Menikahi Cewek Bar - Bar

Menikahi Cewek Bar - Bar
Berbagi makanan


__ADS_3

Intan membuka pintu dan baru masuk tiga langkah,Intan kaget saat melihta seseorang berdiri di hadapannya.


"EH..."Intan memundurkan langkahnya, hendak kembali keluar. Tapi sayangnya, rang itu dengan cepat menangkap tangannya.


"Mau kemana?" tanya orang itu.


"Apa? Itu... Apa namanya, itu.."


"Apa? Mau kabur? Mau kabur kemana?" tanya Azlan.


"Hehe, siapa yang mauu kabur, orang aku mau ambil kunci..."


"Kunci apa?" tanya Azlan lagi.


"Hmmm... Iya iya, lepas." Intan menepis tangan Azlan.


"Kamu tahu nggak apa kesalahan kamu?" tanya Azlan. Intan menggeleng.


"TC. Jangan sok polos, aku tahu kamu itu sengajakan melakukannya."kata Azlan yang mulai kesal karena Intan tidak sadar dengan apa yang telah di lakukannya.


"Pak, lepaskan aku lapar... Apa bapak sudah makan?" ucap Intan dengan tatapan memohonya.


"Bapak?Kamu belum berhenti juga memanggilku dengan sebutan bapak?" tanya Azlan tak percaya.


"Kenapa sih, bukannya panggilan itu sangat cocok denganmu?" tanya Intan.


"Yudalah, pak ayo kita makan tadi aku udah beli nasi padang"kata Intan menarik tangan Azlan dan membawanya ke meja makan.


"Tunggu disini sebentar aku mau ganti bu dulu" kata Intan


Azlan hanya diam,, dia tidak mengerti dengan gadis itu. "Kenapa dia nggak ada takut - takutnya sih, padahal aku sedang marah dengannya. Apa wajahku kurang sangar, padahal kalau di kantr semua karyawan pada takut denganku." gumam Azlan.


Siang ini dia sengaja pulang cepat hanya untuk memarahi gadis itu, tapi apa ini kneapa gadis itu tidak takut dengannya.


Sementara itu, di kamar Intan langsung mengunci pintu , dia menandar di pintu sambil memegang dadanya.


"Bagaimana dia bisa pulang secepat ini? Bukankah biasanya kalau orang kerja itu pulangnya sore.."gumam Intan.


"Huft... Apa yang harus aku lakukan, ayo Intan berfikir...." Intan mondar mandir di dalam kamar dia memikirkan bagaimana caranya dia mengatasi kemarahan Azlan.


"BAiklah, aku akn bersikap seolah tidak terjadi apa - apa, dan masalah ini aku akan memberikannya dengan baik - baik. "


"Lu pasti bisa Intan, semangat" gumamnya menyemangati dir sendiri.


Karena dia sudah terlalu lapar, Intan pun mengganti pakaiannya dengan cepat.

__ADS_1


Sebelum keluar dari kamar intan menarik nafas dalam - dalam. Setelah memastikan semmuanya baik - baik saja, Intan pun keluar dang hempiri Azlan ang masih duduk di kursi meja makan.


"Kenapa lama sekali? Kau ganti baju atau bauat baju" ucap Azlan ketus.


"Jangan marah - marah pak, nanti tambah tua" Azlan menatap gadis itu tajam.


"Tunggu aku akan mengambil piring."Intan berlalu ke dapur.


"Kenapa kau membeli banyak makanan?" tana Azlan saat melihat banyanya bngkusan makanan yang ada di atas meja dan Azlan sangat yakin kalau semua makanan itu di beli di pinggir jalan.


"Karena aku lapar" balas Intan, yang datang dengan beberapa piring dan mangkuk di tangannya.


"Kenapa porsinya satu - satu semua? Katamu , kau membelikannya untukku?" tanya Azlan yang melihat semua makanan itu hanya satu porsi.


"Ya karna kita akan berbagi, lagi pula ini sangat banyyak." kata Intan ynag mulai membagi makanan itu.


"Mau makan yang mana dulu?" tanya Intan


"Aku mau nasi padangnya" balas Azlan.


" Baiklah, " Intann pun mengambilkan Azlan nasi padang dengan gulai tunjang dan rendang.


""Ini makanlah." Intan menyerahkan piring yang berisi makanan pada Azlan.


