
"Pak, lepaskan aku... Lepaskan!" Intan terus meronta sekuat tenaga, tapi Azlan seolah tuli dan tidak menghiraukan teriakan itu.
Azlan membuka pintu kamar dengan tidak sabaran, setelah mereka masuk ke dalam, pintu kamar itu pun di banting dengan kencang hingga membuat Intan menjerit kaget karena bunyi dentuman hebat itu mengakibatkan getaran di dinding serta kaca.
"Aw.. Pak tolong leaskan, tanganku sakit! "ucap Intan yang hampir terisak karena di pergelangan tangannya semakin terasa sakit dan berdenyut karena Azlan menarik dan mencengkramnya dengan kuat.
Azlan menghempaskan tubuh Intan ke atas Ranjang yang di susul olehnya, tubuh kokohnya mengungkung di atas tubuh mungil itu dan mengunci pergerakannya.
"Pak, bapak mau apa? Kita bisa bicara baik - baik pak, jangan seperti ini! "pekik Intan. Ia ketakutan melihat sorot mata Azlan yang tajam terasa seperti hendak mengobrak abrik dirinya. Bahkans ekarang wajah mereka hanya berjarak satu jengkal saja, membuat keduanya bisa merasakan hembusan napas masing - masing.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengingatkan mu, aar kamu tidak lupa, kalau sekarang itu, kamu itua dalah istriku! Dan tidak sepantasnya seorang wanita yabg sudah bersuami terlalu akrab dengan laki - laki lain! "tegasnya tepat di depan bibir Intan.
Tanpa basa - basi lagi di pagutnya bibir ranum Intan yang sedikit terbuka itu, tanpa memberi kesempatan kepada Intan untuk menolak atau pun menerima, Azlan mendesakkan dirinya dan mencium Intan meluapkan segala rasa cemburu yang bercokol dan menyiksa di dalam dirinya.
Intan berusaha memalingkan wajahnya ke kanan dan kiri, tetapi pria itu mengunci pergerakannya. Tangan kirir Azlan mencekal kedua tangan Intan di atas kepalanya, sementara tabgannya yang satunya lagu mencengkram rahabg gadis itu agar tidak bisa memalingkan wajahnya saat Azlan melahap bibirbya tanpa ampun, sedangkan kedua kakainya terkunci oleh kungkungan tubuh kokoh tersebut.
Ini adalah ciuman kedua Intang yang durasinya lebih panjang dari sebelum - sebelumnya. Sejak tadi dia terus saja meronta berusaha melepaskan diri, tetapi ciuman Azlan yang berubah lembut dan begitu ahli malah membuat dirinya terbuai.
Tubuh Intan terasa lemas, kepalanya pening., bahkan matanya berkunang - kunang. Sekujur tubuhnya meremang merasakan gejolak yang baru pertama kali dirasakannya. Kemudian tanpa di perintahkan, naluri alaminya seolah menuntunnya untuk membalas mencicipi lembutnya bibir Azlan yang sedang bergerak di bibirnya.
__ADS_1
Azlan semakin lupa diri dan memperdalam ciumannya saat merasakan bibir mungil ranum nan lembut itu membalas pagutannya. Napas mereka oun mulai terengah, tetapi Azlan dan Intan seolah enggan untuk melepaskan pertautan bibir masing - masing dan terus - menerus saling mencicipi tanpa henti, seolah hendak menghanguskan mereka dalam kobaran rasa yang semakin memanas.
Azlan melepaskan pagutannya dan bibirnya menyusuri mencium seluruh wajah Intan dengan hembusan panas napasnya, mata Inta terpejam merassaka desiran aneh yang mengaliri seluruh urat nadinya.
Lalu, Azlan bergerak mengangsuran bibirnya ke bawah dagu Intan, meninggalkan cap bibirnya hingga tercetak jelas di sana. Tak sampai di sit, ia kembli menyusuri leher jenjang gadis itu, menghirup dengan rakusnya aroma menyenangan yang mengar dari kulit leher Intan dan membumbuhkan beberapa jejak bibir di sana. Hal itu membuat napas Intan semakin memburu tak beraturan merassakan sensi sentuhan yang baru pertama kali di alaminya.
Dengn tidak sabaran Azlan membuka pakaian atasan Intan yang berupa kemeja berkancing depan, seluruh kancingnya terlepas dan berserakam karena Azlan membukanya secara paksa.
~ Bersambung
__ADS_1