Menikahi Istri Keponakan

Menikahi Istri Keponakan
Mulai sadar


__ADS_3

Jerry sampai ke rumah sakit Tempat Aliyah di rawat bersama Rizi dan Arya. Rumah sakit yang tak begitu besar mempunyai satu lantai saja, dengan langkah tergesa-gesa mereka melewati lorong-lorong rumah sakit menuju ruangan tempat Aliyah dirawat. Namun sebelumnya mereka sudah menemui dokter yang menangani Aliyah sebelumnya.


Jerry tak lantas masuk begitu sampai di depan pintu ruangan Aliyah ia berdiri mengatur nafasnya, mengumpulkan keberanian untuk melihat keadaan istrinya itu.


"istri bapak tidak menunjukkan kemajuan harapan untuk hidup sangatlah kecil, kami bahkan sempat menyerah Namun laki laki yang membawanya kesini memohon agar mau berusaha mempertahankan gadis itu," Ucapan dokter itu terngiang-ngiang di kepalanya,


Dengan menarik nafas dalam-dalam Jerry masuk keruangan Aliyah dengan langkah kecil, lutut dan seluruh tubuhnya bergetar hebat begitu ia melihat keadaan istrinya. Orang yang sudah membuatnya selama 2 Minggu ini seperti orang gila.


Jerry menatap wajah pucat gadis kecil yang sudah membuat hatinya jungkir balik , ia menggenggam tangan mungil Istrinya, dan Anehnya perempuan itu merespon dengan mengerakkan satu jari nya, namun Jerry tak menyadarinya ia sibuk berperang dengan perasaannya saat ini, menguatkan dirinya dengan keadaan istrinya saat ini.


"Sayang!" lirih Jerry yang sudah dibanjiri oleh air mata.


"Sayang.! Ayo bangun kamu boleh memarahiku, kamu boleh memukulku Aku tidak becus menjagamu,Aku sudah lalai,Ayo bangunlah sayang..!!," Jerry terus berbicara meskipun ia tau Aliyah tidak akan merespon perkataannya Namun ia yakin saat ini istrinya itu mendengar semua perkataan nya


"Bagaimana aku bisa hidup tanpa dirimu, Sadarlah sayang," Jerry terus merancau


*


*


*


Beberapa saat kemudia Jerry tengah berbicara dengan dokter yang menangani Aliyah, ia berniat untuk memindahkan kerumah sakit yang lebih besar yang lengkap dengan peralatan medisnya, tak tanggung tanggung Jerry Bahkan ingin membawa istrinya berobat ke luar negri Namun kondisi Aliyah yang tidak memungkinkan.


Setelah selesai mengurus semua administrasi nya, mereka membawa Aliyah kembali kekota, dan membawanya kerumah sakit yang lebih besar, Rumah sakit milik Dean Freddy Harrison sahabat Rizi.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya sampai,disana semua keluarga sudah menunggu dengan harap harap cemas dengan keadaan Aliyah.

__ADS_1


Ibu Rumi langsung histeris bahkan ibu Aliyah itu sampai jatuh pingsan, saat melihat beberapa suster mendorong Brankar Aliyah, sely pun tak kuasa menahan tangisnya melihat keadaan Adiknya bahkan Abisah turut hadir di rumah sakit itu menunggu kedatangan Aliyah.


"Sayang..! kamu yang sabar, ingat kamu sedang mengandung, Aliyah akan baik baik saja, Okey.!" Daiyan terus menyemangati istrinya itu


"Sely hanya mengangguk pelan ia tidak boleh egois juga, masih ada janin yang ada di dalam perutnya yang harus ia jaga.


"Aliyah sudah ditangani oleh dokter didalam, Jerry nampak gelisah Menunggu di kursi panjang diluar ruangan Aliyah


Semenjak tiba dari rumah sakit sampai sekarang pun Jerry belum mengeluarkan sepatah katapun, terlihat dari wajahnya yang sangat mengkhawatirkan Istrinya, Ada rasa takut yang begitu besar didalam dirinya, takut jika sampai Aliyah meninggalkannya.


"Bersabarlah, kuatkan hatimu jangan sampai lemah Aliyah membutuhkan dukungan darimu, jika kau lemah Aliyah akan tambah sedih jika melihatmu seperti ini." Rizi menepuk pundak Jerry hanya untuk sekedar memberinya sedikit kekuatan.


