
Setelah puas dengan liburannya selama 2 hari kini mereka kembali kediaman masing masing-masing.
Saat ini Rizi sudah berada di kediamannya, sementara Jerry pun sudah berada di Apartemen mereka
Malam harinya Rizi tengah menghubungi Asisten pribadinya Anton, yang sudah ia tugaskan untuk mencari tau keberadaan kakak iparnya itu
"Hallo Ant...! "Sapa Rizi begitu telpon terhubung
"Iya' Tuan.!
"Bagaimana, Apa kamu sudah menyiapkan semuanya. Aku ingin besok Mereka bertemu , Bawa dia ke Rumah saja
"Baik" tuan..! ",
"Lalu Rizi mengakhiri obrolannya, Ia melihat sekali lagi laporan Anton yang ada di map biru diatas meja kerjanya, semua informasi tentang kakak Abisah.
kurang lebih 5 tahun yang lalu saat kakaknya menitipkan Abisah ke paman dan bibinya, Reza kakak Abisah di jebak oleh teman kerjanya ia dituduh membunuh bos tempatnya bekerja, saat itu Reza bekerja sebagai buruh bangunan,
pada saat pembunuhan itu terjadi hanya ada Reza ditempat itu, dan begitu Melihat bosnya tergeletak tak sadarkan diri dengan darah segar di area perutnya, Reza menghampirinya karna rasa penasarannya yang besar, dan pada saat itulah temannya datang membawa seorang polisi tepat saat Reza memegang pisau yang dipakai pembunuh menusuk perut bosnya itu.
Reza ditangkap saat itu juga, meskipun sudah menyangkal bahwa bukan ia yang telah membunuhnya tetap saja polisi itu tidak percaya karena semua bukti Sudah mengarah pada dirinya,
Reza pun pasrah menerima Nasibnya, Reza meminta kepada pak polisi Agar dikasih izin untuk menghubungi keluarganya,
__ADS_1
begitu polisi itu memberinya kesempatan untuk menghubungi keluarganya, Reza menghubungi Adiknya dan menyuruhnya datang menemui paman dan bibinya karna untuk saat ini ia tidak bisa pulang, Reza juga tidak ingin Adiknya itu hidup sebatang kara.
Rizi menarik Nafas dalam-dalam, Begitu berat beban yang dipikul oleh kakak iparnya selama ini, menjalani hukuman yang bukan kesalahannya.
Rizi tak bisa membayangkan bagaimana reaksi istrinya jika mengetahui semua ini.
****
Rizi menghampiri Istrinya yang ada di kamarnya saat ini, Rizi masih ragu untuk menyampaikan keberadaan kakaknya saat ini.
" Mas.." udah selesai kerja Nya." tanya Abisah yang baru Saja Menaruh baby Razi di dalam Box nya
"Rizi tidak menjawab perkataan istrinya malah dia menuntun Istrinya duduk di sofa panjang yang ada di dalam kamarnya
"Ini apa, mas..! " tanya Abisah terlihat kebingungan
"Buka saja"
Abisah lalu membuka perlahan lahan, dan betapa terkejutnya saat melihat isi map itu, Air matanya lolos begitu saja tanpa permisi, kakak yang ia pikir tega meninggalkannya, ternyata mendapat fitnah dari temannya,
Abisah terus saja menangis membuat Rizi merasa bersalah,
"Mas...! Abisah menatap suaminya seakan meminta penjelasan.
__ADS_1
"Itulah yang terjadi pada kakak kamu selama ini, "lirih Rizi merasa tidak tega melihat istrinya yang masih terus menangis
lalu Rizi membawa istrinya kedalam pelukannya untuk menenangkan istrinya, Rizi paling tidak suka jika melihat istrinya bersedih.
Besok Anton akan membawa dia kemari jadi bersiaplah kamu akan bertemu dengan kakakmu." ujar Rizi
" Mas serius..?" Seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar, Abisah kembali memastikan dengan wajah bahagianya
"iya" Sayang!
"Terimakasih mas..!! " Abisah mengeratkan pelukannya
Keesokan harinya, tepatnya jam 10 pagi Anton datang dengan seorang pria berumur sekitar 33 tahun, wajahnya yang terlihat dingin dengan Rahan tegas kini nampak memasuki Rumah mewah Rizi dengan didampingi asisten pribadi Rizi, Anton!
*
*
*
*
Jangan lupa Mampir juga di karya teman saya 🙏🙏
__ADS_1