
Suara adzan subuh berkumandang, Intan terbangun dari tidurnya. Ia merasakan kehangatan yang tidak biasa di dalam tubuhnya. Intan pun kaget saat melihat ke atas.
"Pak Azlan?
Intan langsung melepaskan pelukan Azlan, duduk dan menarik selimut.
"Ada apa sih Tan? Pagi - pagi berisik banget" tanya Azlan yang kaget mwndengar suara Intan
"Bapak ngapain tidur disini dan kenapa meluk - meluk aku?!"tanya Intan tak terima
"Memang nya kenapa? Kamu kan istriku!"
Azlan ikut duduk di samping Intan, terlihat Azlan yang tidak memakai baju, Dan Intan baru ingat kallau dia hanya menggunakan tank top dan hot pans yang tertutup selimut.
"Aaaaaa" Intan menyilangkan tangannya di depan dadanya.
"Apa an sih... aku udah liat juga kali."
"Dasar mesum!!! " Intan mendorong Azlan agar turun dari ranjang tapi malah Azlan memegang tangan Intan dan menjatuhkannya. Kini Azlan sudah beada di atas Intan.
Jantung Intan dan Azlan berdbar debar saat mata mereka saling menatap. Perlahan Azlan menundukkan wajahnya, dan Intan pun jadi tegang...
CUP
Bibir keduanya kini saling bersentuhan, hanya kecupan ringan. Intan membulatkan matanya kemudiian mendorongnya...
"Pak tolong lepasin aku!" terdengar suara Intan yang keras.
Azlan pun melepaskan Intan dan duduk bersama.
"Kamu yang menarikku dan kamu juga yang memelukku duluan!"
"Apa? Itu tidak mungkin!"
"Kamu ngigau sambil memanggil mama dan papa mu terus sambl nangis pula. Kemudian kamu memegang tanganku dengan kuat."
"Maaf... Aku nggak sadar. Aku semalam bermimpi buruk. Mungkin karena Intan sering ditinggal mama dan papa jadi Intan...." wajah Intan berubah jadi redup dan sedih.
Azlan merahi tubuh Intan dan memelukkanya
"Sekarang kamu nggak usah kesepian lagi, ada aku yang akan selalu menemani dan menjagamu"
Intan mengangguk perlahan, ia pun mengeratkan pelukkanny di dada bidang milik suaminya sambil menahan tangis.
"Kita sholat bareng yuk!"
"Iya, yuk"
__ADS_1
Saat Azlan melepaskan pelukkannya, terdapat tanda merah di dadanya.
"Maaf pak, aku nggak sengaja" Intan menggigit bibir bawahnya menjadikannya terlihat semakin sexy.
Azlan melihat bekas itu dan hanya tersenyum
"Kamu harus tanggung jawab!"
"Maksudnya?" Intan memundurkan badanya sampai mentok di dinding kasur karena Azlan terus saja maju mendekatinya perlahan dan terus menatap Intan dengan senyum lliciknya yang membuat Azlan terlihat semakin ampan.
Kemudian Azlan menenggelamkan kepalanya di leher Intan dan memberikan tanda kepemiikannya di sana. Intan merasakan cecepan Azlan sampai merem melek dan tubuhnya begetar hebat.
"Kita impaskan?"
"Mesummmmm!!!"
Azlan langsung turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi sambil tertawa puas.
Intan pun mengatur napasnya yang menburu, Ia pun menetralkan dengan beberapa kali membuang napas kasar. Intan memegangi lehernya yang masih terasa panas, dan Intan merasa bergidikk ketika teringat apa yang di lakukan Azlan padanya.
Kemudian Intan memegang bibirnya " ciuman pertama gue!"
Biar nggak membuang waktu, Intan pun keluar kamar dan pergi ke kamar mandi di kamar bik Ijum. Ia membersihkan diri dan berwudhu di sana.
___
"Udah non, biar bibik yang lanjutin. Nanti non telat."
"Iya bik, dikit lagi"
Bik Ijum menggeleng, Intan memang sangat suka masak kalau dia berdua dengan bik Ijum. Tapi kalau mama nya di rumah, Intan seolah tidak bisa melakukan apapun.
Intan menata semuanya di atas meja, setelah semua siap Intan pun pergi ke kamar untuk bersiap.
Di kamar ia melihat Azlan yang sedang berbaring.
"Apa dia tidak kerja?"gumam Intan, ia hanya acuh tidak peduli. Karena berurusan dengan Azlan pasti akan sangat lama dan bisa - bisa ia jadi telat ke sekolah.
Intan mengambil seragamnya dan berganti di kamar mandi. Untung dia sudah mandi tadi.
"Apa bapak nggak ke kantor?"
"Iya, tapi nanti agak siang."
"Oohhh.."
Intan pun mengambil tasnya, " Ayo sarapan"
__ADS_1
"Iya" Azlan pun beranjak berdiri dan ikut keluar ke meja makan bersama Intan.
"Wah bik, tumben bikin nasi goreng seafood"
"Iya Tuan, tapi ini...." Intan memberi kode pada Bik Ijum agar tidak menyebutkan namanya.
"Tapi apa bik.." Azlan mulai mengambil nasi goreng itu.
"Mmm... Enak banget bik." Intan tersenyum.
"Kalau begitu habiskan ya, tuan"
"Bik tolong bawa kotak yang, Intan siapkan tadi ya."
Bik Ijum pun mengambil kotak makanan yang di maksud Intan.
"Kamu bawa bekal?"
"Nggak, ini buat Fei dan Mayang"
"Kenapa kamu siapkan untuk mereka?"
"Kan makanannya enak, jadi aku juga pengen mereka cobain"
"Hmm... Kayak masakan sendiri aja, masa banggain masakan orang" ledek Azlan.
"Eehhh... Abisin aja tuh sarapannya, jangam ngurusin orang lain"
"Dasar bocah"
"Bapak tua!"
"Kau..."
Dddrrrrr.... Dddrrrr...
Ucapan Azlan terpotong karena dering ponselnya. Intan sempat melirik layar ponsel Azlan. Hati Intan terasa ngilu saat membaca nama yang tertera di layar itu. Baby❤
Azlan yang mengetahui Intan mengintip layar ponselnya pun dengan segera membalikkan ponselnya.
"Ehmm.. Aku pergi dulu." pamit Intan mencium tangan Azlan.
"Apa mau ku antar?"
"Nggak perlu, aku bawa mobil aja, lagi pula nanti pulang sekolah aku mau mampir ke toko buku"
Azlan pun mengangguk.
__ADS_1
~ Bersambung