
Intan hanya bisa menahan dan menahan, entah kenapa dia sangat kesal saat melihat Azlan yang sedang berjalan sambil gandengan tngan dengan wanita lain.
"Eh... Abang gue ngundang kita buat ke sana, kalian au nggak?"
Mayang mengangguk, sementara Intan menggelleng.
"Kenapa? Kita ke sananya bentaran aja ,"
"Kalian tahu sendirikan gimana kondisi gue" Intan menghela napasnya.
"Baiklah, kalu gitu kita kesananya besok aja" ucap Fei, Intan pun tersenyum.
___
Intan sampai di apartemen lebih dulu dari pada Azlan, gadis itu langsung masuk kamar dan membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan diri, Intan pun langsung masuk ke kamar bibik.
Semenjak ada bibi, Azlan sengaja membuatkan sebuah kamar kecil di sudut dapur.
"Eh non, intan?"
"Intan, boleh masuk bik?"
"Ayo non, masuk aja"
Intan langsung masuk dan memeluk bibik.
"Intan kangen mama, bik"
Bibik kaget, ia menatap rawut wajah nonanya itu. Dia yakin kalau nonanya itu sedang ada masalah.
"Bibik dapat kabar, kalau nyonya lagi nggak di rumah, sabar ya, nanti kalau nyonyah udah pulang. Nona ajaklah tuan untuk berkunjung ke rumah."
"Malam ini Intan tidur di sni ya" Bibik keget mendengarnya.
"Tapi..."
"Intan capek bik." Intan berbaring di ranjang kecil bibik, dia juga menggenggam tangan pelyannya itu.
Ini lah alasan kenapa Intan meminta bik Ijum untuk bekerja bersamanya. Bik Ijum, sudah mengasuh Intan sejak kecil, makanya mereka sangat dekat.
____
Puku 10 malam, Azlan pulang. Dia melihat keadaaan apartemen yang sangat gelap dan sepi. Azlan berjala ke kamar, dia menghidupkan lampu kamar yang mati.
Azla kaget saat tidak mendapati Intan berada di dalam kamar.
"Kemana dia?"
"Apa dia belum pulang?" gumam Azlan.
Ia melihat ke sekeliling kamar, dan matanya tertuju pada tas Intan yang tergeletak di atas meja kerjanya.
"Dia suadah pulang? Tapi kemana Dia?"
Setelah mengecek ke semua ruangan yang ada di kamar, Azlan pun keluar mencari intan, tapi hasilnya tetap sama , nihil.
"Apa tuang mencari nona?"
Azlan menoleh kearah bibik yang berdiri di belakangnya.
__ADS_1
"Iya, apa bibik thu Intan dimana?"
Bik Ijum pun mengangguk.
"Dia sedang tidur di kamar, bibik"
Azlan kaget, kenapa istrinya tidur di kamar pelayan. Azlan menghampiri kamar bik Ijum, melihat Intan yang tertidur damai.
"Tadi, dia cerita sama bibik, trus karena malas berjalan makanya dia tidur di sini"
Azlan mengangguk, " Aku akan membawanya ke kamar"
Sesampainya di kamar Azlan membaringkan Intan dengan pelan di ranjang.
"Bagaimana kamu bisa tidur nyenyak setelah membuat hariku berantakan"
"Lihatlah, wajah polosmu." Azlan mencium kening Intan. Kemudian ikut berbaring di samping Intan.
____
Intan terbangun dini hari, Ia sangat ingin ke kamar mandi. Saaat hendak bangkit dari tempat tidur, Intan kaget karena mendapati sebuah tangan yang melingkar di perutnya.
Intan menoleh ke sampingnya.
"Kenapa aku bisa ada di sin? Dan kenapa dia memelukku"
Intan memindahkan tangan Azlan dengan perlahan, namun bukannya terlepas, pria itu malah semakin mengeratkakan pelukanya.
"Pak, lepas!" ucap Intan
"Aku tahu bapak udah bangun" Intan menatap mata Azlan yang tertutup rapat.
