
Sesampainya di kantor, Azlan langsung di sambut dengan tumpukan berkas di atas mejanya.
"Apa - apaan ini? Kenapa banyak banget?" gumamnya melihat berkas itu. Azlan keluar dari ruangannya dan mendatangi meja sekretarisnya.
"Itu...."
"Itu adalah berkas yang sudah seminggu tidak bapak periksa.."
"Apa yang benar saja, kamu tidak sedang ngerjain saya kan?"tanya Azlan, dia menatap sekretarisny dengan tatapan penuh sidik.
"Tidak pak, itu seharusnya sudah bapak selesaikan dari seminggu yang lalu."
"Lalu kenapa tidak kamu berikan ke saya?"tanya Azlan.
"Itu karena bapak sibuk dengan istri bapak dan saya juga dapat pesan dari bos besar. Bos besar menyuruh saya untuk tidak mengangguk bapak untuk minggu ini karena beliau ingin bapak fokus pada istri bapak"jelas sang sekretaris.
"Aish... Ini kapan deadline nya?"tanya Azlan.
"Semuanya harus siap hari ini pak... Dan itu belum semuanya pak, bapak lihat disini ada 2 tumpuk lagi."kata Sekretarisnya tersenyum
"Apa kau ingin membunuhku?"tanya Azlan.
"Tidak pak, saya hanya menjalan kan tugas saja"
"Huft..."Azlan pun pergi berlalu meninggalkan meja sekretarisnya itu.
____
Sementara Intan sedang duduk di kelas seninya, dia sangat suka dengan pelajarannya hari inu. Karena seharian penuh pelajarannta hanya kelas seni, dan pelajaran ini tidak mengharus kannya untuk menguras otaknya. Disini dia hanya bernyanyi dan mendengarkan para teman temnnya bernyanyi.
"Intan ayo certa sekarang!"kata Fei.
"Apa lo gila? Ini di tempat umum! Ayolah Fei, nanti juga bakal gue ceritkan."kata Intan
"Tahu ni, keo babget jadi manusia."ledek Mayang.
"kayak lo yang kagak"balas Fei.
"Ya gue juga penasaran taoi gue sabar"ucap Mayang.
"Ah rese lo pada" dengus Fei.
"Ayo sekarang giliran Intan , Fei dan Mayang . Kalian bertiga maju ke depan" panggil guru.
Intan dan kedua sahabatnya pun maju."kalian mau nyanyi lagu apa?" tanya bu guru.
"Rela bu." jawab Intan. Guru pun mencatat judul laguny
" nama penyanyi nya?"
"Shanna Shannon, bu"
"Apa kalian sudh hapal lirik dan not, not nya?" tanya bu guru.
"Iya bu, kita sudah hapal" sahut Fei.
"Baiklah, mulailah!"
"Dan kalian ayo diam, dan dengarkan mereka!"
Semua murid pun diam dan melihat kedepan. Intan dan kedua temannya pun bersiap. Intan sebagai vokalis, Fei piano dan Mayang sebagai gitarisnya.
"Ayo mulai lah!"
Intan mengangguk, Fei mulai memainkan pianonya.
Cinta, dengarkan hati
Nurani meneladani
Baru kusadari
Aku kini
__ADS_1
Kehilanganmu
Malam, rembulan berlalu
Hati masih bertalu
Bahagia denganmu
Kini senyap
Jiwa tak bertuan
Tanpa berpamitan kamu
Menghilang bagaikan ditelan samudra
Kuingat-ingat apakah aku salah
Meski sejuta senja aku
Menangis merindukan bayanganmu
Namun hidupku harus terus berjalan dengan hati
Rela
Semua orang tercengang mendengar suara merdunya Intan.
Malam, rembulan berlalu
Hati masih bertalu
Bahagia denganmu
Kini senyap
Jiwa tak bertuan
Tanpa berpamitan kamu
Menghilang bagaikan ditelan samudra
Kuingat-ingat apakah aku salah
Meski sejuta senja aku
Menangis merindukan bayanganmu
Namun hidupku harus terus berjalan dengan hati
Rela
Tanpa berpamitan kamu
Menghilang bagaikan ditelan samudra
Kuingat-ingat apakah aku salah
Meski sejuta senja
Ku merindukan bayangmu
Namun hidupku harus terus berjalan dengan hati
Rela
Intan menarik napasnya, dia melihat Fei dan Mayang yang sedang bermain alat musiknya. Entah kenapa Intan begitu menghayati lagunya.
