
Intan pun membalikkan badanya dan melihat ke arah Azlan. Azlan begitu kaget saat meliht penampilan Intan yang begitu cantik. Intan pun takut - takut melihat kearah Azlan.
"Ba... Kakak hehe"
"Intan?"
"Lo kenal Intan Lan?" Azlan mengangguk pelan.
"Wah... bagus dong, jadi gue bisa deketin dia dengan bantuan lo" Azlan langsung mengeraskan rahangnnya. Ingin rasanya di marah tapi masih harus di tahannya.
Azlan menatap Intan dengan tatapan tajam. " Gue pamit pulang dulu ya, ada urusn mendadak!" Azlan bengkit dari kursinya dan menarik tangan Intan.
"Kamu ikut aku pulang!"
Azlan menarik tangn Intan dengan kasar , membuat yang lain merasaa heran.
"Mereka kenapa sih?" tanya Adam pada Fei dan Mayang.
"Entalah bang"
"Sebenarnya apa hubungan Azlan dengan Intan?" tanya Adam lagi.
"Mereka itu se... sepupuan bang" jawab Fei asal. Maayang menatap Fei dan di balas dengan anggukan kecil oleh Fei.
____
begitu sampai di parkiran Aslan langsung membuka pintu mobil dan mendorong Intan masuk ke dalam mobil. dengan cepat Hasan masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke apartemen .
sepanjang perjalanan intan dan asal nampak diam tanpa ada yang berani bersuara . cinta begitu Takut melihat kemarahan Aslan yang sulit untuk dimengerti. sehingga sampailah mereka di apartemen .
"Turun !"
Intan langsung turun dari mobil , dengan cepat hasil menyeret tangan Intan menuju ke kamar mereka .
Braaakkk~
Azlan menutup pintu dengan kerasnya membuat intensif semakin takut . Intan menangis tertahan dan hanya menunduk dengan tubuh gemetar .
"Pak... Kenapa Bapak marah sama ? Hiks hiks"
Azlan mendekat ke arah Intan.
__ADS_1
" Kamu masih nanya kenapa? Sini!"
Aslan menghadapkan Intan ke cermin besar nampak mereka berdua terlihat jelas di sana.
" Coba lihat dirimu di sana sekarang !" Intan memberanikan dirinya untuk melihat ke arah cermin.
" Kenapa kamu rubah penampilan kamu hah ?! Apa kamu mau jadi wanita tidak benar! kamu mau bebas mencari pacar ?! ya itu mau kamu?!" Hasan membentak Intan dengan suara yang meninggi.
"Ini bukan kemauan aku , teman-teman aku yang pengen melihat aku dengan seperti ini . lagi pula ini tidak terlalu berlebihan ,"jawab Intan dengan nada gemetar .
"Dan kamu mau aja dirubah seperti ini sama temen-temen kamu?!"
"Aku nggak bisa nolak Pak, karena mereka adalah teman-temanku dan menurutku ini masih wajar .... Bukankah, pakaian seperti ini masih wajar, kata mereka ini lagi tren fashion seperti ini."
" Ya Allah Intan !! kamu itu polosnya kebablasan banget ya ! Kamu nggak lihat dengan penampilan kamu kayak gini , kamu bisa menari perhatian semua Mata Lelaki Dan mereka akan terus menatap kamu dengan pikiran liar mereka ! atau memang itu yang kamu inginkan , menjadi pusat perhatian ?"
Rasanya beban di hati Intan menumpuk seakan tidak terbendung lagi. Intan menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar, sejenak ia menghentikan tangisnya dan mengumpulkan tenaga dan keberaniannya untuk menjawab ucapan Azlan. Intan menatap Azlan dengan tetapan kebencian dan kemarahan.
"Huft... APA KAU TAU BAGAIMANA RASANYA HIDUP DI KEKANG? SELAMA INI TIDAK BANYAK YANG MAU BERTEMAN DENGAN KU DAN ITU KARENA AKU TIDAK BISA DI AJAK KELUAR. MAMA SAMA PAPA DULU PERNAH BILANG KALAU MEREKA AKAN MENGIJINKAN AKU KELUAR BEBAS SAAT AKU BERUSIA 17 TAHUN DAN APA KAU TAHU DI SAAT AKU BERUSIA 17 APA YANG AKU DAPATKAN? AKU DI PAKSA MENIKAH DENGANMU! LALU APA KAU BILANG TADI, AKU TERLALU POLOS? HEI APA KAU TIDAK TAHU AKU BUKANNYA POLOS TAPI KARENA AKU MEMANG PERCAYA DENGAN PARA SAHABATKU. KARENA AKU TAHU MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BERHIANAT DARI KU! LALU BAGAIMANA AKU BISA MENOLAK KALAU MEREKA MENGAJAK KU KEUAR DAN MERUBAH PENAMPILANKU, AGAR PENAMPILANKU ITU TIDAK TERLIHAT CUPU."