"Kalau bapa mau yang lainnya, ambil aja, aku mau makan makananku" kata Intan yang mulai memakan nasi padangnya.


"Sebanyak ini? Apa kau tidak takut gemuk?" tanya Azlan dan Intan pun menggeleng.


"Kalau pun mengemuk itu bukan berart salah makanannya, Tapi itu salah sendiri kenapa tidak bisa merawat diri" ucap Intan


"Apa ini makanan pinggir jalan semua?" tanya Azlan, dan Intan kembali mengguk.


"Aku sangat suka dengan makanan pinggir jalan." jawab Intan .


"Kenapa?"


"Ya karena murah, Hahaha" balas Intan tertawa di akhir kalimatnya. Azlan terpaku dengan tawa Intan, gadis itu seolah tidak ada beban dalam hidupnya.


____


Setelah sekian lama, Rusdi tidak menginjakkan kakinya pada perusahaan putranya. Sekarang dia harus datang kemari hanya karena putranya itu meminta bantuannya untuk menghadiri rapat penting.


"Apa semuanya sudah hadir?" tanya Rusdi pada sekretaris Azlan


"Sudah pak, semuanya sedang menunggu bapak di ruang meeting 1. Mari saya antar" kata Sekretaris itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ikut?" tanya Rusdi.


"Ikut pak."


"Kalau begitu ayo."Mereka pun pergi keruang meeting.


___


Setelah selesai makan, Azlan duduk di sofa ruang tv. Intan pun menghampirinya.


"Ini, dan maaf" ucap Intan menyerahkan kunci mobil Azlan.


Azlan mendongak, kemudian melihat kunci yang di letakkan Intan di atas meja. " Kenapa?" tanyya Azlan singkat


"Apanya?" tanya Intan balik


"Kenapa kau membawa mobilku?" tanya Azlan memperjelas pertanyaanya.


"Karena... Karena... Karena aku pengen pamer mobil bapak sama teman - temanku." ucap Intan asal. Tidak mungkin dia mengatakan karena ingin mengerjai pria itu, bisa habis dia kalau pria ituu sampai tahu alasannya sebenarnya.


"Apa? Kau membawa mobilku hanya karena ingin pamer?" tanya Azlan tidak percaya. Intan mengangguk dengan wajah polosnya.


"Kau suka pamer? " tanya Azlan, dan Intan kembali mengangguk. Sebenarna Intan ingin menggeleng karena itu bukanlah hobinya, selama ini alasan Intan ingin di antar supir, itu karena dia tidak ingin teman - temannya melihat mobilnya yang mewah dan keren pastinya.


"Sekarang apa kau sudah puas?" tanya Azlan. Intan kembali mengangguk.


"Apa kau tidak punya mulut untuk menjawab?" tanya Azlan yang mulai kesal, karena dari tadi Intan hanya mengangguk saja.


"Lalu aku harus jawab apa?" tanya Intan.


"Lupakanlah" ucap Azlan. Mengambil kuncinya dan berdiri hendak beranjak.


"O iya cukup sekali ini kau melakukan hal ini, karena kalau lain kali kau melakukannya lagi, aku tidak akan memaafkanmu." kata Azlan kemudian berlalu pergi masuk kedalam kamar.


"Dasar tukang marah, dan mulutnya itu sangat cerewet, bahkan dia bisa mengalahkan kecerewetan mama." gumam Intan, duduk di sofa dan mulai menonton tv.


___


Di kamar Azlan duduk di meja kerjanya, dia tersenyum mengingat bagaimana ekspresi Intan tadi. Dia masih tidak menyangka kalau gadis itu akan mengatakan membawa mobilnya hanya untuk pamer.


"Apa dia membutuhkan mobil?" gumamnya.


"O iya, aku harus menghubungi papa untuk menanyakan hasil rapat tadi." gumamnya lagi.


Hanya karena pekara mobil di bawa istri, Azlan sampai rela menyuruh papanya untuk menggantikannya untuk menghadiiri rapat penting. Untung hari ini papanya di terlalu sibuk. Tadi saat di kantor rasanya Azlann akan sangat marah pada gadis itu tapi apa ini, bahkan dia tidak bisa mmemarahi gadis itu. Semua amarahnya tadi seolah menguap entah kemana saat melihat wajah polosnya.

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2