Fei dan Mayang pun ikut bernyanyi.
Tanpa berpamitan kamu
Menghilang bagaikan ditelan samudra
__ADS_1
Kuingat-ingat apakah aku salah
Meski sejuta senja
Ku merindukan bayangmu
Namun hidupku harus terus berjalan dengan hati
Rela
Suara mereka begitu menyatu dan terdengar sangat indah. Apa lagi Intan memberi kejutan di bait terakhir dengan suara tingginya.
Semua murid bertepuk tangan, dan juga guru nya pun ikut bertepuk tangan.
"Wah... Kalian sunggu bagus, ibu sampai menangis dibuatnya"ucap ibu guru.
"Ibu benar, pada hal aku sudah sering mendengarkn lagu ini,dan baru kali ini aku menangis mendengarnya"ucap siswa lainnya.
Intan dan kedua sahabatnya pun senang, dan mereka tersenyum.
"kalian bokeh duduk"ucap guru.
"Kalian lihat, jika kalian menyanyikan sebuah lagu dan kalian memahami makna dari lagu itu. Maka akan terdengar bagus dan bisa di liht contohnya , meski pun mereka mengubah instrumen musiknya tapi mereka tetap bisa menyampaikan makna dari lagu ini"
"semuanya, beri tepuk tangan pada mereka" semu murid pun memberi tepuk tangan.
"Kita berhasil" ucap Mayang. Inda dan Fei pin mengangguk sambil tersenyum.
____
Setelah kelasnya selesai, Intan kedua sahabatnya pun memautuskan untuk ke kantin. Mereka memesan begitu banyak makanan, Fei dan Intan begitu semangat memakan makanannya.
"Hei, makan lah dengan pelan. Apa kalian tahu kalian seperti orang yang tidak makan selama berhari - hari" tegur Mayang yang menggeleng melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.
"Bodo amat, kitakan makan makanan kita sendiri dan kita juga nggak minta di bayarin samma orang lain" sahut Fei di sela kunyahannya.
Tak butuh lama,semua makanan mereka pun telah haabis dan kini mereka memilih untuk duduk di taman belakang sekolah. Mereka sangat suka duduk di sana karena di sana sangat sepi dan agak tenang.
"Sekarang ayo ceritakanlah!" Seru Fei menagih janji Intan.
Intan menoleh pada Fei, " Lu kenapa kepo banget sih." katanya.
"Udah buru"Mayang hanya diam, dia sebenarnya juga sama dengan Fei, kepo dengan kehidupan Intan setelah menikah.
"Ok, gue cerita."
"kalian tahu sendirikan kalau kita itu menikah karena perjodohan, jadi kehidupan kita itu hanya di penuhi dengan pertengkaran. Dan apa kalian tahu, aku merasa hidupku sedikit lebih seru di bangdingkan dengan dulunya. Kalau di pikir - pikir menikah itu sangat seru" ucap Intan, sedikit membayangkan bagaimana pertengkarannya dengan Azlan setiap waktunya.
"Apa hanya itu, apa kalian tidak ada bermesraan?" tanya Fei
"Bermesraan? Hei... Apa yangg kau harapkan Fei, lu pikir gue akan melakukan 'itu' ayolah, aku terlalu dini untuk itu. Dan sepertinya dia juga tidak terlau tertarik dengan 'itu' jadi ak masih aman" balas Intan
"Ah, nggak seru. Masa suami istri tidak melakukan ' itu'" ucap Fei yang kecewa, karena cerita Intan sesuai dengan bayangannya
" Dasar mesum! Makanya lu jangn kebanyakan baca cerita 18+ kan otak lo isinya jadi nyeleneh gini" kata Mayang. Intan mmenggeleng melihat Fei.
___
Azlan benar - benar merasa hidupnya sangat berat sekarang, dari pagi sampai siang. Matanya tidk pernah lepas dari kompputer dan berkas.
"Pinggang dan jarinya serasa mau lepas rasanya" keluhnya. Dia melihat tumpukan kertas yang masih banyak di atas meja kerja nya.
Tok... Tok...
"Masuk" ucap Azlan saat mendengar pintunya di ketuk.
CEKLEK ~
Seseorang masuk keruangan Azlan. Azlan masih menatap berkasya.
"Ayo makanlah dulu, apa kau tidak capek melihat kertass terus." Azlan langsung mendngak saat mendengar suara itu.
"Kaau?..."
__ADS_1
~ Bersambung