Menikahi Cewek Bar - Bar

Menikahi Cewek Bar - Bar
Mengubah panggilan


__ADS_3

Azlan benar - benar merasa hidupnya sangat berat sekarang, dari pagi sampai siang. Matanya tidk pernah lepas dari kompputer dan berkas.


"Pinggang dan jarinya serasa mau lepas rasanya" keluhnya. Dia melihat tumpukan kertas yang masih banyak di atas meja kerja nya.


Tok... Tok...


"Masuk" ucap Azlan saat mendengar pintunya di ketuk.


CEKLEK ~


Seseorang masuk keruangan Azlan. Azlan masih menatap berkasya.


"Ayo makanlah dulu, apa kau tidak capek melihat kertass terus." Azlan langsung mendongak saat mendengar suara itu.


"Kaau?..." Azlan menatap tak percaya.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh ke sini?"


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Alan dengan nada dingin.


"Apa bapak tidak punya mata? Aku ke sini untuk membawakan bapak makanan." ucap Intan


"Tumben kamu baik? Apa sesuatu yang kamu inginkan?" Azlan menatap Intan penuh selidik.


"Aish... Nggak boleh souzon gitu ih. Aku kesini tu berniat baiik mau mengantarkan makanan buat suami aku yang lagi capek kerja." kata Intan, ia menghampiri Azlan.


"Ayo, makan siang dulu. Nanti kalau bapak sakit kan, aku juga yang repot."Ucap Intan , mulai membuka kotak bekalnya.


"Apa ini masakan kamu?" tanya Azlan yangg melihat makanan yang di bawakan Intan.


"Ya nggak lah, mana sempat aku masak, tadi aku suruh orang rumah mama buat masakin." jawab Intan, mengulurkan sendok pada Azlan.


Azlan mulai memakan makanannya. " Kamu dari mana?" tanya Alan di sela kunyahnya.


"Dari sekolah, aku langsung ke sini. Dan itu aku lakuin hany ademi kamu." ucap Intan.


"To the poin aja, aku tahu kalau kamu menginginkan sesuatu." kata Azlan.


Intan tersenyum, " bapak tahu aja. Jadi begini pak, nanti malam sahabat aku mengadakan pesta ulang tahun..."


"Lalu?" tanya Azlan memotong ucapan Intan.


"Apa aku boleh pergi?" tanya Intan.


"Nggak!"


"Lah kenapa?"


"Karena acaranya malam, anak cewek nggak boleh keluar malam."kata Azlan santai tanpa menoleh pada gadis itu.


"Sekali ini saja, boleh ya..." rengek Intan. Azlan mengggeleng.


Intan terdiam dan cemberut. Azlan pun menoleh karena tidak mendengar suara. " apa Kmu menangis?" tanya Azlan.


"Tidak"


"Lalu itu kenapa matanya berair?"


"Bukan aku yan mau menangis tapi, matanya aja yang mengeluarkan air."


"Puftt... " Azlan menahan tawanya.


"Aku boleh pergi ya, Kak?' rengek Intan lagi.


"Kamu bilang apa?" tanya Azlan


"Aku boleh pergi" kata Intan mengulang perkataanya.

__ADS_1


"Bukan yang itu."


"Yang mana?" tanya Intan.


"Itu kata yangg terakhir.."


Intan mencoba mengingat perkataannya. " Kak?" ucap Intan.Azlan tersenyum, dia senang karena baru kali ini Intan memanggilnya tidak dengan sebutan bapak.


"Jadi ap booleh, ayolaah, nanti aku bisa telat" Kata Intan.


"Boleh, asal kamu manggil aku dengan sebutan KAKAK bukan bapak" kata Azlan dan dengan cepat Intan mengangguk, dia sangat senang karena telah di izinkan untuk pergi.


"Kalau gitu aku pergi dulu," Ucap Intan, menyandang tasnya.


" habiskan makannya dan terima kasih." lanjut Intan.


Cup! Intan mengecup pipi Azlan dan itu berhasil membuat pria itu terdiam sambil memegang pipinya.


"Dasar bocah" gumamnya senang.


____


Dengan girang, Intan berlari ke pakiran perusahaan Azlan. Di sana sudah ada Fei dan Mayang yang mennggu di mobil.


"Gimana?" tanya Fei, saat Intan masuk kedalam mobil


"Berhasil dong" balas Intan senang.


"Asyiiiik, kalau gitu ayo kita ke salon dulu, gue mau cuci rambut dulu." kata Fei.


