
Rizi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi saat beberapa menit yang lalu mendapat pesan dari Jerry jika Abisah dan Baby Razi berada di hotel xx Bagai orang kesetanan Rizi melajukan mobilnya tidak peduli umpatan dari pengendara lain.
Dengan menarik nafas dalam-dalam Rizi keluar dari mobil saat sudah sampai parkiran sebuah hotel, ia berlari menuju kamar dimana istri dan anaknya berada sampai di depan pintu kamar itu, Rizi yang ngos-ngosan terlihat mengatur napasnya sambil menopang kedua tangannya ke lutut.
Ia melihat pintu kamarnya terbuka sedikit dengan pelan ia meraih gagang pintu kemudian membukanya lebar lebar, Gelap itulah yang terjadi didalam kamar itu, membuat Rizi jadi tambah khawatir dibuatnya.
Perlahan Rizi melangkahkan kakinya memasuki kamar yang gelap itu, mencari keberadaan istri dan anaknya, kepanikannya membuat nya menjadi bodoh tidak kepikiran untuk menyalakan senter di ponselnya.
Dengan perlahan ia terus melangkah kan kakinya di kamar itu yang terbilang sangat luas itu,
Sekejap Rizi menghentikan langkahnya ketika mendengar teriakan kata "Suprise....!!!"Abisah melangkah kearah suaminya Yang masih tak bergeming sedikitpun, Rizi masih terpaku di tempatnya belum sepenuhnya sadar akan situasi yang ada didepannya.
Hingga istrinya berdiri tepat didepan nya dengan mengucapkan kata "Happy Anniversary my husband"
Abisah tersenyum manis disana. Rizi masih diam Menatap Istrinya yang sangat santai sementara dirinya seharian Uring uringan mencari keberadaan nya. "Menyebalkan bukan??"
Rizi langsung memeluk istrinya erat-erat. Rasanya langit akan runtuh jika benar benar akan kehilangan istrinya,
__ADS_1
Abisah hanya diam sambil mengusap-usap punggung Suaminya ia tau jika suaminya saat ini sangat mengkhawatirkan dirinya.
"Maafkan aku mas." Sesal Abisah
Rizi melepas pelukannya kemudian menatap istrinya penuh cinta membelai wajah cantik itu dan memberinya kecupan singkat di bibi mungil Istrinya.
"Woi...! kalau mau mesra mesraan jangan disini masih Ada baby Razi disini Sono cari kamar lain "Cerocos Daiyan sedari tadi melihat secara live Adegan drama Romantis di depannya.
Abisah jadi malu, ia menyembunyikan kepalanya di dada bidan suaminya.
Rizi kemudian mengambil alih anaknya dari gendongan Jerry.
"Sialan. kalian ternyata bersekongkol."Rizi melayangkan tinju keperut Jerry, "Jerry hanya nyengir kuda.
Diruangan itu ada jerry beserta Aliyah dan Daiyan beserta istri tercintanya yang sudah hamil besar.
"Kalian benar benar membuatku merasa seperti orang gila saja seharian ini, " kesal Rizi Namun kekesalannya hilang mana kala melihat perjuangan istrinya untuk memberinya kejutan meskipun sederhana namun berkesan bagi Rizi.
__ADS_1
"Baby Razi ikut ngerjain Ayah ya, nak! " Rizi mencium seluruh bagian wajah putranya, sampai Suara gelak tawa Razi terdengar sangat lucu
"Aw..aw.."Selly meringis kesakitan di bagian perutnya.
"Kak.. perutku sakit banget kak
"Apanya yang sakit sayang ", panik Daiyan tidak tau harus berbuat apa apa
"Oi...Udah jelas perut Selly yang sakit malah Nanya lagi" Gerutu Jerry tak Habis pikir
"Mas..!!!! teriak selly membuat Daiyan tambah panik, Kita kerumah sakit sekarang,Daiyan akan berlalu begitu saja tanpa membawa istrinya Namun di cegah oleh Jerry,
Jerry menepuk jidatnya, kepanikan Daiyan membuatnya seperti orang bodoh saja.
"Hey ...Kampret ! istri kamu mau lahiran malah kamu keluar sendiri"
"Oh iya, Aku lupa! " Daiyan Lalu kembali masuk kedalam dan memapah istrinya diikuti oleh Jerry dan Aliyah dibelakang sementara Rizi hanya menunggu kabar dari mereka karna tidak mungkin ia membawa baby Razi kerumah sakit..
__ADS_1