
Pukul delapan pagi Azlan menggeliat, ia menguap dan mengucek matanya. Azlan meraba tempat di sebelahnya. Azlan kaget karena tidak ada siapa pun di sana dengan malas dia mebuka matanya.
"Kemana dia?" Intan melihat keseliling kamar.
"Udah jam berapa ini?" gumam Azlan. Dengan malas Azlan mengecek ponselnya. Betapa kagetnya dia saat melihat jam di layar ponselnya sudah menunjukkan pukul delapan.
"Astaga!!" teriaknya, dengan gerakan cepat dia berlari masuk ke kamar mandi.
"Pantas saja dia nggak ada, aku kesiangan" gerutunya. Dengan jurus secepat kilat, Azlan menyelesaikan mandinya.
"Kunci mobilku mana?" sambil memasang dasinya Azlan mencari kunci mobil.
"Perasaan tadi malam aku letak di sini? Tapi sekarang kok nggak ada?"
"Aduh mana udah telat lagi." ucapnyya panik.
Azlan mencari kunci mobilnya di setiap sudut apartemennya.
Drrrrttt.... Drrttt...
Tiba - tiba ponselnya bergetar, dengan kesal Azlan pun mengangkat telponya.
^^^"Ada apa?" tanya nya dengan nada dingin^^^
"Bapak dimana? Meeting sudah ma di mulai pak?" tanya sang sekretaris.
^^^"Saya lagi di rumah, kunci mobil saya hilang, kamu tahan lah sebentar..." ^^^
"Baiklah pak..."
"Apa bapak mau saya jemput?" tawar sekretarisnya.
^^^"Boleh, sekarang saya lagi di apartemen, kamu cepat ke sini, saya tunggu di lobi." ucap Azlan.^^^
"Baik pak." Azlan pun menutup telpon itu secara sepihak.
"kemana perginya kunci itu?" Azlan masih penasaran kemana perginyakuncinya itu.
"kunci itu nggak akan hilang begitu saja" gumamnya.
Azlan berjalan kembali kemar, dia mengambil tas kerjanya. Masalah kunci nanti akan ia pikirkan, sekarang ada meeting yang akan ia pikirkan, jangan sampai pikiranya terganggu hanya karena pekara kunci mobil.
Azlan menunggu sekretarisnya di lobi, tidak butuh waktu lama sang sekretaris pun datang, dengan setengah berlari Azlan datang mengampirinya.
"ayo cepat, jangan sampai proyek ini gagal" Ucap Azlan, sekretarinya pun mengangguk
Tidak butuh waktu lama mereka sampai di kantornya, meskipun sudah telat tapi Azlan tetap berjalan dengan tenang, dia tidak ingin merusak imagenya yang selalu tenang dan dingin.
____
__ADS_1
Di tempat lain Intan sedari tadi tersenyum - senyum sendiri, dia selalu ingin tersenyum saat mengingat bagaimana ekspresinya Azlan saat tidak menemukan kunci mobilnya.
"Lu kenapa?" tanya Mayang menepuk pundak Intan.
"Apaan sih, ngagetin aja." protes Intan mengusap dadanya karena keget.
"Ngagetin gimana? Dari tadi gue ngajak cerita tapi lu tetap saja tersenyum tak jelas.
"Lu lagi mikirin apaan sih?" tanya mayang.
"Apa lu tahu, pagi ini gue ngerjain tu bapak tua" ucapnya
"Lu apain?" tanya Fei.
"kalian lihat in?Apa kalian tahu ini kunci mobilnya siapa?" tanya Intan, kedua sahabatnya pun menggeleng.
"Ini tu kunci mobilnya sih bapak tua." ucap Intan enteng.
"WHAT?" Intan tersenyum.
"Terus dia nya ke kantor gimana?" tanya Mayang.
"Mana gue pikirin, bodoh amat lah."ucap Intak masa bodoh.
Tak lama guru olah raga pun masuk dan menyuruh semua murid untuk keluar, berbaris di lapangan.
___
Azlan masuk kedalam ruangannay dan duduk di kursi ke sabarannya. Azlan mengeluarkan ponselnya dan menyuruh tim keamanan untuk mengirimkannya rekaman CCTV apartemennya.
Azlan melempar ponselnya di sofa, dan untungnya ponsel itu tidak jatuh kelantai,
"AWAS kau Intan, kau duluan yang mengibarkan bendera peperangan di antara kita, " gumam Azlan yang sangat kesal,, .
