Menikahi Cewek Bar - Bar

Menikahi Cewek Bar - Bar
Pengalaman pertama


__ADS_3

Janji tinggallah janji. Intan sudah menunggu Azlan dari pukul 4 sore tapi pria itu tidak kunjung datang.


"Ini niat pergi nggak sih?" Intan dengan kesal membuka jilbab dan sepatunya.


"Dasar cowok, nggak bisa nepatin janji. Bodoh ah, lagian yang punya acarakan keluarga dia, ya... Pasti yang kena marah juga dia."


____


Setelah salat Isya Intan bersiap kembali untuk pergi makan bersama dengan keluarga Azlan. Intan tampil dengan sederhana , dengan gamis dan hijab Senada serta longgar.


Aslan sekilas melihat ke arah intan dan melihat penampilannya itu . meski terlihat biasa saja , namun pandangan Islam berubah melihat sosok Intan yang cantik dan sexy.


Azlan beberapa kali menggelengkan kepalanya, agar sadar dari pikiran liarnya itu.


Selam di perjalanan suasana begity tegang dan kaku, Intan tidak berani melihat Azlan begitu juga dengan sebaliknya.


Sampai di kediaman keluarga Azlan....


Intan turun dari mobil dan berjalan di samping Azlan. Nampaknya di rumah yang begitu ramai karena semua keluarga sudah berkumpul.


"Eh.. Pengantin baru udah sampeee"


Keluarga menyambut kedatangan mereka. Mereka pun berbincang - bincang hangat malam itu. Tak lama mereka melanjutkan dengan makan malam bersama sambil mengobrol hangat


Setelah selesai makan malam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga.


"Intan ke toilet dulu ya ma"

__ADS_1


"Iya sayang"Intan pun pergi ke toilet


Tak lama sepupu Azlan ,Surya mendapat panggilan telpon. Azlan merasa curiga dengan sikap sepupunya iyu belakangan ini, ia pun mengikutinya diam - diam.


Di belakng, Surya nampak berbicara serius dengan orang yang menelponnya. Sesekali terdengar ia memarahinya. Intan baru selesai dari kamar kecil dan akan keluar, ia begitu kaget saat melihat Azlan yang berada di dekat pintu.


"Pak Azlan??"


"Sssstttt...." Azlan menutup mulut Intan dengan tangannya.


Surya yang merasa ada orang mengikutinya, ia pun mematikan telponnya dan mencari sumber suara.


Azlan mendengar langkah kaki yang semakin mendekat kepada mereka.


"Maaf."


Azlan langsung menciu. Bibir Inta. Dan ********** begitu dalam. Intan kelabakan dan juga kaget dengan apa yang di rasakannya saat ini. Intan meronta untuk di lepaskan, namun Alan terus memeluk erat Intan agar ia tidak bisa lari dan Azlan pun tidak melepaskan ciumannya sedikitpun.


"Pak,aku nggak bisa bernapas. " Seolah mata Intan berbicara, Azlan melepaskan ciumannya dengan perlahan.


Surya yang melihat Azzlan dan Intan berciuman sembarangan itu pun menjadi risih.


"Kayak nggak ada tempat lain aja, kalau buat mesum tu ke kamar aja sana!"dengus Surya


"Kau ini mengganggu saja!"


Surya menggeleng dan pergi meninggalkan Azlan dan Intan yang berdiri di depan toilet.

__ADS_1


Azlan menatap Intan yang begitu malu - malu, bibirnya menjadi merah dan bengkak serta nafasnya yang masih memburu akibat ulah Azlan. Wajah Intan masih memerah dan membuatnya semakin terlihat cantik.


Asal memegang dagu Intan lagi dan mencium bibirnya kembali, namun kali ini ciuman itu begitu lembut dan hangat yang membuat Aslan maupun Intan begitu menikmatinya .


Intan merasa bibir Aslan yang penuh dan hangat memenuhi miliknya kemudian Intan mengeratkan pegangan tangannya di baju Azlan.


Intan menutup matanya menikmati setiap sentuhan bibir Azlan yang beberapa kali dirasakannya . Setelah waktu yang cukup lama Azlan pun melepaskan ciumannya


" Aku akan menjelaskannya saat kita di apartemen ."


Azlan menarik tangan intan dan mengajaknya kembali ke ruang keluarga .


" Dia memperlakukan bibirku Seenaknya saja ." batin Intan.


Keduanya sampai di ruang keluarga, Intan tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya dari semua orang.


Mama Herlin memperhatikan kedua anaknya . Intan nampak begitu tegang sementara atlan mencoba bersikap biasa saja . Mama Herlin memperhatikan seperti ada yang beda dari wajah Intan , bibirnya nampak merah dan bengkak beda pada saat datang berwarna pink natural . Mama Herlin ingin sekali menggoda kedua anaknya namun tertahan saat Azlan membuka suara


" Pah mah dan semuanya, kami mau pamit pulang dulu ya "


"Hmmm... Ya udah kalian hati-hati ya"


Mama Herlin Mama lu Intan saat Intan pamit pulang.


"Sering-sering main ke sini ya, Tan."


" Iya Mah"

__ADS_1


Azlan dan Intan menaiki mobil dan meninggalkan rumah keluarganya.


~ Bersambung


__ADS_2