
Intan sedang asik menonton drama ke sukaannya. Azlan keluar dan mendekati Intan.
"Bocah..." Intan hanya diam tak menyahut.
"Bocah..." panggilnya lagi. Tapi Intan masih diam tak bergeming.
"Apa kau tuli?" kata Azlan mematika tv. Intan menatap Azlan .
"Kenapa tvnya di matikan? Aku sedang menonton" kata Intan.
"Kau menjadi tuli karena ke banyakan menonton tv" balas Azlan.
"Tuli? Teligah ku berfungsi dan sangat baik malah." balas Intan
"Kau bohong, dari tadi aku memanggilmu, tapi kau tidak menyahutnya."
"Mana ada kau memanggilku."
"Baru saja aku memanggilmu."
"Tidak, kau tidak memanggilku, tapi kau memanggil bocah... Dan aku bukan bocah" ucap Intan.
"Terserah.. Sekarang kau siapkan aku makanan, aku sudah sangat lapar." kata Azlan
"Aku juga sedang lapar pak, bagaimana kalau kita makan di luar, aku tahu tempat makan yang sangat enak." ucap Intan.
"Aku tidak punya waktu untuk itu, kau masaklah sesuatu." ucap Azlan.
"Sayangnya, di kulkas tidak ada apapun ntuk di masak." balas Intan.
"Kenapa kau tidak belanja tadi. Sudah tahu kulkas kosong kenapa kau malah menonton Tv."
"Bagaimana aku mau pergi, moblku belum di kirim ke sini, sementara bapak sendiri tidak mau meminjamkan mobilmu. Aku edang malas naik kendaraan umum."
' Malas naik kendaraan umum, apa dia sering naik kendaraan umum?' batin Azlan.
"Kapan aku mengatakan kalau kau tidak boleh menggunakan mobilku?"
"Tadi pak, apa bapak lupa kalau tadi bapak memarahiku karena aku membawa mobilmu ke sekolah." balas Intan.
"Huft, itu masalah yang berbeda Intan. Taddi itu aku marah karena kau membawa mobilku tanpa minta ijin padaku lebih dulu." kata Azlan.
"Bagiku itu sama saja. Sudah untuk kali ini ayo kita makan malam di luar saja. Aku juga ingin makan makanan di tempat itu." kata Intan, berdiri.
"Tunggu sebentar aku akn ganti baju." lanjut Intan, kemudian berlari menuju ke kamar.
"Dasar bocah" gumam Azlan menggeleng.
Tak lama Intan pun keluar menghampiri Azlan yang duduk di sofa.
"Ayo aku sudah siap" katanya.
Azlan menoleh dan melihat penampilan Intan dari atas sampai bawa.
__ADS_1
"Ayo.."
"apa kau akan keluar dengan pakaian seperti ini?" tanya Azlan.
"Ia, kenapa memangnya, apa ada yang salah?" tanya Intan.
"Apa kau bercanda, ini sangat terbuka. Ingat kau sudah punya menikah dan apa kau ingin memerkan paha mulusmu itu pada semua orang? Kau ingin pergi cari makan atau kau ingin cari dosa di luar sana?!" ujar Azlan.
Dengan kesal Intan masuk kembali ke kamarnya. Azlan menggeleng melihat kelakuan istri kecilnya itu. "Anak zaman sekarang" gerutunya.
Tak lama kemudian Intan keluar dengan pakaian yang lebih sopan. Ia mengganti rok pendeknya dengan jelana Jeans panjang.
"Sekarang bagaimana? Apa ini lebih baik" ucap Intan, Azlan menoleh dan mengangguk.
"Ayo.." ucap pria itu beranjak berjalan duluan.
"TC, dasar menyebalkan" dengus Intan.
____
"Apa tempatnya masih jauh?" tanya Azlan, yang sedang menyetir, dia dari tadi hanya mengikuti arahan gadis di sebelahnya.
"tidak, sebentar lagi juga samapai" balas Intan.
"Sekarang belok kanan" tambahnya.
"Sudah ke sekian kali nya kau mengatakan itu padaku"
"Sabarlah, kau ini terlalu cerewet" ucap Intan.