"Tunggu aja pembalasanku" ucapnya.
____
Saat jam istirahat, Intan dan kedua sahabanya sedang duduk di kursi mereka kanti, seperti baiasanya, mereka membumbui dengan osip ringan.
"Gue boleh gabung nggak ?" tanya seseorang, Intan tertegun, saat melihat orang ang sedang berdiri di hadapan mereka.
"Mmmm... Boleh, gabung aja" balas Intan.
Devan pun duduk di sebelahnya Intan, kedua sahabatnya Intan saling lirik, dia heran kenapa bisa Intan mengijinkan orang lain untuk duduk di sebelahnya.
"Kalian lagi bahas apa?" tanya Devan.
"Yang penting kita ngga lagi bahas elo" ketus Fei,
__ADS_1
"Fei, lo jangan kayak gitu, nggak baik ih..." ucap Intan.
Kedua sahabatt Intan hanya diam, mereka benar - benar tidak menyukai si Devan. Cowok itu terkenal play boy dan satuu sekolah pun tahu bagaimana gaya pacarannya. Karena itulah mereka berdua tidak suka dengan Devan, beda dengan Intan yang memang sudah menyukai Devan mulai dari saat mereka ospek.
"Eh Tan, nanti kita pulang bareng yuk?" ajak Devan.
"Ha? Mmmm, kayanya nggak bisa deh Van hari ini gue harus pulang cepat." balas Intan.
"Begitu ya, baiklah, kalau begitu besok saja kita pylang barengnyya" balas devan.
"Tapi gue nggak janji ya." kata Intan dan Devan melihat kearah Fei dan Mayang, dia heran entah kenapa ke dua gadis yang ada di hadapannya itu selalu saja menatapnya tak suka.
"Lu pada kenapa natap gue kayak gitu?" tanya Devan yang merasa riish.
"Suka -suka kita dong, kok lu yang sewot. Kalau nggak suka , ya udah silahkan pergi!" seru Fei dengan intonasi mengusir.
Devan hanya menatap mereka berdua sinis, " Kalau gitu ue cabut dulu ya Tan, gerah gue lihat teman - teman lo" ucap Devan yang kembali membawa mangkuknya pergi.
"Pergi aja sana, dasar plaboy cap empang" dengus Mayang.
"Hahaha... " Fei dan Intan pun tertawa mendengar ucapan Mayang.
"Lo seriusan mau pulang bareng dia besok?" tanya Fei
Intan menggeleng," nggak lah, gila aja gue pulang sama dia, bisa - bisa gue di unboxing. Dari pada sama dia mending di unboxing sama suami gue " ujar Intan.
"Ciieee... Udah bilang suami gue" ledek Fei dan Mayang.
"Apaan sih lo pada." Intan merassa wajahnya memanas karena malu.
"Lo udah sukaya sama suami lo, Ntan?" tanya Fei, Intan menggeleng.
"Gila aja, gue suka sama orang secepat itu. Lagian dia bukan tipe gue" kata intan.
"Tapi Kalau dia suka sama lo gimana?" tanya Fe lagi.
"Ya, mau bagaimana lagi, bukankah itu haknya dia. Tapi gue lagi mikir bagaimana caranya agar dia benci sama gue dan dengan begitu dia mau ceraikan gue" ucap intan.
"Gila, kalau di ceraikan lo, berarti lo jadi janda dong"
"Ya nggak masalah, janda tapi perawan" balas Intan.
Fei dan Mayang hanya menggelengkan kepalanya.
Pukul dua siang, intan dan Kedua sahabatnya keluar dari kelasnya. Mereka berjalan menuju ke pakiran, mengambil mobil masing - masing. Fei dan Mayang kagm melihat mobilnya Inta dan yang lebih tepatnya mobilnya Azlan.
kerena jarak apartemen dengan sekolahnya sangat dekat jadi Intan tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke apartemen. Tapi sebelum pulang Intan mampir dulu ke tempat makan. Dia membeli bebrapa makanan untuk di makannya nanti.
"Jam segini, dia palingan belum pulang." ucapnya. Sepanjnag perjalannan Inta selalu bersenandung. Dia sangat senang hari ini. Intan membuka Apartemen dengan kode yang telah di beri tahu oleh Azlan ..
__ADS_1
Intan membuka pintu dan baru masuk tiga langkah,Intan kaget saat melihta seseorang berdiri di hadapannya.
~ Bersambung.