Sumpah demi apapun entar menumpahkan semua beban di hatinya selama ini. Inilah puncak dari segala beban yang Intan pendendam selama bertahun-tahun .
Aslan begitu tercengang mendengar ucapan Intan yang meledak-ledak . Kini Hasan tahu kenapa alasan Intan berpenampilan seperti gadis biasa dan malah jauh berbeda dengan abang-abangnya atau dengan anak-anak orang kaya selebihnya .
"Sudahlah! sekarang terserah kamu maunya gimana ? aku sudah capek berpura-pura baik terus."
Intan berlari ke keluar kamar dengan berderai air mata .
Setelah pertengkaran itu Intan tidak mau lagi bertemu dengan Aslan, berpapasan pun ia tidak ingin . Bahkan Intan rela tidur di sofa di ruang tamu hanya untuk menghindar dari Azlan.
Intan bersiap untuk ke sekolahnya pagi ini, pagi-pagi sekali Intan sudah meninggalkan rumahnya.
Azlan baru keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke meja makan. di sana dia melihat seorang wanita paruh baya yang sedang menghidangkan sarapan di atas meja .
" Maaf Bibi siapa?" Azlan menetap wanita itu dengan tetapan heran .
"Saya pelayan dari rumahnya Fitri , nona Intan meminta saya untuk kemari karena katanya dia sedang ada ujian Jadi tidak bisa membersihkan rumah ." ucap bibik Itu menjelaskan .
"Baiklah, sekarang Intannya ke mana ?" mencari keberadaan Intan .
" Nona sudah pergi tadi pagi-pagi sekali .
__ADS_1
Azlan terdiam dan langsung duduk sendiri untuk sarapan . setelah selesai sarapan berangkat ke kantor .
Setelah sampai di kantor, Azlan langsung berjalan masuk ke dalam ruangannya dan mengerjakan tugasnya yang kemarin sempat tertunda.
Sementara di sekolah.
Intan mengikuti mata pelajarannya seperti biasa pagi ini, ia berusaha untuk tidak memikirkan masalahnya saat sedang belajar. hingga sampai jam istirahat pun tiba .
" Intan, kita ke kantin yuk ." ajak Fei.
"Hmmm.. Kayaknya nggak dulu deh Fei, aku lagi Nggak selera makan . Kalian Pergilah !" tolak Intan. Fey dan Mayang pun salin pandang,
"Lu nggak apa-apa kan ?" Mayang menatap raut wajah Intan .
Intan tersenyum, seolah mengatakan dia baik-baik saja .
"Yang kemarin ..."
"gue lagi nggak mau bahas.."
"Ayolah Intan, kami sangat penasaran dengan keadaanmu kemaren?"
"Apa dia memukulmu?"tanya Fei
Intan menggeleng. " Dia hanya kesal karena gue merubah penampilanku" Intan menunduk
"Merubah gimana? Bukankah kemaren itu penampilan elu itu biasa - biasa saja?" tambah Myang.
"Entalah, yang jelas dia tidak ingin melihat gue dengan pakaian seperti kemaren" Intan menenggelamkn wajahnya ke lipatan tangannya di atas meja.
Saat perjalanan pulang sekolah, Intan terjebak kemacetan yang disebabkan dengan adanya kecelakaan.
"Maaf pak di depan kenapa ya ?" Intan bertanya pada seorang sepeda motor yang ada di samping mobilnya .
" Kayaknya ada kecelakaan deh dek."
"Ohhhh. ..."
intan masih melihat kerumunan orang itu , di sela-sela kerumunan masa Intan melihat motor milik korban yang bertengger di tepi jalan .
" lo itu kayaknya pernah lihat deh motornya," Intan menepikan mobilnya dan turun tak jauh dari tempat kejadian. Intan melerai kerumunan orang-orang dan berusaha melihat korban kecelakaan itu .
__ADS_1
Intan pun membelalakkan matanya saat melihat korban kecelakaan itu .
~ Bersambung