"Stop, stop!" seru Intan menyuruh Azlan menghentikan mobil
Azlan melihat ke sekeliling, dia tidak melihat tanda - tanda adanya sebuah restoran atau pun cafe di sini.
"Ayo turun" ajak Intan yang hendak membuka pintu mobil, namun Azlan dengan cepat menahannya.
Intan menoleh, " Apa?" tanya nya.
"Kita mau makan di mana? " tanya pria itu.
"Apa kau tidaka punya mata? Itu kita akan makan di situ." Intan menunjukk sebuah stand makana yang di penuhi oleh pembeli.
"Apa kau serius?" tanya Azlan
"Aku tidak pernah serius,kecuali mengenai makanan" kata Intan.
"Ayo." ucapnya.
"Kita cari restoran saja."Kata Azlan enggan.
"Kenapa? Apa karena tempatnya kumuh? Apa ini karena tempat makannya orang miskin?" tanya Intan.
"Ayolah, jangan mentang - mentang banyak uang, ka jadi tidak mau makan di kaki lima seperti ini?"
"Terserah kau saja, kalau kau mau cari makan di tempat yang lain, ya sudah pergi lah" ucap Intan.
__ADS_1
Azlan terdiam, menurutnya Intan telah salah paham kepadanya. Dia menolak bukan karena jijik atau apa. Tapi dia menolak karena melihat antrian yang lumaya banyak dan suddah dapat di pastikan mereka akan lama mendapatkan pesanannya.
Azlan ikut turun dan menyusul Intan.
"Assalamualaikum bapak"sapa Inta pada pak Yono,
"Eh nak Intan, uda lama ya nggak kesini. Mau makan apa?"
"Iya pak, kemaren Intan sibuk, biasa ya pak" ucapnya.
"Mas nya gimana?"taya pak yono. Intan menoleh kebelakang dan dia kaget melihat Azlan yang berdiri di belakangknya.
"Saya sama kan saja sama dia pak" jawab Azlan.
"Baiklah, kalian duduk lah dulu, bapak akan buatkan pesanannya."
"Pak, Intan mau bapak ya yang masak" pesan Intan.
"Siap neng." balas pak Yono.
Intan mengaak Azlan untuk duduk di tempat yang kosong.
"Kenapa kesini? Bukanya bapak ingin makan di tempat yang lain" kata Intan
"Kamu itu salah paham, saya menolak bukan karena saya nggak ma makan di sini tapi karena saya takut kalau makanan kita itu lama datangnya." kata Azlan menjelaskan
"Bapak tenang saja, kalau disini di jamin nggak akan lama karena aku pelanggan VVIP disini, kalau nggak percaya liat aja pesanan kita bentar lagi juga samapai" kata Intan.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun sampai dan di antarkan langsung oleh pak Yono si pemilik warung tersebut.
"ini makanannya." cap pak Yono menata makanan di meja Intan dan Azlan. Pak Yono tidak langsung pergi tapi dia memilih duduk sebentar di sebelah Intan.
"Bagaimana? Apa rasanya tetap sama?" tanya Pak Yono pada Intan yang sedang memasukkan makananya kedalam mulutya.
"Hmm.. Rasanya tetap sama, enak" ucap Intan mengacungkan jempolnya pada pak Yono.
"kalau begitu neng harus habiskan ya." ucap pak Yono.
"Bapak tenang saja."
"O iya, kalau boleh tahu dia siapa? Apa pacarnya neng Intan?" tanya pak Yono.
Uhuk.
Intan dan Azla sama - sama tersedak mendengar pertanyaan pak yono. Dengan buru - buru Intan meminum minumannya
"Bapak, kalau nana jangan yang aneh - aneh" kata Intan.
"Maaf - maaf. Lalu dia siapa neng? Tidak biasanya neng bawa laki - laki ke sini" kata pak Yono.
" Kenal kan pak, saya su...."
"Dia su... Susternya aku pak, iya dia itu Bodyguardnya aku tapi aku sering nyebut dia suster. Kan sama - sama ngsuh pak" potong Intan cepat. Bisa panjang urusannya kalau pak Yono sampai tahu kalau Azlan adalah suaminya.
"APA?"
__ADS_1
~ Bersambung.