Menikahi Cewek Bar - Bar

Menikahi Cewek Bar - Bar
Di jodohin lagi?


__ADS_3

Sampai di rumah Devan...


Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


Ceklek ~


"Assalamualaikum mah"


"Waalaikum salam, kalian sudah sampai. Ayo masuk... Mama udah sengaja masak banyak buat kalian."


"Iya mah."


"Intan apa kabar?"


"Baik kok dok, dokter apa kabar?" Intan menyalami mamanya Devan dan Yuni. Di ikuti oleh Fei dan Mayang.


"Ini siapa?"


"Ini teman Intan Dok" Intan memperkenalkan teman - temannya.


"jangan panggil gitu aah kalau lagi di rumah. Panggil mama aja biar sama kayak anak mama"


"Hehe... Iya "


Mereka pun langsung masuk dan menuju ruang makan.


"Makan yang banyak ya, kaian jangan malu - malu atau pun sungkan anggap aja rumah sendiri."


"Hehe...Iya mah, terima kasih" Intan terlihat canggung saat itu karena Devan duduk di sebelah Intan.


"Kalian coba yang ini deh" mama Yuni pun mengulurkan sepiring cumi crispy pada Intan dan kedua sahabatnya.


"Hmm... Masakan mama enak - enak" puji Fei.


"Eh bisa aja kamu, ini tu tadi di baantuin pelayan."


"Mama sama kayak mamanya Mayang, suka merendah." ucap Fei.


"Lo mau udang nggak?" tanya Devan pada Intan.


"Hmm... Boleh" Devan pun mengulurkan piring udang kepada Intan


"Kamu sering - seringlah bawa mereka ke sini, Van. Biar rame"


"Iya ma"


Setelah mereka makan, Intanmengajak teman - temannya untuk membantu membereskan meja makan dan mencuci piring.


Awalnya Fei menolak, tapi setelah di beri pengertian sama intan Akhirnya mereka pun mau.


"Udah ngapain kalian? Ayo" mama Devan menarik tangan Intan dan kedua sahabatnya untuk duduk di ruang tv.


"Kalian ngapain sih pake cuci piring segala, kan ada pelayan disini.


"Nggak apa - apa mah, kita tu udah biasa melakukannya, bahkan kalau di rumah kadang suka masak."


"Wah kalian bisa masak juga? Bagus dong, anak cewek itu emang seharusnya belajar masak biar jadi mantu idaman. Jangan kayak anaknya mama, jangankan masak,cuci piring aja nggak pernah


"Mahhh... Yunni dengar lohh" teriak Yuni yang sedang ganti baju.


"Haha" mereka pun tertawa bersama

__ADS_1


"Intan kamu tinggal sama siapa?"


"Mmm... Sama kakak sepupu Mah"


"Ohh, orang tua kamu kemana?"


"Ada mah, mereka sibuk, sering ke luar kota. Jadi dari pada tinggal sendirian di rumah. Makanya di titipin sama sepupu."


"Ohh jadi kamu kesepian la ya, makanya tinggal sama sepupu"


Intan hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mamanya Devan.


"Oiya Tan, kamu mau nggak kalau mama jodohin sama anak mama yang itu, yang sok sibuk dengan hp nya itu"


Intan dan kedua temannya pun mnegikuti arah tangan mama.


"Maksud mama Devan?"


"Iya hehe..."


"Hehe... mama ada - ada aja, mana mau anak mama sama Intan, aku ini anaknya nggak terlalu bebas. Mungkin Devan cocok nya sama Fei dhe mah"


"Apa?lo jangan becanda dong" bisik Fei.


"Gimana Fei?"


"Mmm... Itu mah... Anu, Mayang aja ma, karena Devan itu adalah tipenya dia mah"


"Ih kok di oper - oper sih bujangnya mama."


"hehe maaf ma" Intan melirik wajah Devan yang terlihat murung.


' Kenapa dia tiba - tiba murung gitu' batin intan.


"Mah, Intan numpang sholat ya."


"Iya ayo ke kamar mama aja."


"Mah kalau gitu kita berdua ke kamarnya Yuni dulu"pamit Fei.


"kalian nggak sholat?"


"nggak mah, lagi M."


Mamah pun membawa Intan kedalam kamarnya sementara Fei dan Mayang pergi ke kamarnya Intan.


Tak lama mereka pun siap sholat dan kembali keluar.


"Fei , May. Ayo balik, udah sore banget ini"kata Intan.


"Iya"mereka pun keluar dari kamar yuni.


"Makash ya mah, udah kasih makan, juga udah ngundang kita kesini.


"Iya sama - sama.Sering - sering main ke rumah ya" mama Devan memeluk mereka.


"Bye mah, assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Merekaa pun mulai naik mobil dan meninggalkan mama devan yang tersenyum senang.

__ADS_1


___


Azlan baru selesai meeting bersama kliennya yang kali ini di temani oleh Sifa sang kekasih. Azlan pun izin ke toilet.


Di toilet Azlan mengambil ponselnya dan mengeceknya.


"Loh kok Intan nelpon gue ya, ada apa?" batinnya


Azlan pun kembali menyimpan ponselnya,dan kembali ke meja tempat Sifa menunggunya.


"Yuk pualang, "ajak Yuni


Mereka pun keluar dari rumah itu, dan masuk kedalam mobil.


Di separuh jalan, Sifa menghentikannya. "mau ngapai?"


"Kulkas aku kosong dan aku mau belanja bentar ya"


"Iya sayang, apa sih yang enggak biat kamu"


Azlan dan Sifa pun mampir ke super market untuk membeli kebutuhan Sifa. Setel puas berbelanja mereka mampir ke restaura untuk makan malam bersama. Kemudian mereka pulang, Azlan mengantarkan Sifa.


"Apa mau aku anter sampai dalam?"


"Nggak usah, ini nggak terlalu berat kok"


"Baiklah, kalau gitu aku pulang ya"


Sifa mengangguk, lalu turun dari mobil Azlan. Setelah Sifa keluar Azlan pun menjalankan mobilnya meninggalkan Sifa.


Beberapa menit kemudian Azlan pun sampai di apartemen.


"Bik, Intan mana?"


"Di kamar tuan"


Azlan pun berjalan masuk ke kamar yang ternyata tidak di kunci oleh Intan. Dilihatnya Intan yang sudah tidur pulas di ranjangnya kemudian Azlan duduk di samping ranjangnya.


Intan tampak berkeringat membasahi tubuhnya.


"Maaa... Paaa... Jangan tinggalin dedek hiks hiks. Tolong jangan tinggalin dedek mah pah hiks..."


Intan mengingau sambil menangis dalam tidurnya


Azlan mengelap keringat dan membangunkan Intan.


"Intan!"


"Jangan pergi mah, temanin dedek ma hiks hiks..." intan memegangi Azlan dengan begitu kuat dengan mata yang masih terpejam. Akhirnya Azlan pun berbaring di samping Intan dan memeluknya dengan begitu erat.


____


Suara adzan subuh berkumandang, Intan terbangun dari tidurnya. Ia merasakan kehangatan yang tidak biasa di dalam tubuhnya. Intan pun kaget saat melihat ke atas.


"Pak Azlan?


Intan langsung melepaskan pelukan Azlan, duduk dan menarik selimut.


"Ada apa sih Tan? Pagi - pagi berisik banget" tanya Azlan yang kaget mwndengar suara Intan


"Bapak ngapain tidur disini dan kenapa meluk - meluk aku?!"tanya Intan tak terima

__ADS_1


"Memang nya kenapa? Kamu kan istriku!"


~ Bersambung


__ADS_2