"Aku mau ke kamar mandi" bukannya melepaskan Azlan malah meletakkan kepalanya di bahu Intan.
"Aish, baiklah aku akan mengeluarkannya disini. Kalau itu mau mu" Intan pasrah
"Tc, pergilah!" Azlan melepaskan Intan dan membalikkan badannya memunggungi Intan.
Intan pun berlari kecil ke kamar mandi, dia benar - benar sudah kebelet.
"Dasar egois, dia suddah punya pacar, tapi dia tetap menikahiku" dengus Intan yang kembali mengingat kebersamaan Azlan dengan seorang gadis di mall tadi.
Setelah selesai dari kamar mandi, Intan kembali ke ranjang. Ia mengambil bantal dan membawanya keluar. Dia masih kesal dengan Azlan jadi dia memilih untuk menghindari pria itu.
___
Intan tidaak bisa tidur kembali, jadi dia memilih untuk menonton drama ke sukaannya.
Intan mengambi makanan ringan yang di simpannya di dalam kulkas. Entah bagaimana, dia menjalani hari esok, sudah bisa di pastikan kalau besok dia akan terkantuk - kantuk di sekolah.
Azlan yang merasakan ketidak beradaan Intan di sampingnya pun langsung bangun.
"Kemana dia?"
Dia bangkit dari ranjang dan keluar kamar, dia melihat Intan sedang menikmati acara tv.
"Kenapa kamu beleum tidur?"
"Eh sorry, bapak terganggu ya sama suara tv nya" Intan pun mengecilkan suara tv nya.
__ADS_1
"Kembali ke kamar dan tidur, apa kau tidak sekolah besok?" tanya Azlan yang belum juga beranjak dari tempatnya.
"Aku nggak ngantuk, bapak tidurlah!" ucap Intan tnp mengalihkan pandangannya dari tv.
Azlan pun membaringkan tubuhnya di sofa dan menjadikan paha Intan sebagai bantal.
"Eh..." Intan kaget.
"Bapak, tidurlah di kamar" Intan menatap Azlan.
"Aku akan ke kamar jika kau juga ke kamar"
"Kenapa begitu?"
Karna aku takut tidur sendiri"
"Biasanya juga tidur sendiri, kenapa sekarang nggak bisa?"
"Ya mungkin saa , karena aku sudah biiasa tidur ada temannya."
Intan pun hanya diam tidak menanggapi, dan kembi fokus dengan dramanya.
"Apa bapak punya pacar?" tiba - tiba Intn bertanya pada Azlan dan, itu berhasil membuat mata Azlan buka lebar.
"Kenapa nggak jawab?"
"Kenapa bertanya seperti itu?"
" Aku hanya penasaran jawablah, apa bapak tidak mau berbagi cerita denganku?"
Azlan mengubah posisinya jadi duduk, dia menatap Intan.
" Iya, aku punya pacar. "Azlan menatap perubahan ekspresi Intan.
"Hm... Lalu kenapa nggak nikahi dia? Kenapa bapak mau menikahiku?"
"Itu karena, mama sama papa tidak menyukainya dan aku tidak punya pilihan untuk itu."
Intan menghadap kearah Azlan.
"Begini, jujur aku tidak ingin terjebak di dalam hubungan yang rumit..." Azlan menatap intan dia menunggu gadis itu melanjutkan ucapannya.
"Aku harap secepatnya bapak bisa mengambil keputusan. Kalau bapak mencintai pacar bapak maka CERAI kan aku dan sebaliknya..."
"Aku tidak mau dianggap sebagai gadis perebut punya orang."
Deg!
Azlan kaget mendengar kata cerai dari mulut Intan. Dia tidak thu kenapa gadis itu tiba - tiba membahas hubungan mereka. Dan dari mana Intan tahu kalau dia punya seorang pacar.
"Apa kau sadar dengan ucapanmu itu?"
"Iya aku sadar dan sangat sadar. Aku sudah memikirkannya"
Intan menatap Azlan dengan wajah teduhnya.
Intan pun meninggalkan Azlan yang masih mematung, dia kembali kemar dn menguncinya.
~ Bersambung
__ADS_1