Menikahi Istri Keponakan

Menikahi Istri Keponakan
Penusukan Abisah


__ADS_3

waktu begitu cepat 5 bulan berlalu, kini usia baby Razi sudah 1 tahun 6 bulan, Ia terlihat sangat lincah berjalan kesana sini, dan tambah menempel kepada sang Ayah , tak heran jika Rizi selalu membawa Razi ke perusahaan.


"Sayang Hari ini Razi ikut ke perusahaan.?"Abisah datang kekamar Razi saat Rizi sedang membantu putranya memakai pakaiannya. Rizi selalu melakukannya sendiri tanpa bantuan pengasuh Razi, baginya kesenangan tersendiri jika melakukan semuanya sendiri bahkan ia selalu memandikan sendiri Putranya.


"Nah selesai" Seru Rizi saat melihat putranya sudah rapi.


"Hari ini Aku mau ajak Razi ke perusahan, Razi sangat Antusias jika berada di sana, kamu datang lah bawakan kami makan siang," Kata Rizi kemudian mencium kening istrinya


"Boy..Ayo Salim sama bunda".Dan Razi pun meraih tangan Abisah ,"


"Bunda Lazi pelgi kelja dulu " kata Razi dengan suara cadelnya


Razi memiliki sikap seperti Ayahnya dingin tak banyak bicara Namun baik hati seperti bundanya, Razi tidak mau makan jika Kedua pengasuhnya tidak ikut makan bersama dengan nya di meja makan yang sama.

__ADS_1


"Iya sayang" Abisah terkekeh geli melihat tingkah lucu putranya sangat mirip dengan Ayahnya.


Tak jarang Abisah merasa kesepian, jika Razi lebih banyak bersama dengan Ayahnya di kantor dari pada di rumah bersama dirinya


***


Siang harinya Abisah menuju ke perusahaan suaminya dengan di jemput oleh sopir pribadi Rizi, Abisah sampai dan langsung di sambut hangat oleh pegawai disana Namun ada salah satu pegawai tak suka melihat Abisah, Seorang perempuan yang sudah lama jatuh cinta dengan bos-nya.


Abisah terus berjalan menuju ruangan suaminya Namun di dalam lif Abisah berpapasan dengan seorang perempuan yang sejak masuk menatap sinis kearah nya seolah ada kebencian dari sorot matanya. Abisah diam hanya sesekali melempar senyumnya kearah perempuan itu.


Hingga beberapa detik kemudian Abisah melangkah saat pintu lif terbuka Namun belum juga sampai keluar perempuan itu langsung menusuk perut Abisah dengan pisau tajam membuat Mata Abisah membulat sempurna menatap perempuan yang ada didepannya itu dengan senyuman sinisnya.


Makanan yang ia pegang terjatuh bersamaan dengan tubuhnya yang Ambruk kelantai dengan darah mengalir terus disisi perut Abisah hingga benar benar kesadarannya menghilang.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian karyawan lain yang hendak ingin masuk kedalam lif berteriak histeris melihat istri bosnya terkapar bersimbah darah di perutnya.


Rizi berlari seperti orang yang sudah hilang akal sehatnya tak peduli di sekitarnya bahkan Razi ia titipkan ke sekretaris nya. saat ini di pikirannya hanya ada Istrinya


"Sayang..."Rizi berteriak saat melihat istrinya yang sudah bersimbah darah diantara kerumunan pegawai itu. tubuhnya terasa bergetar hebat bahkan lutut nya seakan tak sanggup lagi menahan tubuhnya, Tangannya gemetar saat hendak membalikkan tubuh istrinya yang sudah tak sadarkan diri. Detik itu juga Rizi histeris. Tak peduli orang disekitarnya memandangnya lemah yang ada dibenaknya saat ini keselamatan Istrinya.


"Antoon....!!!! "teriakan Rizi menggelegar, sang Asisten pun segera menghampirinya.


"Kita kerumah sakit sekarang.! " teriak Tizi saat sudah menggendong Istrinya lalu masuk kearah lif menuju lantai bawah untuk membawa istrinya segera ke rumah sakit.


"Anton..


"Ya tuan..!

__ADS_1


"Hubungi Jerry , suruh dia menjemput Razi. "Kata Rizi saat sudah masuk kedalam mobilnya yang akan dikemudi oleh Anton.


__ADS_2