Menikahi Cewek Bar - Bar

Menikahi Cewek Bar - Bar
Cari buku


__ADS_3

Di dalam kelas semua murid sibuk baca bukunya, quis kali ini bukan sembarang quis. Karena kalau sempat nilai mereka tidak mencapai KKM maka habislah mereka. Dijamin tidak akan lulus.


"Oi Tan, lo kok lama sih datangnya. Udah tau ntar ada quis? Udah belajar belum? " tanya Fei, mengakihkan pandangannya saat melihat Intan masuk kedalam kelas.


"Tadi gue udah mau cepat tapi, pria itu selalu aja ngehalang - halang gue. "ucap Intan.


"Udah lah, Winda! Lo jangan memperbesarkan maslasanya,


"Ingat ya, urusan kita belum selesai" Winda pun berlalu pergi meninggalkan meja Intan dan sahabatnya.


"Tan, maaf ya." Devan mengulurkan tisu ada Intan.


"Hmm... Makasih. Tapi lain kali kalau lo lagi berantem sama paca lo, tolong jangan bawa - nawa gue" kata Intan dan di balas dengan anggukan olhe Devan


~ Bersambung


Intan duduk di bngkunya dan mengeluarkan bukunya dan mulai membaca.


"Udah ayo cepat baca buku lo, mumpung quisnya ketunda 30 menit,"


"Seriusan?"


"Iya, tadi ketua kelas baru dapat info."


"huft.." Intan bisa bernapas lega.


Intan pun mulai embaca bukunya dengan serius. Intan sadar jika dia tida pintar tapi setidaknya dia berusaha.


____


Azlan duduk terbenung di dalam ruangannya, dia bingung dengan sikapnya kepada Intan. Kadang dia bisa bersikap baik pada gadis itu, tapi kadang dia sangat kesal melihat gadis itu.


"Apa yang harus aku lakukan, ini tidak boleh berlanjut."


"Aku harus memikirkan bagaimana caranya agara bisa meepaskan gadis kecil itu, dan aku pun bisa cepat menikah dengan Sifa." ucapnya lagi.


Dengan malas ia mulai membaca kertas yang ada di hadapannya.


Tok...Tok....


"Masuk!" ujar Azlan, tanpa memalingkan wajahnya dari kertas yang ada di tangannya itu.


"Pak, ini laporan keuangan yang bapak minta" Azla mendongadan melihat sekretarisnya yang sedang berdiri di hadapannya sambil mengulurkan sebuah map padanya.


"Iya letakkan di situ!"


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" pamit sekretarisnya itu, dan hendak berlalu pergi.


"Tnggu!" panggil Azlan saat sekretarisnya itu memegang ganggang pintu.


"Iya, pak."


"Bagaimana dengan kasus, kak Surya?"


"PAk Surya sedang alam pengawasan pak."


"Bagus, awasi dan teruslah kumpulkan bukti" kata Azlan.


"Ku pastikan,kau akan habis di tanganku!" gumam Azlan.


___

__ADS_1


Bel Istirahat berbunyi, semua siswa bernapas lega.


Intan dan kedua sahabatnya pergi ke kantin dengan sangt riang.


"Gue, tunggu di meja dan tolong pesankan makanan untuk gue!" seru Intan, dengan nada memelas.


"Iya, tunggu lah di sana"


Fei dan Mayang pun pergi memesan makanan.


"Lo, merasa ada yang aneh nggak sama Intan?" tanya Fei.


"Apaan?"


"Bibirnya, gue perhatiin ada yang beda"


"Masa sih, kok gue nggak ngeh?"kata Mayang yang ikut penasaran.


"Apa jangan - jangan dia udah..."


"Kita akan introgasi dia nanti, ok" sambung Mayang.


Fei dan Mayang datang dengan membawa banyak makanan.


"ayo makan" kata Mayang.


Intang langsung mengambil mangkok baksonya dan mulai melahapnya.


"Gue, benar - benar lapar" ucap Intan.


"Iya kita tahu, ayo makan lah."


Mayang dan Fei saling pandang, mereka ingin menanyakan sesuatu pada Intan, tapi mereka takut kalau intan akan salah paham dengan maksud kata - kata mereka.


"Hmmm... Itu apa lu sama akak Azlan udah melakukan 'itu'?" tanya Fei dengan suara pelan.


"uhuk ..Uhuk..." Intan tersedak.


