
Acara foto pun selesai, Intan dan Fei pun menemani Mayang yang mengantarka kakanya ke pakiran. Sepanjang jalan Intan hanya diam saja, entah kenapa dia masih kesal dengan Azlan, dan jangan tanya alasannya karena Intan sendiri tidak tahu alasannya.
"Kalau begitu kita pergi dulu ya" pamit Sifa,
"Terima kasih ya kak, udah mau mengisi acara kami." Kemal mengulurkan tangannya pada Sifa dan Kemal.
"Iya, nanti kalau kalian butuh bantuan kami lagi, kalian tinggal bilng aja ya. Jangan sungkan" balas Sifa.
Kemal pun mengangguk dan tersenyum, semua anggota OSIS pun menyalami Sifa dan Azlan. Saat Intan menyalami Azlan,dengan refleks ia mencium tangan pria itu. Semua mata tertuju pada Intan.
"Ih, centil banget sih, pake cium tangan segala! Tadi sama kak Sifa dia jabat doang, lah giliran sama kak Azlan mala di cium...ganjen banget sih" dengus seorang siswa dari belakang.
Intan pun tertegun, ia menatap Azlan dan bergantian dengan teman - temannya.
"Sorry, gue refleks cium tangan sama orang tua" ujar Intan yang berhasil membuat Mayang dan Fei menahan tawa.
"Intan, lo nggak boleh cium tangan cowok sembarang! Lo itu bolehnya cium tangan suami lo kelak..."
'Dan itu gue' lanjut Devan dalam hati.
Sifa tersenyum, " sudah - sudah, itu hal yang wajar,karena kak Azlankan memang lebih tua dari kalian jadi wajar kok" balas Sifa tersenyum lembut pada Intan.
"Yuk kak, aku antar ke pakiran" Mayang mengajak Sifa untuk keluar ruangan.
Azlan hanya diam dan mengikuti dari belakang.
"May,kita ke kelas duuan ya."
Mayang menatap Intan dan Fei tajam." kalian juga ikut!"
Dengan malas Intan menatap Fei," Udah yuk.."
Intan dan Fei berjala tepat di belakang Azlan, mereka berdua tak henti - hentinya tertawa. Entah apa yang mereka tertawakan.
"Tega banget ya, kalian ninggalin gue" dengus Devan bergabung di sebelah Intan.
"Mau kemana?"
"Antar kak Sifa ke pakiran" Devan mengangguk.
"Eh, ntar pulang sekolah kita nonton yuk.."
Intan dan Fei menoleh pada Devan." Ingat tu tangan dan kepala lo. Buka dulu tu perban baru kelayapan"
"Ini bukan apa - apa..Ayolah, gue bosen nih di rumah mulu"
"Nggak, ntar lo kenapa - kenapa kita lagi yang di amuk sama mamah.."
'Mama?'
"Ayolah mamah juga udah dinas dan gue bosen sendirian di rumah, ya... Please ya Intan sayang.."
Brugh...
Intan menabrak punggung Azlan yang berhenti mendadak.
"Kalau berhenti kasih aba - aba dulu dong" dengus Intan.
Azlan menoleh kebelakang dan menatap Devan tajam. Devan mengerutkan keningnya. Azlan melanjutkan jalannya.
____
Dengan langkah gontai Intan menyeret kakinya masuk kedalam rumah. Dia benar - benar lelah setelah seharian ia menjalankan aktivitas di luar ruangan.
"Baru pulang, neng?"
__ADS_1
"Iya bik, Aku capek banget.." keluh intan menyandarkan tubuhnya di meja makan.
"Masak apa, bik?"
"Ini tadi bibik, bikinin ikan bakar asam manis kesukaan nona"
Mata Intan langsung berbinar. " Aku ganti baju bentar, setelah itu kita makan ya bik."Intan bergegas pergi ke kamar untuk ganti pakaian.
Tak lama Intan pun kembali kemeja makan." Bik ayo"
Bik Ijum pun datang dengan ikan bakarnya, "Ini pasti enak"
Intan mulai mengambil nasi dan melahap ikan bakarnya. Bik Ijum tersenyum melihat Intan yang makan dengan sangat lahap.
"Ayo habiskan nasinya , non!"
"Mana sanggup aku habiskan bik, yang ada nanti aku jadi gendut dan bulat."