"Aku hanya takut, dia akan meninggalkanku." lirih Jerry lagi lagi tak dapat membendung air matanya


" Kamu harus optimis jangan pesimis, aku yakin Aliyah akan baik baik saja. Aku sudah menghubungi Dean Agar menempatkan dokter terbaik yang bisa menangani Aliyah dirumah sakit ini


Disaat seperti ini Rizi tidak ingin meninggalkan Jerry seorang diri karna terpuruk oleh kesedihan, Jerry selama ini sudah banyak membantu dirinya bahkan Jerry selalu mengedepankan keselamatan Abisah dan Anaknya. dan inilah saatnya membalas kebaikan Jerry selama ini.


1 Bulan berlalu Aliyah masih betah dengan tidur panjangnya selama itu pula Jerry tak pernah meninggalkan istrinya, perusahaan kembali di kelolah oleh Daiyan, Arya pun sudah bekerja membantu Adik iparnya itu.


Tiap hari Jerry berusaha mengobrol Dengan Aliyah, memberinya semangat untuk terus berjuang kesembuhan dirinya.tiap hari juga Jerry membersihkan tubuh Aliyah dengan membasuhnya dengan kain basah.


berkat dukungan dari orang-orang terdekatnya Jerry menjalaninya dengan semangat berharap istrinya cepat sadar dari komanya.


Jerry beranjak dari pembaringan istrinya menuju kamar mandi yang ada dalam ruangannya, kini ruangan Aliyah sudah disulap menjadi kamar yang lebih besar, dikamar itu sudah disediakan 2 tempat tidur yang cukup besar karna Jerry tak pernah meninggalkan istrinya meskipun sebentar. semua berkat Rizi yang meminta kepada sahabatnya pemilik Rumah sakit itu.


Jerry keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit lebih segar lalu ia menuju lemari yang sudah lengkap pakaian gantinya disana, ia memandangi dirinya di depan cermin, sekarang bahkan wajah itu sudah tidak terawat lagi, sudah brewokan dengan rambut sedikit panjang, ya."semenjak Aliyah koma bahkan dia tidak pernah mengurus dirinya sendiri.

__ADS_1


Samar samar terdengar suara lenguhan pelan dari bibir Aliyah suara itu nyaris tak terdengar, Jerry diam mematung meyakinkan dirinya bahwa yang ia dengar adalah suara istrinya.


Kembali Aliyah melenguh Jerry tetap tak bergeming dari tempatnya. mungkin aku sudah merindukan suara Aliyah hingga aku berhalusinasi," pikir Jerry


Sampai suara itu terdengar Kembali memanggil Nya Dengan panggilan sayang, Barulah Jerry tersadar dan berbalik kearah Istrinya,


Ini buka mimpi kan?" Ini nyata kan.? Jerry masih berdiri dari tempatnya seperti orang bodoh berperan dengan pikirannya sendiri,


"A-aliyah..!!" Ayo katakan ini bukan mimpi kan..?" Jerry sudah berkaca-kaca seraya Menghampiri istrinya itu yang sudah menyambutnya dengan senyuman indahnya.


Tangan itu terulur dengan sedikit gemetar untuk menyentuh wajah istrinya, menyakinkan dirinya Bahwa semua ini adalah nyata, Aliyah nya sudah kembali.


Diciumnya seluruh bagian wajah istrinya sebagai ungkapan rasa bahagianya.


"Terimakasih sayang" Kau masih bertahan untukku" lagi lagi menciumi istrinya itu sementara Aliyah hanya menatapnya dengan senyuman tulus.


Aliyah ingin bangun dari tidurnya namun seluruh badannya masih terasa kaku, mungkin ini efek kelamaan terbaring." pikirnya


"Sayang..! kamu butuh sesuatu..?" tanya Jerry Antusias


"Tunggu" Aku panggilkan dokter nya. Jerry berlalu dengan rasa paniknya bercampur rasa bahagianya. ia keluar memanggil dokter


Aliyah tersenyum manis disana, ia merasa sangat bahagia memiliki suami yang selalu setia berada di dekatnya, bukan tanpa sebab Aliyah tau semuanya, suaminya tidak pernah meninggalkannya sedikitpun, dari alam bawa sadarnya Aliyah mendengar semua perkataan Suaminya, semua keluh kesahnya.


Dokter datang dan langsung memeriksa Aliyah, sesekali Aliyah merintih kesakitan.


" Apa itu sangat sakit.? ", Jerry kembali panik saat dokter sudah tak ada di dalam ruangan mereka

__ADS_1


Aliyah menggeleng pelan lalu ia merentangkan kedua tangannya ingin memeluk suaminya..


Dengan senang hati Jerry menyambutnya dengan penuh semangat, pelukan yang sudah lama ia rindukan....


__ADS_2