dari mobil dia tidak mau mendengar omelan pria cerewt itu.


"Dasar bocah" dengus Azlan, i apuun mulai meninggalkan sekolah Inta.


Intan tersenyum melihat kepergian Azlan, ia pun berjalan masuk ke sekolahnya.


"Ciee, di anterin misua.." ledek Fei yang sedang menunggu Intan di depan gerbang.


"Apaan si" ucap intan, ia pun masuk kedalam mobil Fei.


Sepanjang jalan ke kelas, senyum di wajah Intan tak pernah pudar, enntah kenapa rasanya ia ingi tersenyum terus.


"Cerah amat." ucap Mayang.


"Ya lah cerah, orang di anteri misua" sahut Fei .


"Hust, kecilin suara lo. Nanti satu sekolah bisa tahu, kan berabe. Apa kalian ingin liat gue di D.O sama sekolah?" tanya intan, kedua sahabatnya pun menggeleng.


Mereka pun masuk ke kelas dan memilih duduk berkumpul di meja Intan.


"Ayo ceritain, gimana rasanya punya suami?" tanya Fei.


"Mmmm... Rasaya sangat luar biasa" balas Intan.


Fei dan Mayang pun saling pandang, " Benarkah, kalian udah ngapain aja lo sama suami lo?" tanya Fei penasaran.


"Ehh, Fei lo nggak bolehh nanya tentang itu." kata Mayang menegur Fei.


"Memangnya kenapa? Gue kan cuma bertanya." kata Fei.


Teng... Teng... Bunyi bel masuk.


"Apa kalian dengar, itu bel masuk, jadi kita tunda pembahasannya" kata Intan.


"Tapi nanti lo harus ceritakan semanya ok." kata Fei, dan Intan mengangguk.

__ADS_1


"Ayo, kita ke ruangan seni." Ajak Intan.


~ Bersambung


__ADS_2