"LETS GOOO..." teriak mereka bersamaan.


___


Sementara Azlan di kantornya, sedang merenggangkan ototnya.


Azlan menoleh saat mendengar ponselnya yang berdering.


"Tumben dia nelpon?" Azlan mengernyit heran, kemudian menerima panggilan itu.


'Apaan?' tanya Azlan ketus.


....


'Kapan?'


....


' Oke.' Azlan pun menutuskan panggilan itu.


" kebetulan, gue juga lagi butuh hiburan." ucapnya.


___


Intan dan kedua sahabatnya pun selesai nyalon. " Sekarang kita mau kemana?" tanya Intan.


"Hmmm... Gimana kalau kita hng out nya di cafe abang gue aja. Kebetulan dia lagi peresmian cabang cafenya. " kata Fei.


"Bagus nggak ?' tanya Intan.


"Pasti bagus lah. Kalian kann tahu sendiri giimana seleranya abangg gue" ucap Fei,.


Kalau begitu ayo.!" mereka pun pergi meninggalkan salon.


____


Di cafe....

__ADS_1


Fei memakirkan mobilnya di pakiran yang sudah nampak penuh.


" Ayo kita turun"


Mereka pun turun bersama dan melangkah masuk kedalam cafe.


Terliht cafe beggitu ramai pengunjun, Fei celingak - celinguk mencari abangnya.


" Nah, itu dia"


Fei menunjuk meja depan dan nampak beberapa pria sedang asyik mengobrol


"Bang Adam"


"Eh adek? Kamu sama siapa kesini?" Adam langsung terpesona meliht kecantikan intan dengan rona merah di pipinya.


"Woyyyy!!! Kedip dong bang!"


Teman - teman adam pun menertawakannya.


"Aku sama teman - teman Fei bang, abang pasti udah kenalkan sama mereka.' kata Fei.


"Tapi malam ini kenapa teman - teman kamu kayak belum abang kenal" kata Adam


"Apa kita harus kenalan ulang bang kata Intan.


"Halo bang, aku Mayang" kata Mayang bersalaman denga bang Adam, sementara Intan hanya diam saja , saat Adam mengulurkan tangannya, Intan tidak membalas dan hanya tersenyum dan menyebut namanya.


Setidaknya Intan tahu batasannya, meski pun dia tidak menggunakan kerudung dan menggunakan pakaian yang terbuka. Tapi Intan masih menjaga batasannya, tidak bersentuahan dengan lawan jenis apa lagi semenjak dia menikah.


"Adam pratama, panggil aja Adam" kata Adam


"Sudah tahu bang, aku Intan." jawab Intan.


" Eh... Ayo duduk."


Mereka pun bergabung di meja yang sama. Tak lama datang lah Azlan ke cafe Adam.


"Heyy bro!!" sambut Adam


"Azlan. Datang juga lo"


"Iya dong, gue sempetin tadi buat mampir. Lagi pula otak gue lagi mume banget liat kertas seharian"


"Eh itu suami lo?" bisik Fei pada Intan, intan pun mengangguk.


'Dia kenapa kesini sih? habislah gue! Dia pasti bakal ngamuk karena udah gue bohnggin' rutuk Intan dalam hati.


"Ayo duduk, dan kenalin ini adik gue, Fei dan ini para sahabatnya" kata Adam menenalkan adiknya


"Hai..." sapa Fei, Azlan hanya tersenyum


Azlan pun ikut berggabung bersama mereka. Intan nampak tegang dan gugup saat tahu kedatangan Azlan. Ia pun tidak berani melihat kearah Azlan.


"Bang Azlan, temannya bang Adam ya?" tanya Fei


"Iya, jangan panggil abang, panggil kakak saja. Kayak tukang ojek aja, di panggil abang - abang." balas Azlan.


"Hahaha... Kakak bisa saja." Azlan tersenyum. Azlan merasa sangat familiar dengan gadis yang ada di samping Fei.


"Itu teman kamu kenapa nggak mau noleh ke sini?" tanya Azlan penasaran.


Fei pun melihat kearah intan. " Intan lo kenapa nggak mau noleh ke arah kak Azzlan?" tanya Fei.


Intan pun membalikkan badanya dan melihat ke arah Azlan. Azlan begitu kaget saat meliht penampilan Intan yang begitu cantik. Intan pun takut - takut melihat kearah Azlan.


"Ba... Kakak hehe"

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2