Menikahi Istri Keponakan

Menikahi Istri Keponakan
Menginginkanmu


__ADS_3

Sekarang mereka sudah kembali ke kediaman masing masing-masing begitupun dengan kedua pasangan yang selalu terlihat romantis ini.


"Sayang."Rizi datang memeluk Abisah saat dia baru saja keluar dari kamar mandi yang masih menggunakan handuk dipanggang nya


Abisah meremang dikala suaminya sudah bermain nakal di area favoritnya, kedua gundukan bukit kembarnya. Rizi mulai meremas yang masih terhalang baju Abisah,


Abisah memejamkan matanya menikmati sensasi yang selalu membuatnya melayang, Demi Apapun Abisah saat ini juga sangat menginginkan Suaminya. Akhir akhir ini banyak nya pekerjaan Rizi yang tak bisa ia tinggalkan ditambah lagi pencarian Aliyah membuatnya selalu pulang larut malam.


"Sayang. Aku menginginkan mu" terdengar suara parau Rizi ditelinga Abisah


Abisah membalikkan badannya menghadap kearah suaminya ia tersenyum manis Menatap kedua bola mata suaminya yang kini sudah dipenuhi kabut gairah.


Tak ada penolakan dari istrinya kini Rizi mulai melancarkan Aksinya Memangut bibir mungil Abisah dengan rakus ,menyesapnya saling bertukar Saliva dan jangan lupakan tangan Rizi yang sudah merambat ke mana mana kedalam baju Abisah. Meremas menggelintir biji kecil yang mirip kismis itu.


"Aakh..."Sayang..' Desah Abisah sudah tak sanggup lagi menahan sensasi yang diberikan oleh Suaminya


Rizi kembali Memangut ******* bibir Abisah dgn lembut tangannya terus meremas kedua gundukan bukit kembar Abisah.


"Sayang.." pekik Abisah saat Rizi sudah bermain nakal dibawah sana bermain dengan lidahnya, hingga tanpa sadar Abisah menjambak rambutnya

__ADS_1


"Aaaakh...


suara lenguhan saat Rizi sudah melakukan penyatuan nya karna melihat istrinya sudah diliputi oleh hasrat


"Aakh... Abisah...sayang.."


Rizi semakin menggila, ia terus Merancau tak karuan


Hentakan demi hentakan hingga erangan panjang keluar dari bibir mereka mengakhiri olahraga ranjang mereka.


"Terimakasih.sayang.", Rizi mengecup kening istrinya kemudian membiarkan istrinya istirahat sejenak karna Rizi akan mengulangi permainannya.Seakan tidak ada puasnya.


***


Pagi harinya Abisah terbangun saat mendengar suara baby Razi menangis di dalam box nya, ia menggeliat merentangkan kedua tangannya lalu melirik sekilas suaminya yang masih tertidur pulas . tadi sesudah sholat mereka tidur kembali


Diliriknya jam Yang ada diatas nakas samping tempat tidurnya sudah menunjukkan pukul 5:30,


Abisah Menghampiri putranya yang sejak tadi sudah sesegukan

__ADS_1


"Udah lapar ya, sayang." Abisah meraih putranya lalu menggendongnya untuk memberi asi


Hingga terdengar suara serak dari suaminya yang berada didekatnya, Rizi mengumpulkan sedikit kesadarannya lalu menatap sang putra yang sudah dipangkuan istrinya


"Razi kenapa Sayang." Ia menatap lekat sang putra yang asik mengisap sumber kehidupan nya sesekali ia menunjuk nunjuk pipi gembul Razi, membuat Baby Razi tertawa lucu.


"Kamu main sama ayah dulu ya sayang. Bunda ingin menyiapkan air untuk Ayah." kata Abisah begitu baby Razi sudah merasa kenyang, lalu ia beranjak meninggalkan kedua laki laki tercintanya itu.


Rizi terus bermain dengan putranya, yang entah kenapa baby Razi merasa senang jika bersama dengan Ayahnya.


"Ih .., lucu banget sih kamu nak," Rizi terus memainkan pipi gembul Razi yang sangat kenyal.


"Ayah mandi gih, Airnya udah siap" Abisah keluar dr kamar mandi.


Kini mereka sudah berada di meja makan siap untuk sarapan bersama keluarga Nya, pagi ini hanya ada mereka bertiga. Netha beserta Ayahnya sudah memiliki tempat tinggal sendiri,


"Sayang. Nanti sore kamu kekantor ya, bawa Razi Aku tidak bisa fokus kerja jika tidak melihatnya " pinta Rizi yang masih mengunyah sarapannya


"Iya .Mas.!

__ADS_1


__ADS_2