
Disaat semuanya sudah merasa bahagia dengan keluarga kecilnya. Beda dengan Arya masih harus berjuang untuk mendapatkan cintanya. tidak mudah untuk mendapatkan cinta gadis itu, Trauma Atas pernikahannya dengan mantan suaminya. membuat gadis itu sulit untuk menjalin hubungan kembali
Sejak sedari tadi Arya menatap makanan yang ada didepannya tanpa ada niat untuk menyentuh nya, ia masih berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaan nya terhadap gadis didepannya itu.
Masih mengaduk Aduk makanya sambil sesekali melirik gadis didepannya yang Nampak terlihat santai sambil menyantap makanannya.
Malam ini Arya sengaja meminta bantuan Jerry untuk mengatur makan malam Romantis untuk dirinya dan Mairah. ia berniat untuk melamar Maira malam ini.
"Maira.."panggil Arya pelan
Maira yang sedang menyantap makanannya tiba tiba berhenti ia lantas menatap pria didepannya itu.
"Iya, kak.!"
Gugup itulah yang dirasakan Arya saat ini, Namun ia berusaha bersikap setenang mungkin, meski saat ini jantungnya seakan mau copot.
"Aku..aku..Maukah kau menikah denganku..?" Akhirnya kata itu keluar juga dari mulut Arya meskipun dengan cara Mengucapkannya terlalu cepat , karna yakinlah saat ini Arya merasa sangat Malu bercampur rasa gugupnya, dan detik ini juga rasanya ia ingin menyembunyikan dirinya di jurang yang paling dalam,
__ADS_1
Maira melotot tak percaya, ia hanya takut jika ia salah dengar. lalu ia menundukkan kepalanya tanpa ada niat untuk menyahuti perkataan Arya.
Diamnya Maira membuat Arya langsung menyimpulkan jika lamaran yang terkesan mendadak Nya ini ditolak oleh Maira
"Maaf. jika saya lancang dan terkesan mendadak Melamar mu Namun yang kulakukan semua ini tulus dari hati ku yang paling dalam.
"Kak.."Lirih Maira dengan suara tak tertahan, dia merasa tidak pantas untuk pria di depannya itu dengan status nya yang sekarang adalah seorang janda.
Matanya berkaca kaca masih menatap pria itu. Rasanya seperti Mimpi, Masih Ada seseorang yang menginginkan nya untuk menjadikan nya seorang istri.
"Kak.!Aku..Aku..,Beri saya waktu kak "lirih Maira
Bibir Arya tertarik kebelakang hingga membentuk sebuah senyuman, Meskipun Maira belum menjawabnya setidaknya gadis itu tidak menolak Nya secara langsung.
******
Semenjak lamaran dadakan Arya, Kini Maira seakan menjaga jarak dengan Arya, membuat Arya merasa semakin frustasi, saat ia ingin bertemu Maira selalu menolaknya dengan Alasan ia sedang menjaga baby Razi.
__ADS_1
Ya. Sekarang maira tinggal di kediaman Rizi, Membantu Abisah menjaga baby Razi. Abisah tidak membiarkan Arya tinggal seatap dengan maira sebelum mereka menikah nanti.
Abisah menghampiri maira yang tengah melamun di kamar baby Razi setelah menidurkan baby Razi.
"Kamu kenapa hm..?" Tanya Abisah melihat Raut wajah gadis itu tiba tiba terlihat sendu.
"Tidak Apa apa kak" Elak Maira berusaha terlihat biasa
"Tak perlu menutupinya , ikuti kata hatimu jangan sampai kamu menyesalinya." Ucap Abisah seolah tau kegundahan hati Maira
" Aku takut kak, jika Aku tidak seperti yang ia harapkan. " Lirih Maira sambil menunduk kan kepalanya
Abisah tersenyum mengelus punggung tangan gadis itu untuk menenangkan nya. "Memangnya kamu tau wanita yang Arya harapkan Seperti Apa..?""
Maira diam sejenak , detik itu juga ia menggeleng pelan.
"Jangan memikirkan sesuatu yang bahkan kamu sendiri belum tau , Namun Yakinkan dirimu bahwa kamu pantas untuknya ." Ucapan Abisah seolah memberinya sedikit kekuatan..
__ADS_1