"Tidak apa - apa non, biar non makin cantik dan berisi"
"Ada - adasaja bibi. Ayo tambah lagi..."
____
Azlan kembali ke kantor karena tadi dapat panggilan dari sekretarisnya. " Ada apa?"
Azlan berdiri di hadapan sekretarisnya itu.
"Kenapa bos baru datang? Bos kemana saja?"
"Bukan kah saya tidak ada kerjaan hari ini?"
"Siapa bilang bos?Bos ada rapat dengan dewan direksi"
"APA?"
"Iya, tadi saya mengisi acara seminar di SMA"
"Lalu bagaimana rapatnya?"
"Di tunda jadi nanti sore pukul 4"
"Huft" Azlan menghembuskan napasnya.
____
Malam harinya Intan mengerjakan tugas sekollahnya di depan ruang tv.
"Ni guru ngasih tugasnya nggak punya hati banget deh, " dumelnya sambil terus menulis.
"Ini non,cemilannya." Bik Ijum datang membawa nampan.
"Makasih ya bik, "Intan membuka toples cemilan itu.
____
Tidak beda dengan Intan, Mayang pun sedang mengerjakan tugasnya bersama dengan Fei.
"Ih, gue males banget ngerjainnya"Fei menutup bukunya.
"Sabar, ini cobaan"
" Eh, May, lo tadi ngerasa nggak kalau kak Azlan itu tatapanya beda kearah Intan" Mayang menghentikan kegiatan menulisnya.
"Iya sih, gue juga ngerasa tadi. Kayaknya kak Azlan cemburu deh sama Devan"
__ADS_1
"Ah mana mungkin, lo kan tau sendiri kalau kak Azlan itu nggak suka sama Intan"
"Tapi...."
Tok... Tok...
Mayang membuka pintu, " Iya ada apa mah?"
Mama mayng masuk kedalam ke kamar. " Kakak kamu mana?"
"Di kamarnya lah mah, "
"Kalian lagi ngapain?"
"Ini tan, kita lagi ngerjain tugas sekolah"balas Fei.
Mama mayang duduk di atas ranjang, " May, sini deh" Mama Mayang menepuk sisi di sebelahnya.
Dengan bingung Mayang berjalan kesamping mamanya.
"Ada apa, mah?"
"Kamu mau bantu mama nggak?"
"Bantu apa?" Fei hanya diam mendengarkannya.
"Kamu tau nggak, kak Sifa pacaran sama siapa?"
Mayang mengerutkan keningnya." Nggak mah, kak Sifa nggak pernah cerita sama May"
"Kenapa sih, mah?" mayang jadi penasaran.
"Kamu, tolong bantu mama buat bujuk kakak kamu agar dia mau menerima perjodohannya sama anak teman papa."
DEG!
"Mah..."
"Mama ngerti ini pasti sangat berat bagi kalian, tapi ingt lah nak,kami melakukan ini semua untuk kebaikan kailian"
"Kenapa harus di jodohin mah?"
"Iya tan, kenapa para orang tua suka banget jodoh - jodohin anak?" tanya Fei yang juga kaget.
"karena kami para orang tua ingin yang terbaik buat anak - anaknya..."
"Tapi, yang terbaik merut orang tua belum tentu baik buat anaknya tan, contohnya...."
"Augch.." Mayang mencubit lengan Fei.
"Sekarang kaian nggak akan mengerti, tapi kelak saat kalian udah jadi orang tua, kalian juga akan melakukan hal yang sama untuk anak kalian,"
"Yaudah mah, nanti May, coba bicara sama kakak ya."
"Mama mohon bantuannya ya nak, karena kakak kamu itu nggak mungkin bisa nolak permintaan kamu." Myang pun mengangguk.
"Kalau begitu lanjutkanlah, ngerjain tugasnya." Mama Mayang pun keluar.
"Anjir, gila banget sih jadi orang tua.Gue jadi takut sama nyokap. Jangan - jangan gue juga udah di jodohin lagi"
Pletak!
"Jangan mikirin ha yang belum tentu terjadi" ucap Mayang.
"Kan jaga - jaga May, " Mayang menggeleng, dia masih shock dengan kabar perjodohan kakaknya.
__ADS_1
~ Bersambung