
Wajah kusut dan murung selama beberapa hari ini melekat di wajah tampan nya Tak lagi terlihat, Sekarang wajah itu terus berseri seri sepanjang hari bahkan senyumnya tak pernah hilang sedikitpun di bibirnya.
Arya memasuki rumah kedua orang tuanya sambil bersenandung tak jelas setelah mengucapkan salam, Namun tak ada sahutan dari dalam rumah, Ia lantas masuk keruang makan dan disana sudah ada Adiknya yang super cerewet dan menyebalkan seperti suaminya.
"Assalamualaikum" Sapa Arya dengan senyum mengembang
"Walaaikumsalam" Jawab Aliyah tanpa mengalihkan pandangannya ke kakaknya, ia terus menyantap makanan nya yang sudah disiapkan oleh Ibunya.
"Tumben kamu datang kemari." Ucap Arya langsung duduk didekat Adiknya
"kangen masakan ibu,"Sahut Aliyah cuek. Aliyah terus menyantap makanan nya dengan rakus tanpa sedikit pun menoleh ke kakaknya
"Beberapa saat kemudian, Jerry datang menyapa mereka, Aliyah terlihat Antusias menyambut suaminya bahkan meninggalkan makanannya dan berlari berhambur kepelukan Suaminya.
Arya yang melihat itu semua hanya melongok tak percaya, tadi saja cuek nya minta Ampun saat dia menyapanya, lah ini Seperti cacing kepanasan langsung lari begitu suaminya datang," Menolong Arya.
"Kayak gak ketemu setahun aja, nempel kek perangko terus," cibir Arya
"Bilang aja kakak itu iri, karna kak Maira menolak Lamaran Kak Arya." Celetuk Aliyah
"Gak di tolak, Maira cuma malu malu menerima lamaranku. "Sahut Arya tidak mau kalah
__ADS_1
"Benarkah.??"
Arya mengangguk.
"Berarti kak Siska patah hati dong padahal dia sudah...
Arya berlari kearah Aliyah dan langsung membekap mulutnya kedua tangannya.
" Jangan ngomongin itu dek, Nanti ibu dengar."Bisik Arya ketelinga Aliyah
Sementara Jerry mengerutkan keningnya melihat tingkah Kakak iparnya. "Jerry Nampak memicingkan matanya kearah istrinya mencari penjelasan.
"Sudah Apa ."Kini ibunya angkat bicara melihat tingkah Arya Seperti menyembunyikan sesuatu.
"Mmm... gak kok bu,. Aliyah cuma bercanda , iyakan Al.!" Arya menatap Adiknya sambil melorotkan matanya, seolah berkata "IYa!
" i..iya .Bu!" Aliyah gelagapan tak tau harus berkata Apa sementara tatapan suaminya menyiratkan untuk tidak berbohong ke orang tuanya.
"Aliyah.! panggil Jerry dengan suara menekankan Namanya membuatnya jadi takut.
"Kak Siska pernah mencium Kaka Arya di depan umum ," Lirih Aliyah dengan pelan hampir tak terdengar oleh mereka seraya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Sementara Arya memejamkan matanya sudah siap mendengar Omelan Ibu negara.
"Ini tidak seperti apa yang kalian pikirkan, "Arya berusaha meyakinkan ibunya, karna ibu negaranya itu sudah terlihat akan memarahinya.
"Aliyah yang memulainya Bu." Ucapan Arya membuat Aliyah gelagapan kembali, bagaimana tidak Suaminya sudah melayangkan tatapan tajam kearah nya
"Aliyah.! suara Jerry kembali memperingatkannya
Aliyah diam tidak tau harus berbuat apa."berbagai sumpah serapah ia ucapkan didalam hatinya untuk kakaknya itu.
Aliyah Taruhan sama aku, jika dia bisa membuatmu jatuh cinta ke dia, Aku siap melakukan apapun untuknya. dan jika sebaliknya Kamu menolaknya Arya menatap kearah Jerry, Aliyah akan..." Arya menggantung kata katanya.
"Katakan." kata Jerry penuh penekanan pada gadis yang terus menunduk di depannya itu.
"Dia akan menjebak mu. "Sambar Arya cepat
Hening..Tak ada yang bersuara, lidah Aliyah keluh hanya untuk sekedar mengucapkan kata kata.
Kenapa kamu diam." Jerry Menatap Istrinya yang terus menunduk.
"Maafkan aku Mas.."lirih Aliyah yang sudah berkaca kaca
__ADS_1