____


Saat pulang sekolah, Intan dan kedua sahabatnya berencana akan pergi ke toko buku. Saat di pakiran, Devan datang menghampiri Intan.


"Tan, lo mau kemana?" tanya Devan, menahan pintu mobil Intan.


"Ngapain elo nanya - nanya?" sahut Fei dari dalam mobilnya yang bersebelahan dengan mobil Intan.


"Gue nanya Intan, kenapa lo yang jawab"


"Lagian pertanyaan lo ambigu banget, njir."


"Hm.. Kita mau ke toko buku, kenapa?"jawab Intan. melerai perdebatan Fei dan Devan, kalau di biarkan mereka berdua nggak akan selesai-selesai, yang ada Intan akan telat pulang dan Azlan akan marah padanya.


"Gue ikut boleh nggak?"


"Nggak" sahut Fei


"Ihh, apaan sih, nyahut aja."


"Mobil lo mana?"tanya Intan.


"Gue belum di ijinin bawa mobil."

__ADS_1


"Kan lo bisa bareng Yuni." balas Intan.


"Dia udah pergi sama temen - temennya, boleh ya. Pliss"


"Hmm..." Intan tampak berfikir.


"Ok, thanks" Intan belum memberi jawaban tapi Devan sudah masuk kedalam mobilnya.


"Hm.." dengan terpaksa Intan pun harus membawa Devan.


Intan dan kedua sahabatnya pun mulai meninggalkan sekolah.


Di perjalanan Devan tidak pernah berhenti membawa Intan ngobro.


"Kalian mau ke toko buku yang di mana?" tanya Devan.


"Ke itu, toko buku bersama."


"Iya, emang bagusan di situ. Kan lengkap. Mumpung gue pergi bareng kalian, gue sekalian cari buuku juga." Intan pun mengangguk, dia masih merasa aneh dengan sikp Devan yang akhir - akhir ini berubah padanya. Biasanya cowok itu selalu bersikap dingin padanya, tapi sekarang?


SEsampainya di toko buku, mereka pun mulai masuk ke dalam toko dan mereka pun mulai berpencari buku yang di butuhkan. Tapi, tidak dengan Devan yang selalu mengekorinya.


"lo, kenapa malah, ngikutin gue mulu? Carilah buuku yang lo butuin." tegur Intan yang aga merasa risih dengan Devan.


"Gue nggak tau, buku yang manaa yang mau gue beli. Lagian pelajaran hari ini tu, sama sekali nggak ada gue mengerti." ucap Devan.


Intan menghela napas beratnya, yaudah tunggu duu ntar kalau bku gue udah lengkap. Gue bakal bantuin lo, buat nyari buku."


Devan pun mengangguk dan tersenyum senang.


Setelah mereka menemuan semua buku yang mereka ingin, mereka pun pergi dari toko itu.


Karena tadi pulang sekolah mereka langsung pergi, jadi mereka belum sempat makan siang. Jadi, mereka pun memutuskan untuk mampir dulu ke restaurant.


"Kita kenapa makan disini? Kenapa nggak di cafe aja."


"Intan sayang, lo coba berheti untu hitung - hitung sama diri sendiri, Lagi pula, duit lo kan banya jadi, nggak akan habis buat bayar makan disini." kata Fei, yang nggak habis fikir dengan Intan yang selalu bersikap hemat dan Intan tidak mau berfoya - foya.


Fei dan Mayang geleng - geleng dibuatnya. Sementara Devan cowok itu tersenyum mengetahui kalau Intan tidak bersikap sok berduit.


Saat sedang asik makan, tiba - tiba seseorang datang menghampiri meja Intan dan ketiga temannya.


BYUUUURRR


"ARRGGHHH... "Teriak Intan,


"Apaan lo?" tanya Intan saat mendongak kan kelapanya.


"LO APA - APAAN SIH" Intan berdiri dan menatap tajam kedua gadis itu


"UPssssttt... Sorry"


"Wina lo apa - apaan?!" Devan membentak gadis itu.


"Itu hukuman buat cewek yang suka rebut pasangan orang lain" kata gadis yang di panggil.


"APA?" Pekik Intan, Fei dan bmayang.


"Jangan sok berlagak bodoh"


"Kayanya lo salah paham..."

__ADS_1


"Salah paham? Lo biir gue ini bocah yang bisa kalam.


~ Bersambung


__ADS_2